Gunung Merapi Keluarkan 3 Awan Panas Guguran, Kubah Lava Barat Daya Alami Perubahan: Aktivitas Masih Tinggi dan Berstatus Siaga

Bagikan :
Awan Panas Guguran Merapi/Foto: Kementrian ESDM

KabarJawa.com— Aktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat pada periode 28 November hingga 4 Desember 2025.

Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat tiga kali awan panas guguran serta puluhan aktivitas guguran lava yang menunjukkan suplai magma masih berlangsung.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyampaikan laporan lengkap mengenai kondisi terbaru gunung api paling aktif di Indonesia itu.

Petugas pemantau Gunung Merapi melakukan pengamatan visual secara intensif selama sepekan. Mereka mencatat cuaca di sekitar puncak Merapi cenderung cerah pada pagi hingga malam hari, sementara siang dan sore lebih sering tertutup kabut.

Dalam kondisi yang cukup jelas, Gunung Merapi tampak terus mengeluarkan asap putih dengan tekanan lemah dan ketebalan bervariasi, mulai tipis hingga tebal, dengan ketinggian kolom asap antara 20–150 meter.

“Asap ini menandakan proses erupsi efusif masih berlangsung dan suplai magma tetap aktif di bawah permukaan,” ujarnya.

Tiga Awan Panas Guguran Meluncur

Dramatisnya aktivitas puncak minggu ini terlihat dari tiga kali awan panas guguran yang meluncur sejauh maksimum 2.000 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Krasak.

Baca juga  Warga Lereng Gunung Merapi Sepakat Buka Jalur Pendakian, TNGM Tegaskan Larangan Masih Berlaku

Awan panas guguran, yang terjadi akibat runtuhnya material kubah lava yang tidak stabil, menjadi indikator penting bahwa kubah aktif sedang mengalami tekanan dari dalam.

Selain itu, BPPTKG mencatat 53 kali guguran lava ke arah Kali Krasak (maks. 2.000 m), 18 kali guguran ke arah Kali Bebeng (maks. 2.000 m) dan 23 kali guguran ke arah Kali Sat/Putih (maks. 2.000 m).

Semua aktivitas guguran ini menegaskan bahwa potensi bahaya pada sektor selatan–barat daya tetap tinggi.

Rekaman kamera pengawas Deles5 dan Babadan2 menunjukkan perubahan morfologi pada Kubah Lava Barat Daya.

Perubahan ini terjadi akibat peningkatan volume dan aktivitas guguran lava. Namun, Kubah Tengah pada minggu ini tidak menunjukkan perubahan signifikan.

Melalui survei udara pada 30 Oktober 2025, BPPTKG mencatat volume terbaru kubah Barat Daya: 4.308.700 m³, kubah Tengah: 2.368.800 m³.

Perubahan morfologi kubah ini penting karena kubah yang semakin besar berpotensi runtuh sewaktu-waktu dan memicu awan panas.

Ratusan Gempa Vulkanik Terekam

Jaringan seismik Gunung Merapi kembali merekam aktivitas kegempaan yang tergolong tinggi. Dalam periode pengamatan, terjadi 3 gempa Awan Panas Guguran (APG), 1 gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 452 gempa Fase Banyak (MP) dan 1 gempa Low Frequency (LF), 520 gempa Guguran (RF) dan 8 gempa Tektonik (TT)

Baca juga  Tradisi Mubeng Beteng 1 Suro 2026 di Jogja Digelar 16 Juni: Ini Jadwal, Rute, dan Aturan Pesertanya

Jumlah ini relatif setara dengan minggu sebelumnya, namun tetap menunjukkan suplai magma yang konsisten menuju permukaan. Gempa MP dan RF mendominasi, menandakan pergerakan fluida magma dan aktivitas guguran yang terus berlangsung.

Pengukuran EDM dan GPS menunjukkan tidak ada perubahan jarak yang signifikan. Alat EDM di sektor barat laut (BAB0–RB2) mencatat jarak 3.840,436 – 3.840,447 meter, sedangkan baseline GPS Labuhan–Jarakah stabil pada kisaran 7.108,13 – 7.108,14 meter.

Data ini menandakan tubuh gunung tidak mengalami penggembungan besar yang mengarah pada erupsi eksplosif dalam waktu dekat.

Hujan intensitas tinggi terjadi pada 30 November 2025 di Pos Kaliurang dengan curah 11,64 mm/jam selama 118 menit.

Meski demikian, BPPTKG tidak menerima laporan adanya peningkatan aliran atau lahar di sungai berhulu Merapi. Namun, potensi lahar tetap perlu diwaspadai, terutama saat hujan deras turun di area puncak.

Aktivitas Merapi Masih Tinggi dan Berstatus SIAGA

BPPTKG menyimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Merapi masih tinggi dengan karakter erupsi efusif. Suplai magma masih berlangsung, sehingga potensi awan panas guguran tetap ada di wilayah potensi bahaya.

Baca juga  Rombongan Pewayang Gunungkidul jadi Korban Keracunan Massal di Klaten, Sang Dalang Lolos dari Musibah

Potensi bahaya mencakup guguran lava dan awan panas sektor selatan–barat daya: Boyong (maks. 5 km), Bedog, Krasak, Bebeng (maks. 7 km).

Sektor tenggara di antaranya Woro (maks. 3 km), Gendol (maks. 5 km). Lontaran material eksplosif dapat mencapai radius 3 km dari puncak.

BPPTKG kembali mengingatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Jika terjadi perubahan signifikan pada aktivitas Gunung Merapi, BPPTKG akan segera meninjau ulang status gunung,”ujarnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid