Fakta Baru Kasus Pembacokan AA di Jogja, Dipicu Patroli Geng dan Aksi Saling Tantang

Bagikan :
Ilustrasi – Polisi ungkap peran tiga anggota geng Vozter dalam kasus pembacokan pelajar di Kotabaru Jogja. Empat pelaku lainnya masih diburu. (AI)

KabarJawa.com – Kasus pembacokan yang menewaskan pelajar berinisial AA (17) di Jalan Yos Sudarso, Kotabaru, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, mulai terungkap. Polresta Yogyakarta berhasil menangkap tiga pelaku yang diduga terlibat langsung dalam aksi penganiayaan berat yang menyebabkan korban meninggal dunia usai mengalami luka bacok di bagian dada.

Dilansir dari jogja.polri.go.id, Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia mengungkapkan, total terdapat enam pelaku yang berada di lokasi kejadian. Tiga orang telah ditangkap di sebuah rumah di wilayah Kecamatan Cilacap Selatan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sedangkan tiga pelaku lainnya masih berstatus buron bersama satu orang yang diduga membantu pelarian para pelaku.

Para pelaku diketahui merupakan anggota geng pelajar bernama Vozter.

Polisi Ungkap Peran Tiga Pelaku yang Ditangkap

Dalam konferensi pers yang digelar Polresta Yogyakarta, polisi membeberkan identitas dan peran para pelaku yang telah diamankan.

Pelaku berinisial L alias Lupek (18), warga Gondokusuman, disebut berperan sebagai eksekutor utama yang membacok korban menggunakan celurit. Sementara MY alias Ucup (18), warga Mlati, Sleman, diduga ikut melakukan penyerangan terhadap korban.

Satu pelaku lainnya merupakan anak berkonflik dengan hukum berinisial FHM alias Fahmek (17), warga Ngemplak, Sleman, yang bertugas sebagai joki sepeda motor saat kejadian berlangsung.

Baca juga  Mudik Lebaran 2025: Stasiun Tugu Yogyakarta Dipadati Pemudik, KAI Sediakan 411 Ribu Kursi

“Para pelaku ini diketahui merupakan anggota geng pelajar Vozter.”

Polisi juga menyebut seluruh pelaku yang telah ditangkap berhasil diamankan di wilayah Cilacap Selatan setelah sempat melarikan diri pascakejadian.

Bermula dari Saling Tantang di Media Sosial

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kasus tersebut bermula pada Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu korban AA yang disebut sebagai anggota geng Trah Gendheng sedang berboncengan dengan temannya untuk mencari kelompok lawan.

Aksi tersebut diduga dipicu saling tantang antarkelompok melalui media sosial sebelum akhirnya berujung pada pertemuan di jalanan Kota Yogyakarta.

Di waktu yang bersamaan, kelompok Vozter sedang berkeliling atau berpatroli di wilayah Jalan Magelang dan Kotabaru dengan dalih menjaga wilayah mereka dari potensi tawuran.

Saat kedua kelompok berpapasan di kawasan Kotabaru, situasi memanas dan berujung aksi kejar-kejaran di jalan raya.

Korban Diserang di Dekat Stadion Kridosono

Polisi mengungkap korban sempat berusaha mencari pertolongan warga saat berada di sekitar Stadion Kridosono. Namun rombongan pelaku terus mengejar hingga akhirnya korban terjatuh setelah sepeda motornya ditendang.

Baca juga  JCW Soroti Sidang Perdana Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman, Aliran Dana Rp10,9 Miliar Tak Terungkap

Dalam kondisi terjatuh, korban kemudian diserang menggunakan senjata tajam di bagian dada.

“Rombongan pelaku langsung menendang motor korban hingga terjatuh dan melakukan penganiayaan di bagian dada yang mengakibatkan pendarahan fatal pada selaput jantung korban.”

Akibat luka tersebut, korban mengalami pendarahan serius dan akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapatkan pertolongan warga dan dibawa ke rumah sakit.

Setelah melakukan penganiayaan, para pelaku melarikan diri menuju kawasan Jalan Kaliurang. Polisi menyebut senjata tajam jenis celurit yang digunakan kemudian dikubur di sebuah pekarangan rumah untuk menghilangkan barang bukti.

Polisi Buru Empat Pelaku Lain

Kasatreskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian mengatakan polisi masih memburu empat orang lainnya yang telah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tiga di antaranya diduga terlibat langsung di lokasi kejadian, sedangkan satu orang lainnya berinisial RS diduga berperan membantu pelarian para pelaku ke Cilacap.

“Satu orang lagi berinisial RS diduga menjadi otak pelarian yang memfasilitasi tempat persembunyian para pelaku di Cilacap.”

Polisi mengaku telah mengantongi identitas dan alamat seluruh pelaku yang masih buron. Aparat juga mengimbau para pelaku segera menyerahkan diri untuk menjalani proses hukum.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Apresiasi Warga Tertib Pajak Lewat Program Waspada, Hadiah Rp10 Juta Dibagikan Langsung

Polisi dan Disdikpora DIY Soroti Peran Pengawasan Orang Tua

Menanggapi kasus tersebut, Kapolresta Yogyakarta meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, khususnya pada malam hingga dini hari.

Polisi juga mengingatkan pentingnya gerakan “Ibu Memanggil”, yakni memastikan anak-anak sudah berada di rumah sebelum pukul 20.00 WIB. Selain itu, penggunaan media sosial juga diminta menjadi perhatian karena kerap menjadi pemicu konflik antarkelompok remaja.

Kapolresta juga mengajak pihak sekolah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga untuk memperkuat pembinaan karakter serta mencegah munculnya geng pelajar dan aksi kekerasan jalanan di Yogyakarta.

Sementara itu, Plt Kepala Disdikpora DIY Muhammad Setiadi menyebut pihaknya telah melakukan sejumlah langkah pencegahan, termasuk mengeluarkan surat edaran pembatasan aktivitas fisik massal dan pengumuman kelulusan secara daring.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kerumunan pelajar yang dinilai rawan memicu gesekan maupun tawuran di jalan raya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya