Hapus Ego Sektoral, Wagub DIY Tegaskan OPD Wajib Laporkan Capaian Riil demi Transparansi Publik

Bagikan :
Wagub DIY, KGPAA Paku Alam X/Foto: Pemda DIY

KabarJawa.com– Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan publik.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, secara tegas meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menghapus ego sektoral dan menyampaikan laporan kinerja berdasarkan capaian riil, bukan sekadar formalitas administratif.

Sri Paduka Paku Alam X menegaskan hal itu saat membuka Kick Off Meeting Pelaporan Pemerintah Daerah Se-DIY yang berlangsung di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (05/01/2025).

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwi Panti Indrayanti, para sekretaris daerah kabupaten/kota, serta seluruh kepala OPD se-DIY menghadiri acara ini.

Sistem Baru OPD DIY

Sri Paduka menegaskan bahwa penyelenggaraan pemerintahan daerah tidak boleh menjadi rutinitas tahunan yang bersifat administratif.

Menurutnya, dokumen pelaporan pemerintah daerah merupakan instrumen strategis untuk memastikan seluruh target pembangunan berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa Pemda DIY telah mengembangkan berbagai sistem pelaporan kinerja yang memungkinkan integrasi data secara lebih baik. Sistem tersebut, menurutnya, harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh OPD.

Baca juga  Panduan Rute ke Festival Lampion Jogja 2025 di Pantai Goa Cemara: Paling Cepat Lewat Jalan Mana?

“Penyampaian laporan secara periodik melalui berbagai sistem yang telah dikembangkan sangat membantu dalam pengelolaan data kinerja yang terintegrasi, terukur, dan akuntabel,” ujar Sri Paduka.

Namun demikian, Sri Paduka mengingatkan bahwa kecanggihan sistem tidak akan bermakna jika OPD masih terjebak pada pola lama. Ia meminta seluruh OPD menghentikan kebiasaan menyusun laporan sebagai dokumen formal semata.

Sri Paduka menekankan bahwa laporan kinerja harus mencerminkan kondisi nyata di lapangan, bukan hasil salin-tempel dari laporan tahun sebelumnya.

Ia menuntut kejujuran, ketelitian, serta keberanian untuk menyampaikan fakta apa adanya kepada publik.

“Seluruh OPD harus berkomitmen menyelesaikan laporan tepat waktu dan berkualitas, dengan mengedepankan verifikasi dan validasi data secara cermat. Laporan harus mencerminkan kondisi riil, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sri Paduka meminta para kepala OPD mengubah cara pandang dalam menyusun laporan. Ia menilai pendekatan OPD-sentris hanya akan mempersempit makna pelaporan kinerja dan mengaburkan tanggung jawab kolektif pemerintah daerah.

Transisi Penyusunan EKPD

Menurut Sri Paduka, seluruh OPD merupakan satu kesatuan unsur Pemerintah Daerah DIY yang bertanggung jawab langsung kepada masyarakat.

Baca juga  Masih Ada Waktu! Diskon Tiket Kereta Cukup Bayar 80% Sambut HUT ke-80 KAI

Oleh karena itu, laporan kinerja harus disusun untuk kepentingan publik, bukan demi citra instansi masing-masing.

“Kita melaporkan sebagai unsur Pemerintah Daerah DIY yang membantu Gubernur untuk disampaikan kepada publik, bukan dengan perspektif OPD-sentris,” ujar Sri Paduka dengan nada tegas.

Dalam konteks penyusunan laporan tahun 2025, Sri Paduka juga menekankan pentingnya kualitas substansi.

Ia meminta OPD mengedepankan aspek kualitatif, menjaga konsistensi antar dokumen, serta memastikan seluruh data dapat dipertanggungjawabkan secara nyata.

Untuk menjamin kualitas tersebut, Sri Paduka menginstruksikan seluruh kepala OPD melakukan verifikasi data secara menyeluruh dan memastikan tidak ada ketidaksesuaian antar laporan.

Tahun 2025 juga menjadi momentum penting bagi Pemda DIY dengan terjadinya transisi penyusunan laporan Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah (EKPD).

Tugas tersebut resmi beralih dari Bapperida ke Biro PIWP2 sebagai bagian dari penguatan struktur pelaporan pembangunan daerah.

Sri Paduka menegaskan bahwa perubahan tersebut bertujuan meningkatkan efektivitas dan kualitas laporan pembangunan. Namun, ia menekankan bahwa proses transisi tidak boleh menurunkan mutu laporan.

Baca juga  Temukan Kerusakan di Rusunawa Graha Bina Harapan, Wali Kota Yogyakarta Minta Segera Ada Pembenahan

“Terkait peralihan tugas dan fungsi penyusunan EKPD dari Bapperida ke Biro PIWP2, saya minta pengampu lama tetap terlibat aktif dalam transfer pengetahuan dan pengalaman agar kesinambungan kualitas laporan tetap terjaga,” tegasnya.

Sri Paduka menginstruksikan seluruh OPD sebagai leading sector pelaksanaan program pembangunan untuk segera bergerak cepat.

Ia meminta OPD memperkuat koordinasi teknis, meningkatkan komitmen kolektif, dan memastikan seluruh proses pelaporan berjalan sesuai tata kelola.

Pemda DIY berharap langkah ini mampu menghadirkan pemerintahan yang tidak hanya tertib administrasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid