Kabar Merapi Terkini: Terekam Gempa Tektonik Jauh dan Puluhan Guguran Lava, Status Masih Siaga (Level III)

Bagikan :
Ilustrasi kabar merapi terkini hari ini Minggu, 4 Januari 2026 (Dok. Badan Geologi)

KabarJawa.com – Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang berdiri gagah di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah kembali menjadi sorotan.

Berdasarkan laporan pengamatan terbaru Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), untuk periode 24 jam pada tanggal 3 Januari 2026, gunung api setinggi 2.968 mdpl ini masih menunjukkan aktivitas yang cukup tinggi baik dari sisi kegempaan maupun visual.

Bagi masyarakat yang tinggal di lereng Merapi, khususnya di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, kewaspadaan tetap harus dijaga. Pasalnya, status Gunung Merapi saat ini masih ditetapkan pada Level III atau Siaga.

Dominasi Gempa Guguran dan Munculnya Tektonik Jauh

Sepanjang hari Sabtu, (3/1) kemarin, instrumen pemantauan mencatat aktivitas kegempaan yang cukup intens. Hal yang paling menonjol adalah tingginya jumlah gempa Guguran. Tercatat ada sebanyak 110 kali gempa Guguran dengan durasi yang bervariasi antara 31 hingga 301 detik.

Selain itu, terdeteksi adanya aktivitas Awan Panas Guguran (APG) sebanyak 2 kali. Durasi awan panas ini tercatat cukup panjang, yakni hingga 93 detik.

Baca juga  Baru Empat Titik, Pemkot Yogyakarta Akui Masih Terbatas Pasang Trash Barrier di Sungai

Tak hanya aktivitas vulkanik internal, alat pemantau juga menangkap sinyal 1 kali Gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 85 mm dan durasi lebih dari 2 menit. Gempa Hybrid atau Fase Banyak juga masih kerap terjadi, dengan total 77 kejadian.

36 Kali Guguran Lava ke Arah Barat Daya

Meskipun cuaca di sekitar puncak Merapi didominasi mendung dan kabut, namun pengamatan visual sempat merekam aktivitas yang jelas. Teramati adanya 36 kali guguran lava pijar yang meluncur dari puncak.

Arah luncuran material pijar ini dominan mengarah ke sektor Barat Daya, tepatnya menuju hulu Kali Sat atau Putih, Kali Krasak, dan Kali Bebeng.

Jarak luncur maksimum yang teramati mencapai 2.000 meter atau 2 kilometer dari puncak. Data pemantauan ini mencerminkan bahwa suplai magma masih terus berlangsung dari dalam tubuh gunung.

Waspada Potensi Bahaya

Selain ancaman awan panas, masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya sekunder berupa lahar. Laporan meteorologi menunjukkan bahwa cuaca di sekitar pos pengamatan sering kali mendung dan hujan. Tercatat volume curah hujan mencapai 55 mm per hari

Baca juga  Gunung Merapi Luncurkan 7 Kali Lava Sejauh 2.000 Meter, Warga Diminta Waspada

“Cuaca mendung, berawan, hujan. Angin bertiup tenang ke arah timur. Suhu udara 17.6-25.7 °C, kelembaban udara 76.7-98.5 %, dan tekanan udara 872.3-917.6 mmHg,” demikian keterangan tertulis BBTKG, dilansir KabarJawa.com pada Minggu, 4 Januari 2026.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk sangat waspada terhadap bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan deras mengguyur seputar puncak Gunung Merapi.

Rekomendasi Kawasan Rawan Bencana

Badan Geologi kembali menegaskan rekomendasi jarak aman yang harus dipatuhi. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya berikut ini:

  • Sektor Selatan-Barat Daya: Meliputi Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km).
  • Sektor Tenggara: Meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (maksimal 5 km).
  • Potensi Letusan Eksplosif: Lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Mengingat suplai magma yang masih berlangsung, potensi terjadinya awan panas guguran di dalam daerah bahaya tersebut masih sangat mungkin terjadi.

Sementara itu, BPPTKG mengungkap bahwa jika nantinya terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, tingkat aktivitas Gunung Merapi bakal segera ditinjau kembali.***

Baca juga  Miris, Bapak Baru Pulang Haji dan Adik Mas-Mas Pelayaran Jadi Tersangka Penganiayaan Pacar Driver Shopee Food

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid