
KabarJawa.com – Departemen Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) kembali mempertemukan dunia akademik dan industri melalui Gelar Karya Tugas Akhir Mahasiswa Arsitektur Semester Genap 2025/2026. Mengusung tema “Where Future Architects Meet Industry”, kegiatan yang berlangsung pada 25–28 Juni 2026 di Auditorium Kampus II, Gedung St. Thomas Aquinas UAJY ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menampilkan hasil tugas akhir sekaligus membangun jejaring dengan kalangan profesional dan pelaku industri konstruksi.
Pameran tersebut menghadirkan lebih dari 90 karya tugas akhir mahasiswa serta diikuti dosen, mahasiswa, dan sejumlah mitra industri, di antaranya Propan dan LEMKRA. Selain menjadi ajang apresiasi terhadap hasil pembelajaran mahasiswa, kegiatan ini juga dirancang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, profesi, industri, dan masyarakat.
Acara dihadiri oleh Ketua Departemen Arsitektur UAJY, Dr. Ir. Anna Pudianti, M.Sc., Ketua Program Studi Arsitektur UAJY, Dr. Augustinus Madyana Putra, S.T., M.Sc., jajaran dosen, mahasiswa, hingga perwakilan mitra industri yang turut mendukung penyelenggaraan kegiatan.
Gelar Karya Didorong Menjadi Ruang Kolaborasi Berkelanjutan
Ketua Departemen Arsitektur UAJY, Dr. Ir. Anna Pudianti, M.Sc., menegaskan bahwa Gelar Karya kini tidak lagi diposisikan hanya sebagai agenda rutin tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut telah berkembang menjadi ruang kolaboratif yang mampu mempertemukan berbagai pihak untuk bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan arsitektur di Indonesia.
“Kami berharap Gelar Karya ini tidak hanya menjadi kegiatan tahunan, tetapi terus berkembang menjadi ruang kolaborasi yang menjangkau lebih banyak institusi pendidikan, organisasi profesi, dan industri sehingga memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan serta profesi arsitektur di Indonesia,” ujarnya.
Harapan tersebut sejalan dengan upaya UAJY dalam membuka ruang interaksi yang lebih luas antara mahasiswa dengan para pemangku kepentingan di bidang arsitektur maupun konstruksi sehingga proses pembelajaran tidak berhenti di lingkungan kampus.
Mahasiswa Diajak Memahami Dunia Kerja Secara Langsung
Ketua Program Studi Arsitektur UAJY, Dr. Augustinus Madyana Putra, S.T., M.Sc., mengajak seluruh mahasiswa memanfaatkan kesempatan bertemu dengan praktisi dan profesional yang hadir selama penyelenggaraan pameran.
Menurutnya, diskusi dan pertukaran gagasan dengan pelaku industri menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk mengenal tantangan profesi arsitek sekaligus memahami kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami perkembangan material, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja secara langsung,” ujarnya.
Kehadiran berbagai mitra industri dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi, inovasi material bangunan, hingga peluang kolaborasi profesional bagi calon arsitek.
Lebih dari 90 Karya Mahasiswa Dipamerkan kepada Publik
Koordinator Gelar Karya 2026 sekaligus Dosen Arsitektur UAJY, Andi Prasetiyo Wibowo, S.T., M.Eng., Ph.D., menjelaskan bahwa pameran tahun ini menghadirkan lebih dari 90 karya tugas akhir mahasiswa yang seluruhnya merupakan proyek desain berdasarkan pilihan tema masing-masing mahasiswa.
Tidak hanya menampilkan karya mahasiswa, pameran juga memamerkan berbagai hasil penelitian kelompok riset dosen, karya akademisi, serta capaian prestasi mahasiswa di bidang arsitektur.
“Tujuan utama Gelar Karya adalah meningkatkan eksposur karya mahasiswa kepada masyarakat luas sekaligus melatih kepercayaan diri mereka untuk mempresentasikan gagasan dan desain kepada publik serta calon mitra profesional,” ungkapnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan ide-ide desain mereka kepada masyarakat sekaligus mengasah kemampuan komunikasi profesional yang dibutuhkan ketika memasuki dunia kerja.
Angkat Pelestarian Rumah Adat Ngada Lewat Rancangan Tugas Akhir
Salah satu karya yang menarik perhatian dalam pameran berasal dari mahasiswa Angkatan 22, Yos Risang Abdi Gumawan. Ia mempresentasikan tugas akhir berjudul Perancangan Bengkel dan Pusat Edukasi di Kabupaten Ngada.
Rancangannya berangkat dari kepedulian terhadap semakin berkurangnya jumlah perajin rumah adat tradisional masyarakat Ngada. Melalui konsep tersebut, Risang merancang fasilitas pembelajaran dan pelatihan yang bertujuan menjaga keberlangsungan keterampilan membangun rumah adat sekaligus menjadi pusat edukasi bagi masyarakat yang ingin mempelajari tradisi tersebut.
“Harapannya, fasilitas ini dapat menjadi tempat belajar sekaligus menjaga keberlanjutan pengetahuan tradisional tersebut,” ungkapnya.
Gagasan tersebut memperlihatkan bagaimana karya arsitektur dapat berkontribusi tidak hanya dalam aspek pembangunan fisik, tetapi juga mendukung pelestarian budaya dan pengetahuan lokal.
Pengunjung Apresiasi Kualitas Karya Mahasiswa
Pameran juga mendapatkan respons positif dari para pengunjung. Salah satunya datang dari Olive, mahasiswa semester 8 Program Studi Arsitektur UAJY, yang mengaku terkesan dengan kualitas karya yang dipamerkan.
Menurutnya, penyajian karya mampu menarik perhatian pengunjung, termasuk mereka yang tidak memiliki latar belakang pendidikan arsitektur.
“Saya merasa sangat kagum dengan karya-karya yang dipamerkan. Dari tata letak hingga desain posternya sangat menarik, bahkan bagi pengunjung yang mungkin tidak memiliki latar belakang arsitektur,” ungkapnya.
Apresiasi tersebut menjadi bukti bahwa Gelar Karya tidak hanya berfungsi sebagai media evaluasi akademik, tetapi juga mampu menjadi sarana komunikasi publik yang memperkenalkan hasil karya mahasiswa kepada masyarakat luas.
Melalui penyelenggaraan Gelar Karya Tugas Akhir Mahasiswa Arsitektur 2026, UAJY berharap hubungan antara lingkungan akademik, dunia profesi, industri, dan masyarakat dapat semakin erat. Selain menjadi ruang apresiasi atas karya mahasiswa, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih komprehensif, memperluas peluang kolaborasi, serta membekali calon arsitek dengan wawasan yang relevan dalam menghadapi perkembangan dunia profesional.