Hari Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni Tahunan, Mandat Sejarah yang Harus Terus Diperjuangkan

Bagikan :
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir/Foto: Muhammadiyah

KABARJAWA – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Indonesia tidak sekadar menjadi ritual tahunan yang penuh upacara dan simbolik.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa kemerdekaan adalah mandat sejarah yang wajib terus diperjuangkan.

Pidato Hari Kemerdekaan

Haedar membuka pidato dengan menegaskan bahwa 80 tahun perjalanan Indonesia tidak boleh hanya dipandang sebagai capaian administratif.

Ia menilai kemerdekaan harus terus dihidupkan sebagai energi kolektif untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa.

“Alhamdulillah, dalam perjalanan 80 tahun Indonesia Merdeka, kita menyaksikan banyak kemajuan di berbagai bidang kehidupan. Pendidikan, kesehatan, sosial, politik, ekonomi, hingga kehidupan beragama memberi banyak harapan bagi masa depan Indonesia,” ujar Haedar.

Haedar menekankan bahwa generasi muda, mulai dari milenial hingga generasi Z, menjadi tulang punggung estafet perjuangan bangsa. Ia menegaskan bahwa tantangan era postmodern di abad ke-21 menuntut keberanian, inovasi, dan keteguhan moral.

“Generasi muda jangan berhenti pada euforia digital. Mereka harus membawa estafet perjuangan dengan kecerdasan, integritas, dan semangat kebangsaan,” tegasnya.

Baca juga  Sensus Ekonomi 2026 DIY: Sri Sultan HB X Turun Langsung jadi Responden, Kirim Pesan Kuat Pentingnya Data

Dalam pidatonya, Haedar juga menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto. Ia menilai keberanian politik presiden menghadirkan arah baru menuju pemerintahan yang bersih, efisien, dan bebas korupsi.

“Patut diapresiasi political will Presiden Prabowo Subianto yang fokus pada pengembangan sumber daya manusia, mendorong pengusaha besar agar peduli bangsa, memihak rakyat kecil, serta menegakkan kedaulatan bangsa dengan kebijakan berbasis Asta Cita,” kata Haedar.

Menurutnya, langkah tersebut harus benar-benar terwujud menjadi kerja nyata, bukan sekadar wacana.

Peringatan Keras

Haedar menegaskan, kementerian hingga pemerintah daerah wajib bergerak dalam satu irama agar kebijakan presiden membawa harapan baru bagi bangsa.

“Yang terpenting, seluruh kementerian dan institusi pemerintahan hingga ke daerah mengikuti satu irama. Dengan begitu, Indonesia memiliki jalan baru untuk berkemajuan setelah 80 tahun merdeka,” tegasnya.

Pidato kebangsaan Haedar juga menjadi peringatan keras bagi para elite politik. Ia mengingatkan bahwa mandat rakyat bukan sarana untuk memperkaya diri, melainkan untuk mengabdi sepenuh hati.

“Khusus bagi para petinggi negeri, jadikan Indonesia merdeka sebagai mandat untuk mengabdi sepenuh hati. Lindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan penuh tanggung jawab. Jadikan jabatan sebagai amanah untuk memberi, bukan untuk meminta,” tuturnya.

Baca juga  Kementerian PU RI Bersinergi dengan Muhammadiyah, Tegakkan Pondasi Pembangunan Berkelanjutan untuk Negeri

Haedar menutup pidatonya dengan ajakan untuk menjadikan kemerdekaan bukan sekadar simbol atau seremoni.

Menurutnya, kemerdekaan harus terwujud dalam gerak nyata yang menghadirkan keadilan, persatuan, dan kesejahteraan rakyat.

“Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, kita harus menjadikan orientasi pada rakyat kecil dan pembangunan sumber daya manusia sebagai kunci. Mari wujudkan Indonesia yang bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, dan Indonesia maju sebagaimana tema ulang tahun ke-80 kemerdekaan tahun ini,” pungkasnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid