JTE 2025 Jadi Magnet Pariwisata Dunia, Ratusan Pelaku Industri Berebut Perluas Jejaring Kemitraan

Bagikan :
Gelaran Jogja Travel Exchange (JTE) 2025 di Grha Pandawa Yogyakarta. (Istimewa)

KabarJawa.com – Ratusan pelaku industri pariwisata dari dalam dan luar negeri tumpah ruah di Grha Pandawa Yogyakarta.

Suasana riuh namun penuh optimisme mewarnai gelaran Jogja Travel Exchange (JTE) 2025, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan buyer dan seller pariwisata dalam satu panggung kolaborasi besar.

Operator tur, agen perjalanan, hotel, restoran, pusat oleh-oleh, event organizer, pengelola destinasi wisata hingga UMKM pariwisata, semuanya hadir untuk memperluas jejaring kemitraan dan membangun strategi bersama.

Bagi Yogyakarta, JTE 2025 bukan sekadar temu bisnis. Ajang ini berubah menjadi medan pertempuran ide, ruang negosiasi, sekaligus jembatan emas untuk menghubungkan pariwisata lokal dengan pasar internasional.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak hanya sekadar menjadi tuan rumah, tetapi juga motor penggerak lahirnya ekosistem pariwisata berkelas dunia.

“Kami ingin Yogyakarta serius memposisikan diri di panggung internasional. JTE 2025 tidak boleh berhenti pada transaksi lokal. Kami ingin buyer dan seller dari mancanegara masuk, agar Yogyakarta benar-benar menjadi destinasi unggulan nasional sekaligus internasional,” tegas Wawan dalam sambutannya.

Baca juga  H+1 Lebaran 2026, Kunjungan Wisata Bantul Tembus 16.988 Orang, Jalur Parangtritis Padat

Kolaborasi Lintas Sektor Demi Pariwisata Berkelanjutan

Gelaran JTE 2025 juga menghadirkan forum bergengsi Jogja Tourism Talk dengan tema “Synergy for Sustainability, Developing Tourism through Multi-Stakeholder Partnerships”.

Dalam forum itu, Wawan menekankan pentingnya konsep pariwisata berkelanjutan. Ia mengajak seluruh stakeholder untuk menjadikan prinsip eco friendly sebagai komitmen bersama.

“Pariwisata tidak cukup hanya tumbuh. Ia harus berkelanjutan. Eco friendly adalah kata kunci agar Yogyakarta mampu menjadi destinasi hijau dan ramah lingkungan. Mari kita buktikan bahwa pariwisata Yogyakarta bisa maju tanpa merusak alam,” ujarnya penuh semangat.

Gelaran JTE 2025 menegaskan bahwa Yogyakarta bukan sekadar destinasi wisata budaya. Kota ini tampil sebagai pusat bisnis pariwisata dunia yang membuka peluang investasi, memperluas jejaring, dan menciptakan sinergi lintas sektor.

Dari forum diskusi, pertemuan buyer-seller, hingga transaksi bisnis, semuanya menegaskan bahwa pariwisata Yogyakarta siap naik kelas.

Dengan dukungan pemerintah, antusiasme pelaku usaha, serta komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan, JTE 2025 menjadi tonggak sejarah baru.

Yogyakarta berdiri tegak sebagai destinasi unggulan nasional sekaligus magnet internasional yang tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga menjanjikan untuk dikelola.

Baca juga  Rotasi Besar di Kejati DIY: Kajati Baru Lantik Sejumlah Pejabat Strategis, Tegaskan Integritas dan Kinerja Adhyaksa

Ketua Badan Promosi Pariwisata DIY, Gusti Kanjeng Ratu Bendoro mengaku takjub melihat antusiasme luar biasa dari para peserta. Antusiasmenya membuktikan bahwa pariwisata tidak pernah padam

“Hari ini benar-benar luar biasa. Teman-teman pariwisata menunjukkan keteguhan hati untuk bangkit. Saya ucapkan terima kasih atas kehadiran semua pihak yang sudah memilih Yogyakarta sebagai panggung bisnisnya ,” ungkapnya.

Tak kalah penting, Ketua DPD Insan Pariwisata Indonesia (IPI) sekaligus Ketua Panitia JTE 2025, Ahmad Rifai, menegaskan pentingnya membangun ekosistem pariwisata yang tidak hanya kuantitatif, tetapi juga berkualitas.

“Harapan kami jelas: pariwisata DIY harus bergerak menuju quality tourism. Iklim usaha yang sehat dan berkualitas akan membawa pariwisata ke level berikutnya. Itulah mengapa kegiatan ini kami gelar di berbagai titik: Sleman, Kota Yogyakarta, Gunungkidul, hingga Kulon Progo. Semua wilayah harus merasakan dampaknya,” katanya.

Salah satu buyer dari Barokah 99 Tour Travel & Umroh Haji Service Sidoarjo, Irma Hernawati, mengaku terkesan dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah maupun tokoh masyarakat.

Baca juga  Kota Batu Uji Coba Shuttle Bus untuk Atasi Kemacetan Saat Libur Lebaran 2025

“Baru kali ini saya melihat dukungan semasif ini. Dari pemerintah kota, pemda, hingga tokoh bangsawan seperti Kanjeng Ratu hadir langsung. Komitmen ini membuat saya kagum. Semoga ke depan pariwisata semakin mendapatkan dukungan penuh dari semua pihak,” ungkapnya.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid