
KabarJawa.com– Aksi kekerasan brutal yang terjadi di depan sebuah restoran viral di media sosial dan mengundang perhatian publik.
Insiden itu bermula dari persoalan sepele di jalan, tapi berujung pada penganiayaan terhadap dua pelajar yang tengah dalam perjalanan pulang dari Pantai Gunungkidul.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Jumat, 16 Januari 2026, sekitar pukul 12.57 WIB, tepat di depan Resto Bukit Indah, Dusun Plesedan, RT 04, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas pelaku yang hingga kini masih misterius.
Kronologi Aksi Kekerasan di Objek Wisata Bukit Bintang Bantul
Kejadian bermula saat dua korban, RBA dan MAR, melaju dari arah Putat, Patuk, Gunungkidul, menuju Sleman dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario warna hitam bernomor polisi AB-6090-ON.
Keduanya baru saja menyelesaikan perjalanan wisata dan berniat pulang ke rumah. Namun, di tengah perjalanan, rombongan korban berpapasan dengan seorang pengendara sepeda motor Honda Scoopy warna abu-abu.
Menurut keterangan saksi, pelaku mulai memepet kendaraan korban sejak wilayah Putat, Patuk. Situasi di jalan yang sempit dan gelap memicu ketegangan di antara mereka.
Ketegangan tersebut terus berlanjut hingga rombongan tiba di kawasan Bukit Bintang, tepatnya di depan Resto Bukit Indah. Di lokasi itu, pelaku secara tiba-tiba menghentikan motor korban.
Tanpa basa-basi dan penyebab pasti, pelaku langsung melayangkan pukulan ke arah korban. Akibat serangan mendadak tersebut, kedua korban mengalami luka fisik.
Korban pertama, RBA, pelajar asal Condongcatur, Sleman, mengalami dua kali pukulan di bawah mata kiri. Pukulan keras tersebut mengakibatkan memar ringan di bagian wajah.
Sementara itu, korban kedua, MAR, pelajar asal Kalasan, Sleman, menerima satu kali pukulan di bagian bibir. Benturan keras itu menyebabkan luka robek yang cukup serius.
Aksi kekerasan itu berlangsung cepat dan membuat suasana di sekitar lokasi mendadak panik. Pelaku langsung melarikan diri setelah melakukan penganiayaan, meninggalkan korban dalam kondisi terluka.
Keterangan Saksi Mata
Dua saksi mata, Danil Gumilang W., warga Karangmojo, Gunungkidul, dan Dini Alvianti, juga warga Karangmojo, menyaksikan langsung rangkaian kejadian tersebut.
Keduanya melihat pelaku memepet motor korban sejak dari arah Putat, Patuk, hingga akhirnya menghentikan korban di depan restoran.
Keterangan para saksi memperkuat dugaan bahwa insiden ini dipicu oleh selisih paham di jalan, yang kemudian berkembang menjadi aksi main hakim sendiri.
Iptu Rita Hidayanto menegaskan bahwa Polres Bantul telah menerima laporan resmi terkait kejadian ini. Pihak kepolisian kini mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta memburu pelaku yang identitasnya masih belum diketahui.
“Kasus ini masih kami dalami. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan segera melapor apabila memiliki informasi terkait kejadian tersebut,” ujar Iptu Rita. (ef linangkung)