
KABARJAWA– Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat pada Kamis dini hari (24/04/2025). Berdasarkan laporan resmi dari MAGMA Indonesia, dalam periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, ada lima kali guguran lava pijar.
Guguran mengarah ke sektor barat daya, tepatnya ke arah Kali Bebeng, dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.700 meter.
Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah saat ini masih berada pada status Level III atau Siaga.
Cuaca di sekitar gunung saat pengamatan mendung, dengan suhu udara berkisar antara 17,3 – 20,2°C, kelembaban tinggi 93,8 – 98%, dan angin bertiup tenang ke arah timur.
Dalam periode tersebut, aktivitas kegempaan mencatat 35 kali gempa guguran dan 33 kali gempa hybrid/fase banyak.
Meski visual gunung tertutup kabut, tim pengamatan mencatat aktivitas guguran lava masih cukup signifikan. Ini menunjukkan bahwa suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apapun di daerah potensi bahaya, terutama di sektor selatan-barat daya yang mencakup Sungai Boyong, Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga sejauh 5–7 kilometer dari puncak.
Selain itu, masyarakat juga sebaiknya mewaspadai potensi awan panas guguran (APG) dan bahaya lahar terutama saat turun hujan di kawasan puncak Merapi.
Material vulkanik dari letusan eksplosif juga dapat menyebar hingga radius 3 kilometer dari kawah utama.
Pihak berwenang menegaskan, apabila terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas vulkanik, status Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. Informasi akan disampaikan kepada publik melalui kanal resmi.
Masyarakat sebaiknya tetap tenang tapi waspada, serta selalu mengikuti perkembangan informasi dari instansi berwenang. (ef linangkung)