Jembatan Kewek Yogyakarta Kritis: Mulai 10 Desember, Kendaraan Besar Dilarang Melintas

Bagikan :
Ilustrasi rekayasa lalu lintas Jembatan Kewek karena kondisinya kritis (Ist)

KabarJawa.com – Kondisi Jembatan Kewek belakangan menjadi sorotan publik, khususnya warga masyarakat Yogyakarta.

Jembatan yang sudah menjadi jalur penghubung strategis di pusat kota ini dilaporkan telah mencapai tingkat kritis. Sehingga, menindaklanjuti kondisi struktural jembatan yang memprihatinkan itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta bersama instansi terkait bakal melaksanakan penerapan rekayasa lalu lintas.

Diketahui bahwa Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Yogyakarta, Polda DIY, serta Dishub DIY telah bekerja sama melakukan pengecekan teknis lapangan dan memasang berbagai prasarana pendukung rekayasa lalu lintas.

Pemasangan perlengkapan seperti water barrier, rambu pengalihan arus, hingga portal pembatas tinggi kendaraan telah dilakukan sebagai persiapan awal.

Jadwal Penerapan Rekayasa dan Durasi Pemberlakuan

Rekayasa lalu lintas ini segera diterapkan untuk mencegah risiko kerusakan lebih lanjut pada Jembatan Kewek yang kian kritis. Berdasarkan pengumuman resminya, berikut jadwalnya:

Mulai Berlakunya Pengalihan Arus

Skenario rekayasa lalu lintas di kawasan Jembatan Kewek akan mulai berlaku pada Rabu, 10 Desember 2025, pukul 09.00 WIB.

Baca juga  Anggota DPR RI My Esti Wijayanti: Siapkan 12 Pengacara untuk Bocah Korban Perkosaan di Gunungkidul

Jangka Waktu Penerapan

Pengaturan lalu lintas ini diketahui bersifat jangka panjang dan akan berlangsung hingga proses pembangunan atau perbaikan Jembatan Kewek rampung. Artinya, masyarakat harus bersiap menghadapi perubahan rute ini selama beberapa waktu ke depan.

Larangan dan Pengecualian Akses Jembatan

Sebagai langkah pengamanan awal untuk mengurangi beban struktural, Pemkot Yogyakarta memberlakukan larangan mutlak bagi kendaraan tertentu.

Larangan untuk Kendaraan Berat

Secara tegas, kendaraan besar dan berat dilarang keras melintas di Jembatan Kewek. Pembatasan jenis kendaraan ini dinilai menjadi solusi jangka pendek yang vital untuk menahan laju kerusakan jembatan.

Pengecualian Akses Roda Dua

Khusus bagi kendaraan roda dua (motor), akses melintasi Jembatan Kewek masih diperbolehkan, namun dengan catatan.

Kepala Dishub Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho, mengungkap bahwa pengguna jalan tidak diperkenankan untuk berhenti apalagi parkir di atas jembatan.

“Mohon saat melewati Jembatan Kewek tidak perlu berhenti, apalagi parkir. Cukup lewat saja, jangan menambah beban jembatan,” katanya dilansir KabarJawa.com pada Selasa, 9 Desember 2025.

Baca juga  Prakiraan Cuaca Yogyakarta 17 Februari 2025: Cerah di Pagi Hari, Hujan Ringan di Sore Hari

Detail Skema Pengalihan Arus Lalu Lintas Jembatan Kewek

Dampak dari larangan melintas di Kewek bagi kendaraan besar diatasi dengan pengalihan arus ke jembatan alternatif dan penyesuaian rute di kawasan sekitarnya.

  • Rute Stasiun Yogyakarta: Kendaraan dari arah Stasiun Yogyakarta yang semula akan menuju Malioboro, kini diwajibkan memutar terlebih dahulu melalui sisi timur Stadion Kridosono.
  • Arus Jalan Mataram: Kendaraan dari Jalan Mataram yang biasanya mengambil lajur kanan untuk menuju Jalan Kleringan, mulai tanggal 10 Desember akan dialihkan ke lajur kiri. Pengaturan APILL juga diaktifkan untuk mengatur arus baru ini secara efisien.

Pihak Dishub pun memastikan bahwa seluruh rekayasa yang diterapkan akan dievaluasi secara berkala menyesuaikan kondisi lapangan serta dinamika lalu lintas.

Apakah Jembatan Kewek akan Dibongkar?

Sementara, pemerintah setempat juga telah menyiapkan rencana terkait nasib jembatan tersebut. Jadi, nantinya Jembatan Kewek akan dibongkar dan dibangun kembali secara menyeluruh.

Dana sekitar Rp19 miliar dari APBN Tahun Anggaran 2026 pun bakal disiapkan. Akan tetapi, nilai sejarah dari jembatan dengan usia lebih dari 100 tahun itu nantinya bakal tetap dijaga lewwat dokumentasi serta pengamanan elemen bersejarahnya.***

Baca juga  Mahasiswa FBE UAJY Raih Juara III Sustainova Fest 2026 Berkat Inovasi Pembalut Ramah Lingkungan NaturiaPad

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid