Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 2 Kilometer, BPPTKG: Suplai Magma Masih Berlangsung

Bagikan :
Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran sejauh sekitar dua kilometer pada Minggu malam, sementara BPPTKG mempertahankan status Siaga. (Ist)

KabarJawa.com – Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi dengan meluncurkan awan panas guguran pada Minggu (28/6/2026) pukul 20.56 WIB.

Berdasarkan pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas meluncur sekitar dua kilometer ke arah barat menuju hulu Kali Sat dan Kali Putih.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa aktivitas Gunung Merapi masih belum mereda.

Hingga pembaruan terbaru, status Merapi tetap berada pada Level III (Siaga) dan masyarakat diminta tetap mematuhi seluruh rekomendasi di kawasan rawan bencana.

Awan Panas Berdurasi Hampir Dua Menit

BPPTKG mencatat awan panas guguran memiliki amplitudo maksimum 50,64 milimeter dengan durasi 118,41 detik.

Durasi tersebut menunjukkan masih terjadinya pelepasan material dari kubah lava yang terus mengalami perubahan akibat suplai magma dari dalam gunung.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, mengatakan aktivitas tersebut masih berkaitan dengan proses pertumbuhan kubah lava yang berlangsung hingga saat ini.

“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga masih berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam kawasan potensi bahaya. Karena itu masyarakat harus tetap disiplin mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan,” kata Agus Budi Santosa.

Baca juga  Merapi Siaga: Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.200 Meter ke Arah Kali Krasak, Warga Diminta Tetap Waspada

Menurutnya, awan panas guguran merupakan karakteristik erupsi efusif Merapi ketika material di kubah lava kehilangan kestabilan lalu runtuh dan meluncur menuruni lereng dengan suhu sangat tinggi.

Visual Gunung Tenang, Aktivitas Internal Masih Tinggi

Secara visual, kondisi Merapi pada siang hingga sore hari terlihat relatif tenang.

Puncak gunung tampak jelas dengan cuaca cerah hingga berawan dan asap kawah tidak teramati.

Namun, hasil pemantauan instrumental menunjukkan aktivitas di dalam tubuh gunung masih berlangsung cukup intensif.

Selama periode pengamatan pukul 12.00–18.00 WIB, BPPTKG merekam:

  • 48 gempa guguran
  • Amplitudo 2–12 milimeter
  • Durasi 30–142 detik
  • 48 gempa hybrid atau fase banyak
  • Amplitudo 3–30 milimeter
  • Selisih waktu gelombang S-P 0,2–0,8 detik
  • Durasi 7–20 detik

Data tersebut menjadi indikator bahwa dinamika magma masih aktif di bawah permukaan.

Status Merapi Tetap Level III (Siaga)

BPPTKG menegaskan masyarakat tidak boleh hanya mengandalkan pengamatan visual.

Penentuan status aktivitas gunung dilakukan berdasarkan berbagai parameter, mulai dari kegempaan, deformasi, perubahan morfologi kubah lava hingga hasil pemantauan visual.

Baca juga  Cara Cek Merapi Terkini Hari Ini 1 Menit yang Lalu: Pantau Link CCTV & Laporan Real Time di Sini

Atas dasar itu, status Gunung Merapi masih dipertahankan pada Level III atau Siaga.

Kawasan yang Berpotensi Terdampak

BPPTKG kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan yang masuk daerah potensi bahaya.

Sektor Selatan–Barat Daya

  • Sungai Boyong hingga 5 kilometer
  • Sungai Bedog
  • Sungai Krasak
  • Sungai Bebeng hingga 7 kilometer

Sektor Tenggara

  • Sungai Woro hingga 3 kilometer
  • Sungai Gendol hingga 5 kilometer

Jika sewaktu-waktu terjadi letusan eksplosif, material vulkanik juga berpotensi terlontar hingga radius tiga kilometer dari puncak.

Waspadai Ancaman Lahar

Selain guguran lava dan awan panas, BPPTKG mengingatkan masyarakat terhadap potensi banjir lahar.

Material vulkanik yang masih menumpuk di lereng dapat terbawa aliran sungai ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.

Karena itu, warga yang beraktivitas di sepanjang sungai berhulu di Gunung Merapi diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan mengguyur kawasan puncak.

Ringkasan Aktivitas Merapi

Parameter Keterangan
Waktu kejadian Minggu, 28 Juni 2026 pukul 20.56 WIB
Jenis aktivitas Awan panas guguran
Jarak luncur ±2 kilometer
Arah Hulu Kali Sat dan Kali Putih
Status Level III (Siaga)
Durasi 118,41 detik
Baca juga  DPR Jadi Sorotan Soal Gaji Rp100 Juta, My Esti Bongkar Fakta Tunjangan Rumah Rp50 Juta

BPPTKG Minta Warga Ikuti Informasi Resmi

BPPTKG memastikan pemantauan Gunung Merapi terus dilakukan selama 24 jam.

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi serta selalu mengikuti perkembangan aktivitas gunung melalui kanal resmi BPPTKG dan Badan Geologi.

Hingga pembaruan terbaru, ancaman guguran lava dan awan panas masih berpotensi terjadi selama suplai magma dari dalam Gunung Merapi terus berlangsung.

Warga di sekitar kawasan rawan bencana diimbau tetap mematuhi rekomendasi yang berlaku dan tidak memasuki zona potensi bahaya demi keselamatan.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid