Hakim Tolak Eksepsi Sri Purnomo, Sidang Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman Resmi Masuk Tahap Pembuktian

Bagikan :
Penolakan Eksepsi Sri Purnomo/Foto: Istimewa

KabarJawa.com– Jumat, 9 Januari 2026, palu hakim akhirnya memastikan arah nasib hukum mantan Bupati Sleman dua periode, Sri Purnomo.

Majelis hakim menolak seluruh eksepsi tim penasihat hukum terdakwa dan memerintahkan jaksa penuntut umum melanjutkan sidang dugaan korupsi pengelolaan dana hibah pariwisata Sleman tahun 2020 ke tahap pembuktian.

Putusan sela tersebut menandai babak penting dalam perkara yang sejak awal menyita perhatian publik. Dana hibah pariwisata yang seharusnya menggerakkan roda pemulihan ekonomi justru menyeret nama tokoh sentral pemerintahan Sleman ke meja hijau.

Majelis Hakim Tegas Menolak Eksepsi Sri Purnomo

Ketua majelis hakim, Melinda Aritonang, memimpin jalannya persidangan dengan didampingi hakim anggota Gabriel Siallagan dan Elias Hamonangan. Dalam pembacaan amar putusan, Melinda menyampaikan sikap majelis secara lugas dan tegas.

“Mengadili, satu, menyatakan keberatan eksepsi dari penasihat hukum terdakwa Sri Purnomo tidak dapat diterima. Dua, memerintahkan penuntut umum untuk melanjutkan pemeriksaan perkara dengan nomor register 23/Pid.Sus-TPK/2025/PN Yyk,” ujar Melinda di hadapan ruang sidang yang hening.

Baca juga  Aksi Kekerasan di Objek Wisata Bukit Bintang Bantul, Bermula dari Selisih Jalan Sepulang dari Pantai Gunungkidul

Dengan putusan tersebut, majelis hakim menilai surat dakwaan jaksa telah memenuhi syarat formil dan materiil.

Hakim menyatakan keberatan pihak terdakwa tidak menyentuh pokok perkara dan tidak dapat menggugurkan dakwaan.

Sri Purnomo mengikuti sidang putusan sela selama kurang lebih 45 menit. Ia mengenakan kemeja putih dan peci hitam, duduk rapi di kursi terdakwa, serta didampingi dua penasihat hukumnya.

Mantan Bupati Sleman itu tampak lebih banyak diam, sesekali menunduk saat hakim membacakan pertimbangan hukum.

Di bangku pengunjung, sekitar 25 orang memadati ruang sidang. Istri Sri Purnomo, Kustini, terlihat hadir bersama anak sulungnya.

Kehadiran keluarga menambah suasana emosional di ruang persidangan, terutama saat hakim memastikan perkara ini terus bergulir.

Perkara Korupsi Dana Hibah Pariwisata Jadi Sorotan

Kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah pariwisata Sleman tahun 2020 menjadi sorotan karena berkaitan langsung dengan anggaran publik yang ditujukan untuk sektor pariwisata.

Dana tersebut seharusnya membantu pelaku usaha pariwisata bertahan di tengah tekanan ekonomi, tapi justru diduga disalahgunakan.

Baca juga  Eks Bupati Sleman Sri Purnomo Resmi Ditahan Kejari, Terseret Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata 2020

Jaksa menilai perbuatan terdakwa berpotensi merugikan keuangan negara dan mencederai kepercayaan publik.

Oleh karena itu, jaksa menegaskan komitmen untuk membuktikan dakwaan melalui rangkaian pemeriksaan saksi dan alat bukti.

Usai sidang putusan sela, tim jaksa penuntut umum yang terdiri dari Wiwik Trihatmini, Shanty Elda Mayasari, dan Novi menyatakan kesiapan penuh untuk melanjutkan perkara. Jaksa langsung menyiapkan agenda pemeriksaan saksi sesuai arahan majelis hakim.

Majelis hakim memutuskan jadwal sidang lanjutan berlangsung intensif, yakni tiga kali dalam seminggu setiap Senin, Rabu, dan Jumat.

Jadwal padat tersebut menunjukkan keseriusan pengadilan dalam menuntaskan perkara ini secara efektif dan berimbang.

Pada sidang lanjutan yang akan berlangsung Senin, 12 Januari 2026, jaksa berencana menghadirkan tiga hingga empat saksi dari unsur dinas terkait.

Para saksi tersebut memiliki pengetahuan langsung mengenai proses pengelolaan dana hibah pariwisata.

Hakim Minta Jaksa Selektif Hadirkan Saksi

Dalam persidangan, majelis hakim juga memberikan catatan penting kepada jaksa penuntut umum.

Hakim meminta jaksa menyeleksi saksi secara cermat mengingat jumlah saksi pada tahap penyidikan mencapai 200 hingga 300 orang.

Baca juga  Viral Dugaan Klitih di Simpang Melia Purosani, Pelajar Diamankan Warga saat Subuh

Hakim Melinda menegaskan bahwa pengadilan tidak membatasi jumlah saksi, namun mengutamakan efektivitas dan relevansi keterangan.

“Bukan kami membatasi, tetapi jika saksi memiliki nilai dan keterangan yang sama, tidak perlu dihadirkan semuanya. Dengan begitu, pengadilan dapat memberikan hak yang sama secara adil kepada pihak terdakwa,” kata Melinda.

Dengan penolakan eksepsi Sri Purnomo, perkara dugaan korupsi dana hibah pariwisata Sleman kini resmi memasuki tahap pembuktian.

Pada fase ini, jaksa dan terdakwa akan beradu argumen melalui saksi, dokumen, dan alat bukti lain di hadapan majelis hakim.

Publik kini menanti persidangan berikutnya. Proses hukum ini tidak hanya menentukan nasib Sri Purnomo, tetapi juga menjadi cermin komitmen penegakan hukum terhadap pengelolaan anggaran publik. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya