Hingga Oktober 2025 Tercatat 194 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Bantul, Pemkab Terus Perkuat Sistem Perlindungan

Bagikan :
Peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan/Foto: Pemkab Bantul

KabarJawa.com– Sampai Oktober 2025, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mencatat 194 kasus kekerasan.

Angka itu menghadirkan kecemasan baru dan menunjukkan bahwa ancaman kekerasan masih menghantui banyak keluarga di Bantul.

Di tengah udara pagi yang teduh pada sebuah gelaran resmi, Kepala DP3AKB Bantul, Ninik Istitarini, berdiri tegak di hadapan peserta.

Dengan nada tegas, ia menyampaikan bahwa kekerasan terhadap perempuan berakar pada ketidakadilan gender dan penyalahgunaan relasi kuasa.

Ia menegaskan bahwa masyarakat masih kerap memandang perempuan sebagai pihak yang lebih rendah dan rentan, sehingga kekerasan terjadi secara berulang.

“Kekerasan terjadi pula karena adanya ketimpangan laki-laki dan perempuan, kemudian menetapkan perempuan menjadi rentan terhadap kekerasan,” ungkapnya.

Dia menekankan bahwa masalah itu muncul akibat konstruksi sosial yang berlangsung lama. Dan hal itu harus menjadi perhatian agar kasus serupa tidak terus terulang.

Data Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Ninik kemudian memaparkan angka-angka yang menegangkan. Pada 2024, Bantul mencatat 209 kasus kekerasan, terdiri atas 112 kasus terhadap perempuan dan 97 kasus terhadap anak.

Baca juga  Tunjangan Puluhan Juta DPRD DIY Picu Polemik, Sri Sultan HB X Tegaskan Semua Aturan dari Pusat

Hingga Oktober 2025, tercatat 194 kasus, dengan rincian 96 kasus perempuan dan 98 kasus anak. Data itu menunjukkan bahwa jumlah kasus anak justru melampaui kekerasan terhadap perempuan.

Masyarakat Bantul berhadapan dengan berbagai bentuk kekerasan yaitu kekerasan fisik: 39 kasus, psikis: 74 kasus, perkosaan: 1 kasus, pelecehan seksual: 24 kasus, pencabulan: 27 kasus, penelantaran: 13 kasus, trafficking: 1 kasus, kekerasan berbasis gender online: 8 kasus, perebutan hak asuh anak: 6 kasus dan beberapa kasus perundungan pada anak

Pemetaan itu menunjukkan pola kekerasan yang semakin kompleks. Kekerasan tidak hanya terjadi di ruang fisik, tetapi juga mengalir melalui ruang digital.

Ninik menegaskan bahwa angka kekerasan yang tinggi tidak lahir dari ruang hampa. Faktor struktural dan kultural hadir secara kuat.

Budaya patriarki menempatkan laki-laki sebagai dominan, sementara perempuan kerap terjebak dalam ketergantungan ekonomi.

“Kami melihat perkembangan teknologi dan akses internet menciptakan ruang baru bagi kekerasan, seperti pelecehan dan eksploitasi seksual daring,” tuturnya.

Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan

Oleh karena itu, pihaknya mengusung tema Bersatu Akhiri Kekerasan Digital dalam rangka kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.

Baca juga  Rekomendasi Kuliner Malam di Jogja yang Enak Harga Terjangkau, Recommended Kalau ke Jogja!

“Anti kekerasan itu tidak hanya di 16 hari ini. Peringatan ini kami jadikan pengingat agar setiap hari masyarakat menjunjung prinsip anti kekerasan,” tegasnya.

Untuk menekan angka kekerasan, Pemerintah Kabupaten Bantul memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak.

Ninik menyampaikan bahwa pemerintah meningkatkan kapasitas petugas, melakukan pendampingan kepada penyintas, memperluas akses pelaporan, serta menggelar sosialisasi dan pencegahan di sekolah, kalurahan, dan berbagai komunitas.

Ketua TP PKK Bantul, Emi Masruroh Halim, meminta masyarakat lebih waspada terhadap kekerasan digital. Ia mengingatkan bahwa banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah menjadi korban kekerasan berbasis gender online.

“Jika kita renungkan, sering kali tanpa sadar kita bisa menjadi korban kekerasan digital,” ujarnya.

Mewakili Sekretaris Daerah Bantul, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Hermawan Setiaji, menegaskan pentingnya kerja bersama. Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat menyelesaikan masalah kekerasan sendirian.

“Penyelesaian masalah kekerasan harus dilakukan bersama, melibatkan pemerintah daerah dan berbagai organisasi yang peduli,” tegasnya.

Hermawan menyoroti faktor ekonomi sebagai akar kerentanan perempuan. Ia menyampaikan bahwa tingkat kemiskinan Bantul pada 2023 masih berada pada angka 11,96%.

Baca juga  Pemkab Bantul Serahkan Peta Batas Wilayah ke 10 Kalurahan, Fondasi Baru Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Pasti

Angka itu mencerminkan kerentanan ekonomi yang membuka peluang terjadinya kekerasan dalam rumah tangga maupun dalam relasi lainnya.

“Kami berharap angka ini dapat menjadi pertimbangan bagi pemangku kebijakan dalam menyusun program. Kami ingin program itu benar-benar berdampak pada penurunan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” tegasnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid