UAJY Bekali Mahasiswa Baru Kenali Budaya Jawa Lewat Program Jogja Istimewa di Keraton

Bagikan :
UAJY gelar Program Jogja Istimewa di Keraton Yogyakarta untuk bekali mahasiswa baru dengan pemahaman budaya Jawa melalui praktik langsung.

KabarJawa.com – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali menggelar Program Jogja Istimewa Gelombang III pada Sabtu (18/04/2026) di kawasan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Program ini diikuti mahasiswa baru semester dua dari Fakultas Hukum (FH) dan Fakultas Teknobiologi (FTb), dengan tujuan mengenalkan budaya Jawa secara langsung melalui pembelajaran teori dan praktik di lingkungan budaya yang otentik.

Pembelajaran Budaya Langsung di Lingkungan Keraton

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kantor Pelatihan Bahasa dan Budaya (KPBB) UAJY ini dirancang berbasis pengalaman langsung. Mahasiswa tidak hanya menerima materi di kelas, tetapi juga diajak berinteraksi dengan budaya Jawa di lokasi yang memiliki nilai historis dan filosofis kuat.

Peserta dibagi menjadi lima kelompok besar untuk mengikuti rangkaian sesi di sejumlah pos yang tersebar di area Keraton. Setiap kelompok bergiliran mengikuti berbagai materi yang telah disiapkan, sehingga seluruh peserta mendapatkan pengalaman belajar yang merata.

Ragam Materi: Dari Busana hingga Seni Tradisi

Program ini menghadirkan beragam materi yang mencerminkan kekayaan budaya Jawa, di antaranya Tata Busana, Lebdaswara, Ketapel, Jemparingan, Tari Klasik Keraton, serta Joged Mataram.

Baca juga  UAJY dan Pemkab Sleman Perluas Akses Pendidikan Tinggi Lewat Program Beasiswa Sleman Pintar

Setiap sesi dimulai dengan pemaparan teori sebagai dasar pemahaman, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga merasakan langsung proses dan makna dari setiap tradisi yang dipelajari.

Pada sesi Lebdaswara, mahasiswa diperkenalkan dengan alat musik tradisional gamelan beserta tembang Jawa. Setelah mendapatkan penjelasan dasar, peserta diajak mencoba teknik nembang dengan metode yang mudah diikuti, sehingga mereka dapat merasakan pengalaman musikal khas Jawa secara langsung.

Mahasiswa Belajar Detail Filosofi Busana Jawa

Sementara itu, pada sesi Tata Busana, mahasiswa mempelajari penggunaan busana adat Jawa yang berlaku di lingkungan Keraton Yogyakarta. Materi tidak hanya mencakup bentuk dan fungsi pakaian, tetapi juga aturan atau pakem yang mengatur motif batik pada kain jarik.

Peserta juga mempraktikkan cara melipat wiru dan mengenakan jarik, baik untuk laki-laki maupun perempuan. Pembelajaran ini memberikan pemahaman lebih dalam terkait nilai kesopanan, estetika, serta filosofi yang terkandung dalam busana tradisional Jawa.

Antusiasme Mahasiswa dalam Mengikuti Kegiatan

Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Salah satu mahasiswa Fakultas Teknobiologi (FTb), Evelyn, mengaku mendapatkan pengalaman baru meskipun berasal dari Yogyakarta.

Baca juga  UAJY Hadirkan Ketua MK RI, Bahas Tantangan Independensi dan Profesionalitas Lembaga Konstitusi

“Hari ini seru banget sekalian nostalgia juga waktu SMA pernah ikut tari. Walaupun asalku dari Yogyakarta, aku banyak belajar hal baru disini,” ungkap Evelyn.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa program ini tidak hanya relevan bagi mahasiswa dari luar daerah, tetapi juga memberikan wawasan baru bagi mereka yang telah akrab dengan budaya Jawa.

Upaya Kampus Tanamkan Nilai Budaya dan Adab

Melalui Program Jogja Istimewa, UAJY menegaskan komitmennya dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pemahaman budaya dan nilai-nilai sosial yang kuat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus untuk menanamkan adab serta penghormatan terhadap budaya lokal Yogyakarta, terutama bagi mahasiswa yang akan menjalani kehidupan akademik dan sosial di wilayah tersebut.

Dengan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan interaktif, program ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya mahasiswa sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai tradisi Jawa di tengah perkembangan zaman.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid