Dinkes Bantul Temukan 475 Kasus TBC, Sebanyak 154 Dialami Anak-anak

Bagikan :
Peringatan Sejarah dan Makna Penting di 24 Maret Dari Hari TBC Sedunia Hingga Bandung Lautan Api
Dinkes Bantul mencatat 475 kasus TBC sepanjang Januari hingga Mei 2026, termasuk 154 kasus pada anak-anak. (Ilustrasi: Pinterest/DrRamonReyesMD)

KabarJawa.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat 475 kasus tuberkulosis (TBC) selama periode Januari hingga Mei 2026.

Dari jumlah tersebut, 224 kasus terjadi pada orang dewasa, 154 kasus pada anak-anak, dan 97 kasus pada kelompok lanjut usia (lansia).

Data tersebut menunjukkan bahwa TBC masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Kabupaten Bantul.

Penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis ini dapat menular melalui droplet atau percikan ludah saat penderita batuk, bersin, maupun berbicara.

Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Bantul, Samsu Aryanto, mengatakan Kapanewon Banguntapan menjadi wilayah dengan jumlah kasus TBC tertinggi.

“Banguntapan 50 kasus, dilanjutkan Sewon 48 kasus, dan Bantul 34 kasus,” ujarnya.

Menurut Samsu, tingginya kasus TBC dipengaruhi sejumlah faktor, antara lain kepadatan penduduk, tingginya mobilitas masyarakat, serta perilaku merokok yang masih cukup tinggi.

Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena memiliki risiko tertular melalui kontak erat dengan penderita TBC dewasa.

“Anak-anak juga rentan terkena TBC melalui droplet atau percikan ludah yang mengandung bakteri. Kontak erat dengan penderita TBC dewasa juga memengaruhi penularan,” jelasnya.

Baca juga  Kapolri dan Hakim Agung Hadiri Gelar Budaya Wayang Kulit Peringatan Hari Wayang Sedunia di Gunungkidul

Selain kontak erat, kondisi daya tahan tubuh yang belum optimal, status gizi yang kurang baik, serta kualitas lingkungan dan sanitasi turut memengaruhi kerentanan anak terhadap infeksi TBC.

Dinkes Intensifkan Skrining dan Investigasi Kontak

Untuk menekan angka kasus, Dinkes Bantul terus memperkuat upaya penanggulangan melalui program Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus secara aktif di masyarakat.

Melalui program tersebut, petugas kesehatan melakukan pelacakan dan pemeriksaan terhadap kelompok yang berisiko, tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Dinkes juga mendorong masyarakat yang telah terdiagnosis TBC agar menjalani pengobatan hingga tuntas.

Kepatuhan menjalani terapi dinilai penting untuk mencegah penularan serta menghindari risiko komplikasi maupun resistensi obat.

“Serta melakukan investigasi kontak pada kontak serumah pasien TBC,” kata Samsu.

Investigasi kontak dilakukan terhadap anggota keluarga atau individu yang sering berinteraksi dengan pasien TBC agar kasus dapat ditemukan lebih dini dan segera mendapatkan penanganan.

Dinkes juga terus memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap penderita TBC.

Baca juga  Peringatan Sejarah dan Makna Penting di 24 Maret: Dari Hari TBC Sedunia Hingga Bandung Lautan Api

Pemahaman yang tepat diharapkan dapat mendorong pasien menjalani pengobatan tanpa rasa takut atau dikucilkan.

“TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan. Pengobatan TBC juga diberikan secara gratis di layanan kesehatan,” tegasnya.

Tingginya kasus TBC turut mendapat perhatian DPRD Bantul. Sekretaris Komisi D DPRD Bantul, Herry Fahamsyah, menilai penanganan TBC perlu dilakukan melalui langkah preventif dan kuratif secara berkelanjutan.

“TBC termasuk penyakit menular sehingga perlu dilakukan langkah preventif dan represif,” ujarnya.

Menurut Herry, pemerintah daerah perlu terus memperkuat edukasi mengenai pola hidup sehat serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala sejak dini.

Ia juga menekankan pentingnya ketersediaan obat di fasilitas kesehatan agar pasien dapat menjalani pengobatan secara berkelanjutan.

“Pastikan obat tersedia dan juga bagaimana penularan TBC ini bisa dicegah,” imbaunya.

Kasus TBC yang mencapai 475 kasus dalam lima bulan pertama tahun ini menunjukkan bahwa upaya pengendalian penyakit masih perlu diperkuat.

Keterlibatan masyarakat melalui deteksi dini, kepatuhan menjalani pengobatan, menjaga kebersihan lingkungan, serta menerapkan pola hidup sehat menjadi bagian penting dalam memutus rantai penularan TBC di Kabupaten Bantul.

Baca juga  Puluhan Warga Mandingan Keracunan Usai Buka Puasa Bersama, Diduga Akibat Ayam Tak Segar

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya