904 Pasangan di Gunungkidul Cerai, Perselisihan jadi Pemicu Utama

Bagikan :
Perceraian Pasangan di Gunungkidul/Foto: Freepik

KabarJawa.com— Data terbaru dari Pengadilan Agama Wonosari mencatat, hingga akhir Triwulan III tahun 2025, sebanyak 904 pasangan resmi bercerai.

Humas Pengadilan Agama Wonosari Asep Ginanjar Maulana, mengungkapkan bahwa perselisihan dan pertengkaran terus menerus menjadi faktor paling dominan yang memicu perceraian.

Dari total 904 perkara, 614 kasus atau sekitar 68 persen pemicunya adalah pertengkaran berkepanjangan antar pasangan.

“Sebagian besar pasangan datang ke pengadilan karena tidak lagi menemukan titik temu. Pertengkaran yang awalnya sepele berubah menjadi kebiasaan. Mereka hidup serumah, tetapi tidak lagi sejiwa,” ujar Asep saat ditemui di kantornya, Jumat (10/10/2025).

Penyebab Pasangan di Gunungkidul Cerai

Fenomena perceraian di Gunungkidul ini memperlihatkan bahwa ketidakmampuan mengelola emosi dan komunikasi menjadi sumber utama keretakan rumah tangga.

Banyak pasangan gagal mencari jalan tengah. Perbedaan kecil tentang ekonomi, peran domestik, atau pengasuhan anak sering kali menjadi bara yang membakar keharmonisan keluarga.

“Masalah komunikasi itu ibarat benih kecil. Kalau dibiarkan tumbuh tanpa perawatan, ia akan menjadi pohon besar yang sulit ditebang. Banyak pasangan menunda penyelesaian masalah sampai akhirnya menyerah,” tambah Asep.

Baca juga  Pembangunan Ruas Jalan Menuju Pantai Ngobaran: Pemerintah Kejar Target Tuntas 2025, 8 Tahun Mandeg

Selain faktor perselisihan, laporan resmi juga mencatat faktor ekonomi menempati posisi kedua dengan 188 kasus. Disusul ditinggalkan salah satu pihak sebanyak 75 kasus, serta kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sebanyak 11 kasus.

Ada pula perceraian karena poligami, cacat badan, mabuk-mabukan, murtad, hingga hukuman penjara, meskipun jumlahnya jauh lebih kecil.

Setiap berkas perkara yang menumpuk di meja hakim sesungguhnya adalah potongan kisah manusia. Ada istri yang memilih bercerai setelah bertahun-tahun menanggung emosi suami.

Suami menyerah karena tekanan ekonomi. Ada pula pasangan muda yang tak kuasa menahan benturan ego sejak awal pernikahan.

“Di ruang sidang, kami sering menyaksikan air mata. Ada yang menyesal, ada yang lega. Tapi yang paling banyak adalah mereka yang sudah terlalu lelah untuk memperjuangkan hubungan yang retak,” tutur Asep.

Tantangan Sosial

Fenomena perceraian yang meningkat di Gunungkidul menjadi tantangan sosial serius. Di satu sisi, meningkatnya kesadaran hukum membuat masyarakat tidak ragu mencari keadilan melalui jalur resmi.

Namun di sisi lain, tren ini menunjukkan adanya krisis ketahanan keluarga di tingkat akar rumput.

Baca juga  All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh

Pengadilan Agama Gunungkidul mencatat, peningkatan jumlah perceraian berlangsung stabil sejak awal tahun. Pada bulan Maret dan Juni, lonjakan paling tajam terjadi, masing-masing 114 dan 135 perkara.

Lonjakan ini mengindikasikan periode tekanan ekonomi dan sosial yang kerap memicu konflik keluarga.

Untuk menekan laju perceraian, pihak pengadilan aktif melakukan edukasi pra-nikah dan mediasi internal. Setiap pasangan yang mengajukan gugatan perceraian wajib melalui proses mediasi, meskipun tidak semua berakhir damai.

“Mediasi bukan formalitas. Kami ingin mereka benar-benar duduk bersama, mendengarkan satu sama lain. Kadang, sebaris kalimat tulus bisa menyelamatkan pernikahan yang nyaris karam,” tegas Asep.

Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pasangan sudah tidak ingin lagi memperbaiki hubungan. Mereka datang ke pengadilan dengan keputusan bulat untuk berpisah.

Perceraian meninggalkan dampak panjang bagi anak, keluarga besar, dan lingkungan sosial. Asep mengingatkan pentingnya kesiapan mental sebelum menikah dan keterampilan komunikasi dalam mengarungi kehidupan rumah tanga.

“Keluarga adalah fondasi masyarakat. Kalau fondasi itu rapuh, maka rapuh pula masa depan generasi berikutnya,” ujarnya. (ef linangkung)

Baca juga  Tol Purwomartani–Prambanan Dibuka 16–29 Maret 2026, Kecepatan Kendaraan Dibatasi 40 Km/Jam

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid