Inflasi DIY Capai 0,42 Persen pada Oktober 2025, Emas Perhiasan jadi Pemicu Utama

Bagikan :
Inflasi DIY/Foto: Freepik

KabarJawa.com– Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali mencatat laju inflasi yang terkendali pada Oktober 2025.

Badan Pusat Statistik (BPS) DIY melaporkan, inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m) mencapai 0,42 persen, sedangkan inflasi tahun kalender (Oktober 2025 terhadap Desember 2024) sebesar 2,18 persen.

Adapun inflasi tahunan (Oktober 2025 terhadap Oktober 2024) tercatat 2,90 persen, masih berada dalam kisaran target inflasi nasional.

Kepala BPS DIY, Ir. Herum Fajarwati, M.M., menjelaskan bahwa angka ini menunjukkan kestabilan harga di tengah meningkatnya aktivitas ekonomi menjelang akhir tahun.

“Inflasi DIY pada Oktober ini tetap terkendali. Kenaikan harga memang terjadi, tetapi masih dalam batas wajar dan didorong oleh kelompok-kelompok tertentu,” ujarnya dalam rilis resmi BPS, Senin (3/11/2025).

Pendorong Terbesar Inflasi DIY

Berdasarkan laporan BPS, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi dengan andil 0,19 persen terhadap inflasi bulanan.

Kenaikan harga emas perhiasan menjadi penyumbang utama kelompok ini. Lonjakan harga emas global dalam dua bulan terakhir terbukti berdampak signifikan terhadap pergerakan harga di pasar lokal.

Baca juga  Inflasi DIY Tetap Stabil, Pemerintah Daerah Bergerak Cepat Kendalikan Harga Pangan

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut memberikan andil besar terhadap inflasi, yakni 0,14 persen.

Komoditas seperti beras, kelapa, dan cabai merah menjadi pemicu utamanya. Di sisi lain, penurunan harga beberapa komoditas hortikultura seperti bayam, tomat, terong, dan cabai rawit menahan laju inflasi agar tidak lebih tinggi.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, delapan kelompok mengalami kenaikan indeks harga. Selain perawatan pribadi dan makanan, kelompok pendidikan juga menunjukkan peningkatan harga cukup tinggi, yakni 0,78 persen, akibat naiknya uang kuliah akademi dan perguruan tinggi di beberapa wilayah.

Secara tahunan, pola inflasi di DIY tidak banyak berubah. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta perawatan pribadi dan jasa lainnya tetap menjadi penyumbang inflasi terbesar.

Masing-masing menyumbang 1,22 persen dan 0,79 persen terhadap inflasi year-on-year (y-on-y).

Kenaikan harga beras, kelapa, cabai merah, telur ayam ras, serta tarif kontrak rumah turut memperkuat tekanan inflasi tahunan.

Meski demikian, penurunan harga beberapa kebutuhan rumah tangga seperti cabai rawit, bawang putih, dan sayuran daun masih membantu menjaga kestabilan harga.

Baca juga  JCW Dorong Orang Tua Siswa SD Swasta di Kalasan Lapor Polda DIY karena Ijazah Ditahan Sekolah

“Dari sisi tahunan, kondisi harga di DIY masih stabil. Aktivitas konsumsi masyarakat yang tetap tinggi menunjukkan daya beli masih kuat, tapi kewaspadaan tetap diperlukan terhadap komoditas-komoditas yang rentan fluktuasi, terutama emas perhiasan dan bahan pangan strategis,” tutur Herum.

Yogyakarta Catat Inflasi Tertinggi, Gunungkidul Terendah

Secara spasial, inflasi tidak merata di seluruh wilayah DIY. Kota Yogyakarta menjadi daerah dengan inflasi tertinggi, yaitu 0,59 persen (m-to-m) atau 3,25 persen (y-on-y).

Kenaikan harga di kota ini banyak disumbang oleh kebutuhan konsumsi perkotaan, terutama jasa pendidikan dan barang perawatan pribadi.

Sementara itu, Kabupaten Gunungkidul mencatat inflasi terendah di provinsi ini, yaitu 0,28 persen (m-to-m) dan 2,61 persen (y-on-y).

Kondisi tersebut menggambarkan perbedaan pola konsumsi antara daerah perkotaan dan perdesaan di DIY.

Menjelang akhir tahun, aktivitas konsumsi masyarakat akan terus meningkat seiring dengan momen liburan dan musim panen sebagian komoditas.

Namun, tekanan harga dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lain, terutama emas perhiasan, perlu diwaspadai karena berpotensi mendorong inflasi di bulan-bulan mendatang.

Baca juga  TNI Siap Berantas Premanisme dan Ormas Meresahkan di DIY, Danrem 072/Pamungkas Tegaskan Komitmen Tindak Tegas

BPS DIY menilai bahwa pola inflasi ini mencerminkan dinamika ekonomi daerah yang sehat. Dengan laju inflasi di bawah 3 persen, daya beli masyarakat tetap terjaga, dan stabilitas harga di pasar masih dapat dikendalikan oleh pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya