KABARJAWA – Kabupaten Sleman kembali menorehkan sejarah emas di dunia olahraga disabilitas. Dengan semangat juang tanpa batas, Sleman berhasil keluar sebagai juara umum Pekan Paralympic Daerah (Peparda) DIY 2025.
Kabupaten ini menutup perhelatan dengan raihan spektakuler: 62 emas, 74 perak, dan 69 perunggu. Total 205 medali berhasil dikoleksi, angka yang tak mampu dikejar daerah lain.
Sorak-sorai meledak di arena Mandala Krida Yogyakarta dan sejumlah venue di Gunungkidul ketika panitia resmi mengumumkan kemenangan Sleman.
Atmosfer kebanggaan langsung menyelimuti kontingen. Para atlet, pelatih, hingga ofisial Sleman meneteskan air mata haru setelah kerja keras berbulan-bulan terbayar lunas dengan status juara umum.
Ketua Panitia Peparda DIY 2025, Agus Mantara, menegaskan bahwa ajang olahraga disabilitas terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta ini berlangsung sejak 23 hingga 29 Agustus. Sebanyak 373 atlet dari lima kabupaten/kota DIY bertarung dalam 10 cabang olahraga yang dipertandingkan.
“Alhamdulillah semua pertandingan berjalan lancar. Selamat untuk Kabupaten Sleman yang tampil sebagai juara umum Peparda tahun ini,” ujar Agus dengan penuh kebanggaan, Sabtu (30/8/2025).
Klasemen Akhir Perolehan Medali Peparda DIY 2025
- Sleman: 62 emas, 74 perak, 69 perunggu (205 medali)
- Bantul: 32 emas, 40 perak, 37 perunggu (109 medali)
- Kota Yogyakarta: 38 emas, 22 perak, 22 perunggu (82 medali)
- Kulon Progo: 24 emas, 28 perak, 30 perunggu (82 medali)
- Gunungkidul: 29 emas, 13 perak, 24 perunggu (66 medali)
Gunungkidul Melebihi Target, Atlet Lokal Jadi Pahlawan
Meski berada di urutan terakhir klasemen, Gunungkidul tetap menorehkan prestasi mengejutkan. Target awal hanya 15 emas, namun para atlet berhasil menggandakan capaian itu dengan 29 emas. Ketua National Paralympic Committee (NPC) Gunungkidul, Untung Subagyo, tak bisa menyembunyikan rasa bangga.
“Awalnya target kami 15 emas, tapi alhamdulillah bisa meraih 29 emas. Ini buah kerja keras para atlet yang terus berlatih, meski dengan segala keterbatasan,” ungkapnya penuh haru.
Gunungkidul bersinar lewat cabor atletik yang mendulang 12 emas dan angkat berat dengan 11 emas. Cabor boccia, panahan, dan renang turut menyumbang warna emas untuk tanah kelahiran para juara itu.
Prestasi ini membuktikan bahwa tekad bisa menembus segala batas, bahkan di tengah keterbatasan sarana dan dukungan.
Kemenangan Sleman bukanlah kebetulan. Kontingen ini tampil konsisten sejak hari pertama pertandingan. Atlet-atletnya menyapu bersih banyak nomor di cabor atletik, renang, hingga tenis meja.
Prestasi ini sekaligus menunjukkan hasil nyata pembinaan olahraga disabilitas yang terstruktur dan berkelanjutan di Sleman.
Atmosfer kemenangan di kubu Sleman terasa luar biasa. Para atlet dengan bangga mengangkat bendera daerah, menyanyikan yel-yel penuh semangat, dan merayakan pencapaian yang mengukuhkan mereka sebagai raja olahraga disabilitas DIY 2025.