Geger Jejak Macan di Proyek Pembangunan Pesantren Gunungkidul, Warga Rekam Tapak Misterius di Kawasan Karst Semanu

Bagikan :
Jejak tapak hewan berukuran besar yang ditemukan di area proyek pembangunan pondok pesantren di Semanu, Gunungkidul. (Dok Warga)

KabarJawa.com – Warga Padukuhan Panggul Kulon, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dihebohkan dengan temuan jejak hewan berukuran besar yang diduga merupakan jejak macan.

Jejak tersebut ditemukan di area proyek pembangunan sebuah pondok pesantren dan menjadi perhatian warga setempat.

Informasi mengenai temuan tersebut pertama kali menyebar melalui rekaman video yang memperlihatkan tapak kaki besar di sekitar penampungan air bersih di lokasi pembangunan. Video itu kemudian beredar luas di media sosial dan memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat.

Lokasi penemuan jejak berada sekitar 500 meter dari Jalan Raya Semanu–Jepitu. Akses menuju area proyek masih berupa jalur berbatu dan tanah, yang hanya dapat dilalui kendaraan tertentu.

Kondisi ini dinilai warga masih memungkinkan menjadi lintasan satwa liar dari kawasan perbukitan karst di sekitarnya.

Kronologi Penemuan Jejak

Jejak tersebut pertama kali ditemukan oleh Heru Purwanto (56), salah satu pekerja pembangunan pondok pesantren. Heru mengaku melihat tapak kaki tersebut sekitar tiga hari sebelum informasi ini ramai diperbincangkan.

Baca juga  TNI AD Kokohkan Kampung Pancasila, Bangun Karakter Bangsa di Tengah Gempuran Globalisasi

“Jejaknya besar sekali, hampir seukuran telapak kaki sapi,” ujar Heru saat ditemui di lokasi proyek, Jumat (2/1/2026).

Heru menjelaskan, hujan deras yang turun sehari sebelum kunjungan petugas menyebabkan jejak tersebut sudah tidak terlihat lagi. Namun, rekaman video yang sempat dibuatnya terlanjur tersebar luas di kalangan warga.

Menurut Heru, ia merekam tapak kaki tersebut menggunakan telepon seluler. Salah seorang rekannya kemudian membagikan video itu ke sejumlah grup percakapan, hingga akhirnya menyebar luas dan menjadi perhatian publik.

Kesaksian Tambahan di Lokasi

Keterangan Heru diperkuat oleh pengakuan seorang operator alat berat yang bekerja di proyek tersebut. Operator itu mengaku sempat melihat sosok hewan yang menyerupai macan di sekitar area pembangunan pada pagi hari sebelum jejak ditemukan.

Kesaksian tersebut membuat warga setempat semakin meyakini bahwa jejak tersebut berasal dari hewan liar berjenis kucing besar. Dugaan itu juga dikaitkan dengan kondisi alam sekitar yang masih didominasi perbukitan karst.

Heru menyebutkan terdapat sedikitnya dua gua di kawasan karst sekitar lokasi proyek. Menurut warga, gua-gua tersebut saling terhubung melalui terowongan alami dan diduga menjadi jalur atau tempat berlindung satwa liar.

Baca juga  Yogyakarta dan Pekanbaru Satukan Visi Tata Kota Modern, Teken Kerja Sama Pengendalian Infrastruktur Telekomunikasi

“Ada dua leng di daerah sini. Gua-gua itu saling terhubung dengan terowongan,” kata Heru.

Pekerja proyek lainnya, Jono (60), mengaku tidak asing dengan keberadaan hewan kucing besar di kawasan tersebut. Ia menyebut warga telah mengetahui keberadaan satwa tersebut sejak puluhan tahun lalu.

“Saya sering melihat dulu. Ukurannya besar, warnanya kuning dengan belang hitam,” ujar Jono.

Menurut Jono, kemunculan hewan tersebut biasanya terjadi pada musim kemarau. Ia mengaku tidak pernah mengganggu satwa itu selama tidak merasa terancam. Jono juga menyebut hewan tersebut akan mengeluarkan suara geraman apabila merasa terganggu.

Tanggapan Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul

Pihak berwenang menyikapi temuan tersebut dengan hati-hati. Koordinator Resort Konservasi Wilayah Gunungkidul, Tugimayanto, menyatakan pihaknya belum dapat memastikan jenis satwa yang meninggalkan jejak tersebut.

Petugas konservasi telah mendatangi lokasi proyek, namun kondisi jejak yang sudah hilang akibat hujan menyulitkan proses identifikasi.

“Kami minim data karena jejaknya sudah tidak ada. Kami tidak bisa mengukur ukuran tapak kaki secara langsung,” ujar Tugimayanto.

Baca juga  Pemkab Gunungkidul Siapkan Penataan Kawasan Pantai Krakal usai Pembenahan Pantai Sepanjang

Meski demikian, pihak konservasi tetap melakukan pemantauan lanjutan di sekitar lokasi pembangunan pondok pesantren. Tugimayanto mengakui bahwa wilayah Gunungkidul masih memiliki habitat macan tutul, terutama di kawasan selatan seperti Girisubo.

“Kalau memang ada, kemungkinan besar jenisnya macan tutul. Namun kami belum bisa menyimpulkan apa pun,” katanya.

Warga Tetap Beraktivitas

Hingga saat ini, warga Padukuhan Panggul Kulon tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa. Namun, kewaspadaan ditingkatkan menyusul temuan jejak misterius tersebut.

Jejak yang sempat terekam mungkin telah hilang tersapu hujan, tetapi peristiwa ini kembali mengingatkan warga akan keberadaan satwa liar di kawasan karst Gunungkidul yang masih berdampingan dengan aktivitas manusia.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid