Jumat Pagi Awan Panas Guguran Gunung Merapi Kembali Terjadi, Aktivitas Meningkat dan Warga Diminta Siaga Penuh

Bagikan :
Awan Panas Jumat Pagi/Foto: Kementian ESDM

KabarJawa.com– Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas yang signifikan pada Jumat pagi, 1 Mei 2026.

Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan awan panas guguran meluncur sejauh 1.800 meter ke arah barat, tepatnya menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih.

Peristiwa ini terjadi pada pukul 05.36 WIB dengan amplitudo maksimum mencapai 31 mm dan durasi 182,33 detik.

Awan Panas Jumat Pagi

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menegaskan bahwa aktivitas ini merupakan bagian dari dinamika Gunung Merapi yang masih berada pada Level III atau Siaga.

Ia menyatakan bahwa suplai magma dari dalam gunung masih berlangsung dan berpotensi memicu awan panas guguran lanjutan sewaktu-waktu.

“Data pemantauan kami menunjukkan aktivitas internal Gunung Merapi masih cukup tinggi. Kami meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak beraktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona bahaya,” ujar Agus.

Sepanjang periode pengamatan 30 April 2026 pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, petugas mencatat berbagai aktivitas kegempaan yang cukup intens.

Baca juga  Aktivitas Gunung Merapi 27 Maret–2 April 2026: Kubah Lava Membesar, Awan Panas Mengintai Lereng Barat Daya

Tercatat tiga kali awan panas guguran dengan amplitudo antara 15 hingga 48 mm dan durasi hingga 140 detik. Selain itu, terjadi 124 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter ke arah Kali Krasak, Boyong, dan Sat/Putih.

Aktivitas kegempaan lain juga menunjukkan dinamika yang tinggi, termasuk gempa hybrid sebanyak 66 kali, satu gempa vulkanik dangkal, satu gempa frekuensi rendah, serta satu gempa tektonik jauh.

Semua indikator ini memperkuat analisis bahwa tekanan magma di dalam tubuh Gunung Merapi masih aktif.

Dari sisi visual, pengamatan menunjukkan kondisi gunung relatif jelas meski sesekali tertutup kabut. Asap kawah berwarna putih terpantau dengan intensitas sedang hingga tinggi, mencapai ketinggian sekitar 200 meter di atas puncak.

Kondisi meteorologi dengan dominasi cuaca berawan hingga hujan dengan curah hujan 30 mm per hari juga meningkatkan potensi bahaya sekunder seperti lahar.

Imbauan BPPTKG

BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi tegas untuk masyarakat. Warga dilarang melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, khususnya di sektor selatan hingga barat daya yang mencakup Sungai Boyong sejauh 5 km serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng hingga 7 km.

Baca juga  Gunung Merapi Dua Kali Luncurkan Awan Panas Sejauh 2.500 Meter, Warga Diminta Tetap Waspada

Sementara itu, sektor tenggara seperti Sungai Woro dan Gendol juga memiliki potensi bahaya masing-masing hingga 3 km dan 5 km.

Selain ancaman guguran lava dan awan panas, masyarakat juga perlu mengantisipasi potensi lontaran material vulkanik yang dapat menjangkau radius 3 km dari puncak jika terjadi erupsi eksplosif.

Kondisi hujan di sekitar Merapi juga meningkatkan risiko banjir lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai berhulu di gunung tersebut.

Agus Budi Santosa kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap informasi resmi. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan serta selalu memantau perkembangan melalui kanal resmi BPPTKG dan PVMBG.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami meminta semua pihak untuk disiplin mengikuti rekomendasi yang telah dikeluarkan,” tegasnya.

Hingga saat ini, status Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Pemerintah dan pihak terkait terus melakukan pemantauan intensif serta siap mengambil langkah cepat jika terjadi peningkatan aktivitas yang lebih signifikan.

Perkembangan terbaru Gunung Merapi dapat masyarakat akses secara berkala melalui kanal resmi BPPTKG. Masyarakat di sekitar lereng Merapi harus tetap tenang tapi meningkatkan kewaspadaan. (ef linangkung)

Baca juga  Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran 2.000 Meter, BPPTKG Ingatkan Warga Tetap Waspada

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid