Gaji Prajurit Keraton Jogja Berapa? Segini Kisarannya

Bagikan :
Ilustrasi gaji prajurit Keraton Jogja (Dok. Kraton Jogja)

KabarJawa.com – Belakangan ini, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang membuka kesempatan bagi warga sipil untuk bergabung menjadi prajurit.

Pendaftaran rekrutmen yang bertajuk “Prajurit Rambah V” ini akan segera berakhir besok, tepatnya pada tanggal 8 Januari 2026. Disebutkan pula bahwa prajurit ini nantinya tidak diwajibkan hadir (sowan) setiap hari di Keraton.

Dan hal tersebut kemudian munculkan satu pertanyaan mendasar yaitu soal berapa sebenarnya gaji atau honor yang diterima oleh seorang Prajurit Keraton? Apakah setara dengan pekerjaan pada umumnya?

Jika Anda juga penasaran, berdasarkan informasi yang dihimpun KabarJawa.com, berikut adalah penjelasannya.

Bukan Pekerjaan, Melainkan Pengabdian

Sebelum membahas angka, ada satu prinsip dasar yang harus dipahami oleh para calon pelamar. Pihak Keraton Yogyakarta secara tegas menyampaikan dalam pengumumannya bahwa menjadi prajurit bukanlah sebuah pekerjaan.

“Menjadi prajurit Keraton adalah wahana pengabdian sebagaimana Abdi Dalem dan bukan merupakan pekerjaan,” demikian bunyi keterangan pihak Keraton melalui Instagram @kratonjogja, dilansir KabarJawa.com pada Rabu, 7 Januari 2026.

Artinya, motivasi utama untuk bergabung tidak boleh didasarkan pada materi atau mencari nafkah. Menjadi prajurit adalah panggilan jiwa untuk mengabdi kepada Sultan dan melestarikan budaya (nguri-uri kabudayan).

Baca juga  Ragam Tradisi 1 Suro di Jogja: Ada Jamasan Pusaka, Jenang Suran hingga Tapa Bisu

Kisaran Gaji Abdi Dalem

Hingga saat ini, Keraton tidak merilis daftar nominal gaji spesifik untuk posisi prajurit baru ini secara terbuka. Namun, karena status prajurit diketahui disandingkan dengan Abdi Dalem, maka sebagai bambaran kita bisa melihat kisaran honor yang diterima oleh para Abdi Dalem pada umumnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, honor bagi Abdi Dalem dibagi berdasarkan peran dan intensitas kehadiran mereka.

Pertama yaitu Abdi Dalem Caos. Ini adalah Abdi Dalem yang tidak wajib hadir setiap hari. Kisaran honor yang mereka terima berada di angka Rp150.000 hingga Rp400.000 per bulan.

Kemudian ada Abdi Dalem Tepas yang merupakan Abdi Dalem yang berkantor atau bekerja setiap hari di lingkungan Keraton. Honor yang diterima disebut-sebut lebih tinggi, berkisar mulai dari Rp1.100.000 hingga Rp2.500.000 per bulan.

Namun, nominal tersebut sangat bervariasi tergantung pada pangkat, golongan, dan masa pengabdian seseorang.

Mencari “Berkah Dalem”

Melihat nominal di atas, mungkin terbilang kecil jika dibandingkan dengan UMR. Akan tetapi, menjadi Abdi Dalem memiliki nilai yang tak bisa diukur dengan uang.

Baca juga  Polda DIY Persembahkan Medali Perunggu di Kapolri Cup 2025, Tunjukkan Taring di Arena Judo Nasional

Tujuan utama mereka adalah mencari ketenteraman batin dan “Berkah Dalem” atau berkah dari Sultan. Ada kebanggaan dan kedamaian tersendiri saat bisa mengabdi di pusat kebudayaan Jawa tersebut. Rasa syukur dan keikhlasan inilah yang menjadi “gaji” sesungguhnya bagi para prajurit.

Bervariasi

Jadi kesimpulannya, belum diketahui pasti nominal pasti gaji prajurit Keraton Jogja untuk rekrutmen terbaru ini. Namun, jika mengacu pada standar Abdi Dalem Caos, kisarannya adalah ratusan ribu Rupiah.

Akan tetapi, sekali lagi, perlu diperhatikan bahwa nominal ini hanyalah perkiraan dan bisa bervariasi, mengingat besaran honornya belum dipublikasikan secara rinci.

Intinya, bagi masyarakat yang ingin menjadi prajurit, pastikan niatnya sudah lurus, yakni untuk pengabdian, bukan semata-mata mencari pendapatan materi.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
tiktok-5064078_1280
Ramai di TikTok, Warung Madura Baju Kuning Viral, Apa Isi Kontennya?