
KabarJawa.com – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat lonjakan signifikan dalam sektor perumahan sepanjang 2026.
Selain menjadi daerah dengan capaian tertinggi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan, DIY juga berhasil meningkatkan jumlah rumah tidak layak huni yang diperbaiki melalui program bedah rumah dari 105 unit menjadi 2.856 unit.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat memberikan arahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa dan Bali di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurut Maruarar, keberhasilan DIY menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam memperluas akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan.
“Terima kasih Sri Sultan yang sangat membantu mengembangkan daerahnya. KUR Perumahan ini pertama kali dibuat oleh Presiden Prabowo dan hari ini DIY menjadi yang tertinggi. Terima kasih Pak Gubernur atas dukungannya,” ujar Maruarar.
KUR Perumahan DIY Tembus Rp332 Miliar
Data yang dipaparkan Kementerian PKP menunjukkan nilai KUR Perumahan di DIY mencapai Rp332 miliar dengan total 966 penerima manfaat.
Dana tersebut tersalurkan ke berbagai sektor yang mendukung pembangunan perumahan, mulai dari kontraktor, pengembang, hingga toko bangunan.
Rincian KUR Perumahan DIY 2026
| Sektor | Nilai Pembiayaan |
|---|---|
| Kontraktor | Rp3,7 miliar |
| Developer/Pengembang | Rp80,3 miliar |
| Toko Bangunan | Rp61,5 miliar |
| Sisi Suplai | Rp145 miliar |
| Sisi Permintaan | Rp187 miliar |
| Total | Rp332 miliar |
Besarnya nilai pembiayaan tersebut menunjukkan aktivitas sektor perumahan di DIY yang terus tumbuh.
Tidak hanya masyarakat yang memperoleh akses pembiayaan rumah, pelaku usaha yang menjadi bagian dari rantai pembangunan perumahan juga mendapatkan manfaat ekonomi dari program tersebut.
Bedah Rumah Melonjak Lebih dari 27 Kali Lipat
Selain KUR Perumahan, capaian mencolok juga terlihat pada program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni.
Jumlah rumah yang mendapatkan bantuan perbaikan meningkat tajam dari 105 unit pada tahun sebelumnya menjadi 2.856 unit sepanjang 2026.
Lonjakan tersebut menjadi salah satu peningkatan tertinggi yang pernah terjadi dalam program perumahan di DIY.
Program bedah rumah difokuskan untuk membantu masyarakat yang tinggal di hunian yang belum memenuhi standar keamanan, kesehatan, dan kenyamanan.
“Ini bedah rumah yang tidak layak huni menjadi layak huni. Terima kasih,” kata Maruarar.
Peningkatan jumlah penerima manfaat juga menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang lebih layak masih sangat tinggi.
Di sejumlah wilayah DIY, permintaan bantuan perbaikan rumah terus bertambah seiring meningkatnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kualitas tempat tinggal.
Sultan: Permohonan Warga Meningkat Tajam
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan lonjakan program bedah rumah dipicu meningkatnya permintaan dari masyarakat.
Menurut Sultan, sebagian besar pengajuan berasal dari warga yang membutuhkan dukungan pemerintah untuk memperbaiki kondisi rumah mereka.
“Ya itu permintaan publik. Saya kira mayoritas itu anak-anak muda. Yang tadinya hanya seratus sekian, sekarang permohonan menjadi dua ribu sekian,” ujarnya.
Permintaan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan hunian yang layak kini menjadi persoalan lintas generasi.
Bagi banyak keluarga, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol keamanan dan stabilitas ekonomi.
DIY Catat Pertumbuhan Tertinggi Secara Nasional
Sri Sultan menegaskan bahwa capaian tertinggi yang diraih DIY bukan semata-mata dilihat dari jumlah rumah yang diperbaiki.
Status tersebut lebih merujuk pada tingkat pertumbuhan program yang mengalami lonjakan sangat besar dibandingkan tahun sebelumnya.
“Yang tertinggi di Jogja bukan berarti jumlah rumahnya, tetapi kenaikannya. Dari sekitar seratus unit menjadi lebih dari dua ribu unit,” jelas Sultan.
Peningkatan tersebut menunjukkan efektivitas program dalam menjangkau masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh bantuan pemerintah.
Efek Berganda bagi Ekonomi Daerah
Program KUR Perumahan dan bedah rumah juga memberikan dampak ekonomi yang cukup luas.
Selain meningkatkan kualitas hunian masyarakat, program tersebut ikut menggerakkan sektor konstruksi, toko bahan bangunan, jasa tukang, hingga usaha kecil yang berkaitan dengan pembangunan rumah.
Perputaran ekonomi yang tercipta menjadi salah satu alasan pemerintah terus mendorong sektor perumahan sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.
Di lapangan, peningkatan aktivitas pembangunan rumah turut menciptakan peluang kerja dan mendorong pertumbuhan usaha pendukung.
Forkopimda Bahas Tantangan Pembangunan dan Hoaks
Dalam forum Forkopimda se-Jawa dan Bali, pembahasan tidak hanya berfokus pada sektor perumahan.
Sri Sultan mengatakan berbagai isu strategis juga menjadi perhatian, mulai dari pembangunan daerah, data statistik, hingga dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.
“Ya menyangkut masalah pembangunan, menyangkut masalah perumahan, masalah BPS, dan masalah yang lain. Tapi kan masih berkembang karena itu identifikasi saja,” katanya.
Selain itu, forum juga menyoroti tantangan arus informasi di era digital, termasuk potensi penyebaran hoaks yang dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap berbagai program pemerintah.
Hingga pembaruan terbaru pada Kamis malam, DIY tercatat sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan program perumahan paling signifikan di Indonesia.
Pemerintah berharap capaian tersebut dapat terus berlanjut agar semakin banyak warga memperoleh akses terhadap hunian yang aman, sehat, dan layak huni.