
KabarJawa.com– Gelombang wisatawan yang memasuki Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus menunjukkan intensitas tinggi pada Jumat, 27 Maret 2026.
Arus kendaraan dari berbagai pintu masuk nontol terpantau padat dan mendominasi sejumlah simpang strategis, menandakan lonjakan mobilitas masyarakat yang signifikan menjelang akhir pekan.
Lonjakan Kendaraan Wisatawan DIY
Direktorat Lalu Lintas Polda DIY mencatat total kendaraan yang masuk ke wilayah DIY mencapai angka fantastis, yakni 165.087 unit.
Sementara itu, kendaraan yang keluar tercatat sebanyak 145.595 unit. Selisih ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah kendaraan yang menetap sementara di wilayah DIY, diduga kuat karena lonjakan wisatawan.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Arie Setya Syafaat, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau dinamika arus lalu lintas di seluruh pintu masuk utama. Ia menyebutkan bahwa jalur non tol menjadi jalur favorit para pengendara untuk memasuki wilayah Yogyakarta.
“Arus kendaraan masih didominasi dari jalur non tol. Kami mencatat peningkatan signifikan di beberapa titik yang menjadi akses utama masuk ke DIY,” ujar Arie.
Data menunjukkan bahwa Simpang Tempel menjadi titik dengan volume kendaraan masuk tertinggi, mencapai 43.341 unit, sementara kendaraan keluar tercatat 40.120 unit. Angka ini memperlihatkan kepadatan tinggi yang berpotensi memicu perlambatan arus lalu lintas.
Sementara itu, Simpang Prambanan juga mengalami lonjakan signifikan dengan 24.303 kendaraan masuk dan 33.231 kendaraan keluar. Tingginya angka kendaraan keluar di titik ini mengindikasikan pergerakan wisatawan yang sudah mulai meninggalkan wilayah DIY.
Jalur Alternatif Favorit
Wilayah Kulon Progo turut mencatat peningkatan arus kendaraan yang cukup mencolok. Di jalur Congot, Temon, tercatat 12.416 kendaraan masuk dan 5.424 kendaraan keluar.
Sementara itu, di Sindutan, Temon, jumlah kendaraan masuk mencapai 1.729 unit dengan 2.390 kendaraan keluar.
Tak hanya itu, jalur Samudra Raksa di Kalibawang juga menunjukkan angka signifikan dengan 14.590 kendaraan masuk dan 8.153 kendaraan keluar. Jalur ini semakin diminati sebagai alternatif untuk menghindari kepadatan di titik-titik utama.
Selain titik-titik utama tersebut, arus kendaraan juga terpantau masuk melalui wilayah Gunungkidul. Meski tidak ada rincian spesifik, kontribusi jalur ini turut menambah total volume kendaraan yang masuk ke DIY.
Kombes Pol Arie menegaskan bahwa pihak kepolisian terus mengoptimalkan pengaturan lalu lintas di lapangan. Petugas bersiaga di berbagai titik rawan untuk mengurai kepadatan serta memastikan kelancaran arus kendaraan.
Ia juga mengimbau para pengendara agar tetap mematuhi aturan lalu lintas dan memperhatikan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan.
Lonjakan kendaraan yang terjadi ini mempertegas bahwa DIY masih menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan domestik.
Dengan kondisi lalu lintas yang dinamis, koordinasi antarinstansi dan kesadaran pengguna jalan menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran mobilitas di wilayah ini. (ef linangkung)