Inspektorat Kota Yogyakarta Beri Catatan Strategis Pengelolaan Belanja hingga PAD, Dorong Tata Kelola Pemerintahan Berkualitas

Bagikan :

Pembinaan Pengawasan dan Dukungan Manajemen pada Kegiatan Inspektorat (Manajemen Oversight Semester II Tahun 2025)/Foto: Pemkot Yogyakarta

KabarJawa.com — Inspektorat Kota Yogyakarta menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan akuntabel, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui pelaksanaan pengawasan Semester II Tahun 2025, Inspektorat masih menemukan sejumlah catatan penting yang perlu segera mendapat perhatian serius dari seluruh perangkat daerah.

Inspektur Inspektorat Kota Yogyakarta, Fitri Paulina Andriani, menjelaskan bahwa Inspektorat sebagai Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) menjalankan fungsi strategis untuk mendukung Wali Kota Yogyakarta.

Inspektorat secara aktif melaksanakan audit, reviu, monitoring, evaluasi, pemantauan, hingga layanan konsultasi bagi seluruh perangkat daerah.

“Inspektorat tidak hanya hadir sebagai pengawas, tetapi berperan sebagai mitra strategis perangkat daerah agar penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai ketentuan dan terus mengalami perbaikan,” ujar Fitri.

Sejumlah Catatan Penting Inspektorat Kota Yogyakarta

Dalam pelaksanaan pengawasan Semester II Tahun 2025, Inspektorat Kota Yogyakarta menjalankan berbagai bentuk pengawasan secara komprehensif.

Inspektorat melaksanakan audit operasional, audit kinerja, audit probity, pengawasan tematik, hingga pengawasan investigatif pada sejumlah sektor strategis.

Dari rangkaian pengawasan tersebut, Inspektorat masih menemukan beberapa catatan krusial. Fitri menyebutkan bahwa catatan tersebut mencakup pengelolaan belanja, administrasi aset, pengukuran kinerja, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca juga  Hanya 7,5 Persen Gedung Penuhi Standar Kebakaran, Pemkot Luncurkan SIPROTEK Award

“Temuan-temuan ini menjadi bahan evaluasi penting bagi perangkat daerah agar ke depan pengelolaan keuangan dan kinerja dapat berjalan lebih efektif dan tertib,” jelasnya.

Fitri menegaskan bahwa seluruh hasil pengawasan tidak bertujuan untuk mencari kesalahan. Inspektorat justru menempatkan pengawasan sebagai instrumen perbaikan tata kelola pemerintahan secara berkelanjutan.

Inspektorat secara aktif melakukan pemantauan tindak lanjut atas setiap rekomendasi hasil pengawasan. Selain itu, Inspektorat juga membuka layanan klinik konsultasi bagi perangkat daerah sebagai langkah preventif agar permasalahan serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

“Kami menekankan bahwa pengawasan bertujuan untuk memperbaiki tata kelola. Karena itu, Inspektorat juga memastikan tindak lanjut berjalan tepat agar permasalahan dapat diselesaikan secara tuntas,” tegas Fitri.

Ke depan, Inspektorat Kota Yogyakarta mendorong penguatan sistem pengendalian pada berbagai program strategis daerah. Inspektorat menilai sinergi lintas perangkat daerah menjadi faktor kunci keberhasilan pembangunan.

Fitri menyoroti pentingnya identifikasi risiko strategis sejak tahap perencanaan. Ia menyebutkan sejumlah isu prioritas yang memerlukan pengendalian ketat, seperti penanganan sampah, peningkatan PAD, pengendalian inflasi, serta percepatan penurunan stunting.

“Kami mendorong perangkat daerah untuk mengidentifikasi risiko strategis sejak awal agar pengendalian dapat disiapkan secara tepat,” tuturnya.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Berhasil Menyulap Pasar Terban jadi Pasar Ayam Modern yang Aman dan Nyaman

Selain itu, Fitri menekankan pentingnya perbaikan manajemen data dan informasi. Menurutnya, pemutakhiran, analisis, dan integrasi data menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan daerah yang akurat dan tepat sasaran.

“Manajemen data yang baik akan menentukan kualitas kebijakan strategis daerah,” pungkasnya.

Wakil Wali Kota Tekankan Pengawasan Berkualitas dan Kolaboratif

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mendorong pengawasan pemerintahan yang juga menitikberatkan pada kualitas hasil dan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wawan dalam Acara Pembinaan Pengawasan dan Dukungan Manajemen pada Kegiatan Inspektorat (Manajemen Oversight Semester II Tahun 2025) yang digelar di Ruang Yudistira, Kompleks Balai Kota Yogyakarta, Jumat (19/12).

Wawan menilai penguatan fungsi pengawasan menjadi kunci dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan kolaboratif. Ia mengakui bahwa ego sektoral masih menjadi tantangan serius di lingkungan perangkat daerah.

“Ke depan, kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Jogja harus dibangun dengan semangat kolaborasi dan keterbukaan,” tegasnya.

Dorong Pergeseran Paradigma dari Kuantitas ke Kualitas

Wawan menekankan bahwa pengawasan dan perencanaan tidak cukup hanya memastikan kegiatan berjalan sesuai aturan. Pemerintah daerah harus mampu menjamin bahwa setiap program benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga  Gunungkidul Siaga Hidrometeorologi Basah hingga 31 Januari 2026, BPBD DIY Perpanjang Status Darurat hingga Maret

“Secara laporan mungkin terlihat baik, tetapi kalau dampaknya tidak dirasakan masyarakat, itu harus kita evaluasi. Yang kita kejar adalah kualitas,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar penganggaran daerah lebih fokus pada program-program prioritas yang berdampak besar. Wawan menilai pemerintah perlu berani mengeliminasi kegiatan kecil yang tidak memberikan nilai tambah signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Wawan menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran daerah. Ia memastikan tidak akan melakukan intervensi terhadap perangkat daerah.

“Saya pastikan semua proses berjalan transparan. Tidak ada intervensi dan tidak ada titipan. Jika ada yang mengatasnamakan saya, silakan laporkan,” tegasnya.

Wawan juga menekankan pentingnya memperkuat peran Inspektorat dalam aspek pencegahan sejak tahap perencanaan.

Selain itu, ia mengingatkan perlunya sinkronisasi pembangunan antara Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Provinsi DIY, dan Keraton Yogyakarta agar kebijakan berjalan selaras.

Menutup sambutannya, Wawan mengajak seluruh jajaran OPD untuk menata Kota Yogyakarta dengan semangat inovasi, integritas, dan tanggung jawab.

Ia optimistis kualitas sumber daya manusia yang dimiliki mampu membawa Pemerintah Kota Yogyakarta menuju pemerintahan yang bersih, efektif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid