
KabarJawa.com— Embarkasi Haji Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mencatat sejarah baru pada 21 April 2026. Untuk pertama kalinya, embarkasi ini akan beroperasi melayani ribuan jemaah haji yang bersiap berangkat ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi.
Pemerintah bersama pengelola bandara dan pihak hotel menghadirkan konsep inovatif bertajuk Hotel Bubble, yang mengintegrasikan layanan akomodasi dan proses keberangkatan dalam satu sistem yang efisien, modern, dan terkontrol.
Langkah ini menandai transformasi signifikan dalam pelayanan haji, khususnya bagi jemaah asal DIY dan sekitarnya.
Dengan mengusung kenyamanan dan efisiensi, seluruh jemaah akan menjalani proses awal keberangkatan di hotel yang telah disiapkan secara khusus.
Embarkasi Haji DIY 2026
Pihak penyelenggara memanfaatkan Hotel Ibis YIA dan Novotel YIA sebagai pusat layanan embarkasi. Namun, seluruh jemaah haji akan menginap secara terpusat di Hotel Ibis YIA.
Konsep Hotel Bubble memungkinkan seluruh proses, mulai dari check-in, pemeriksaan, hingga persiapan keberangkatan, berjalan dalam satu kawasan tertutup dan terintegrasi.
Pihak hotel bahkan mengajak awak media untuk melihat langsung kesiapan fasilitas tersebut. Seorang petugas hotel menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan kamar dari lantai 2 hingga lantai 6 untuk menampung satu kelompok terbang (kloter).
“Ada 30 kamar di setiap lantai, sehingga total tersedia 120 kamar untuk satu kloter jemaah,” jelasnya pada Rabu (15/04/2026).
Setiap kamar akan berisi oleh tiga jemaah dengan konfigurasi tempat tidur Twin Bed atau Queen Bed serta satu ranjang tambahan. Skema ini memastikan efisiensi ruang tanpa mengurangi kenyamanan.
Setiap kamar memiliki fasilitas modern, dari kamar mandi dengan pancuran (shower), telepon internal untuk menghubungi resepsionis, hingga televisi.
Petugas hotel menegaskan bahwa mereka akan menyiarkan jadwal kegiatan, informasi keberangkatan, serta pengumuman penting melalui televisi di kamar masing-masing jemaah. Dengan demikian, jemaah dapat memperoleh informasi secara real-time tanpa harus meninggalkan kamar.
Selain itu, pihak hotel juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung seperti ruang makan, area pemeriksaan kesehatan dan administrasi sebelum keberangkatan maupun setelah kepulangan, hingga pojok suvenir yang menawarkan produk khas Arab Saudi.
Persiapan Matang dan Alur Keberangkatan Efisien
Airport Operation, Services & Security Division Head YIA Kulon Progo, Rahmat Febrian Syahrani, mengungkapkan bahwa embarkasi ini akan melayani total 9.320 jemaah haji. Mereka terbagi ke dalam 26 kelompok terbang.
Setiap kloter akan terdiri dari 360 jemaah, dengan 30 anggota Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) serta 90 petugas Satgas PPIH. Dengan jumlah tersebut, sistem pengelolaan yang terstruktur menjadi kunci utama keberhasilan operasional embarkasi ini.
Selain Hotel Ibis YIA yang menyediakan 120 kamar untuk 444 orang, Novotel YIA turut berkontribusi dengan menyediakan 160 kamar untuk 480 orang.
Petugas menggunakan kamar di Novotel serta menyiapkan cadangan, dengan total 58 unit kamar tambahan yang siap untuk kondisi darurat.
General Manager YIA Kulon Progo, Muhammad Thamrin, menegaskan bahwa koordinasi antara pihak bandara dan hotel berjalan sangat baik.
Ia menyebut seluruh pihak telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menyukseskan penyelenggaraan haji perdana ini.
“Kami sudah menyiapkan pemeriksaan X-Ray di area ballroom hotel yang akan difungsikan sebagai holding room bagi para jemaah,” jelasnya.
Dalam skema operasionalnya, jemaah akan mulai menginap di hotel satu hari sebelum keberangkatan. Bagasi mereka akan dikirim lebih awal ke bandara untuk mempercepat proses.
Sebanyak 12 jam sebelum keberangkatan, panitia akan menyerahkan paspor dan boarding pass ke pihak Imigrasi. Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu lagi mengurus dokumen di bandara.
Saat waktu keberangkatan tiba, jemaah hanya perlu menaiki bus untuk menuju bandara. Jarak antara hotel dan YIA yang hanya sekitar 3,8 kilometer memungkinkan perjalanan berlangsung dalam waktu sekitar enam menit.
“Jemaah akan langsung menuju pesawat yang telah dinyatakan siap oleh petugas bandara,” ujar Thamrin.
Peluncuran Embarkasi Haji DIY dengan konsep Hotel Bubble menjadi simbol modernisasi layanan ibadah haji di Indonesia. Sistem ini memberikan kenyamanan dan ketenangan bagi jemaah dalam menjalani proses awal perjalanan spiritual mereka. (ef linangkung)