Baru Empat Titik, Pemkot Yogyakarta Akui Masih Terbatas Pasang Trash Barrier di Sungai

Bagikan :
Trash barrier dipasang di sungai untuk menjaring sampah dari hulu. (Dok Pemkot Yogyakarta)

KABARJAWA – Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya mengatasi persoalan sampah di aliran sungai. Sampai pertengahan Juni 2025, DLH Kota Yogyakarta baru berhasil memasang empat unit floating trash barrier atau alat penghadang sampah di dua sungai utama, yakni Sungai Code dan Sungai Winongo.

Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kota Yogyakarta, Very Tri Jatmiko, menjelaskan bahwa pihaknya memasang trash barrier pada dua titik di setiap sungai.

Di Sungai Code, DLH menempatkan trash barrier di wilayah hulu utara Jembatan Sardjito dan di wilayah tengah selatan Jembatan Sayidan. Sementara itu, di Sungai Winongo, alat serupa dipasang di hulu Kali Buntung serta di wilayah tengah Pringgokusuman.

“Kami pasang trash barrier di masing-masing dua titik, di hulu dan tengah sungai, baik di Code maupun Winongo,” ujar Very saat dikonfirmasi pada Senin, 16 Juni 2025.

DLH Kota Yogyakarta memilih titik-titik tersebut berdasarkan volume sampah terbanyak yang terbawa aliran sungai dari wilayah hulu, terutama dari arah Kabupaten Sleman.

Baca juga  Baru Kelola 27,5 Ton Sampah Organik per Hari, Pemkot Yogyakarta Percepat Program Emberisasi dari Hulu

Very menyatakan bahwa trash barrier berfungsi menjaring sampah agar tidak menyebar ke badan sungai bagian bawah. Dengan demikian, proses pembersihan menjadi lebih efektif karena sampah terkumpul di satu titik.

Namun, Very juga mengakui bahwa trash barrier belum sepenuhnya optimal ketika hujan lebat melanda. Ia menyebut bahwa arus deras sempat menyeret trash barrier di hulu Winongo (Kali Buntung) hingga masuk ke wilayah Bantul. Untuk mencegah kerusakan, petugas sementara melepas trash barrier tersebut saat debit air tinggi dan arus deras terjadi.

Kondisi serupa juga terjadi di titik lainnya, kecuali pada trash barrier di Sungai Code bagian tengah yang hingga kini masih tetap terpasang.

“Kami lepas sementara trash barrier jika curah hujan tinggi karena aliran bisa sangat deras. Ini untuk mencegah alat hanyut dan rusak,” ungkapnya.

Efektivitas dan Rencana Perluasan Trash Barrier

Meski demikian, Very menegaskan bahwa keberadaan trash barrier telah meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di sungai. Ia memaparkan bahwa sebelum alat tersebut dipasang, rata-rata sampah yang diambil dari Sungai Code hanya sekitar 95 kilogram per hari.

Baca juga  Sungai Yogya Tertimbun Sedimentasi, Pemkot Gerakkan Normalisasi Besar-besaran

Setelah pemasangan trash barrier pada pertengahan Mei 2025, volume sampah yang berhasil dijaring meningkat signifikan menjadi sekitar 200 kilogram per hari.

“Setiap hari petugas ulu-ulu membersihkan sampah yang terjaring dan membawanya ke depo sampah terdekat. Kami juga terus melakukan edukasi kepada warga sekitar agar ikut menjaga dan merawat trash barrier ini,” lanjutnya.

Ia menambahkan bahwa trash barrier juga berfungsi sebagai penyaring sampah untuk wilayah aliran sungai di bawahnya. Sebagai contoh, trash barrier di selatan Jembatan Sayidan terbukti mengurangi volume sampah yang sampai ke Dam Surokarsan.

DLH Kota Yogyakarta menargetkan pemasangan trash barrier di seluruh sungai yang melintasi Kota Yogyakarta, termasuk Sungai Gajah Wong dan Sungai Manunggal. Namun untuk saat ini, DLH masih memprioritaskan dua sungai utama karena volume sampah yang paling tinggi berasal dari wilayah tersebut.

Sebelumnya, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo juga menegaskan pentingnya pengendalian sampah sungai demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan kota. Hasto menilai bahwa pemasangan trash barrier menjadi langkah awal yang krusial dalam menyaring sampah dari wilayah luar kota sebelum masuk ke pusat Kota Yogyakarta.

Baca juga  Biota Laut Mirip Udang Muncul di Pantai Baru Bantul, DKP Peringatkan: Jangan Dikonsumsi!

“Kita pasang barrier karena tidak mau air dari Sleman membawa sampah masuk ke kota. Kita jaring dulu. Kalau nanti tetap ada sampah di dalam kota, berarti itu sampah dari warga kita sendiri dan itu harus kita tindak,” tegas Hasto.

Hasto pun berkomitmen akan memperluas pemasangan trash barrier ke bagian hilir sungai. Dengan begitu, DLH bisa lebih mudah mengidentifikasi sumber sampah dan menindaklanjuti sesuai data yang ada.

“Kita harus punya kota yang bersih dan sehat. Langkah ini bagian dari penegasan bahwa kita serius mengelola sampah, termasuk dari sungai,” pungkasnya.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid