Bupati Gunungkidul Tinjau ACF TBC di Karangmojo II, Target 3.000 Warga Disaring untuk Eliminasi TBC 2030

Bagikan :
Bupati Gunungkidul Tinjau ACF TBC di Karangmojo II/Foto: UGM

KabarJawa.com— Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mempercepat langkah penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui kegiatan active case finding (ACF) secara masif.

Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, turun langsung meninjau pelaksanaan skrining TBC di halaman Puskesmas Karangmojo II, sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menekan angka penularan penyakit menular tersebut.

ACF TBC di Karangmojo II

Kegiatan ACF ini menjadi pembuka dari rangkaian 30 pelaksanaan skrining serupa yang akan belangsung di seluruh puskesmas di wilayah Gunungkidul.

Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dan Zero TB Yogyakarta, dengan target besar menjangkau ribuan warga yang berisiko namun belum terdeteksi.

Dalam kunjungannya yang bertepatan dengan peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia di Balai Budaya Kalurahan Bejiharjo, Bupati Endah menegaskan pentingnya strategi aktif dalam menemukan kasus TBC di masyarakat.

Ia menekankan bahwa pemerintah tidak boleh hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, melainkan harus bergerak aktif mencari kasus di lapangan.

“ACF ini merupakan langkah yang strategis dan progresif,” tegas Bupati Endah saat memberikan sambutan di lokasi kegiatan.

Ia juga mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk memperkuat pendekatan jemput bola agar kasus TBC dapat terdeteksi lebih cepat dan tidak berkembang menjadi sumber penularan baru di masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menargetkan sedikitnya 3.000 warga mengikuti skrining TBC melalui program ACF ini. Bupati Endah menyampaikan apresiasi terhadap penggunaan teknologi modern yang mempercepat proses deteksi penyakit.

Baca juga  Reaktor Pengendali Bau Mulai Dipasang di TPST Sendangsari, Warga Masih Keluhkan Aroma Tak Sedap

“Alat-alatnya canggih. Lima menit foto paru-parunya bisa langsung dibaca,” ungkapnya.

Teknologi mobile X-ray memungkinkan tenaga kesehatan mendeteksi indikasi awal TBC secara cepat, bahkan pada warga yang belum menunjukkan gejala.

Dengan metode ini, petugas dapat langsung melakukan tindak lanjut pemeriksaan lebih lanjut tanpa menunggu kondisi pasien memburuk.

Pemerintah daerah juga memastikan bahwa seluruh layanan skrining gratis sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk berpartisipasi.

TBC sebagai Fenomena Gunung Es

Dalam penjelasannya, Bupati Endah menggambarkan TBC sebagai fenomena gunung es. Ia menegaskan bahwa kasus yang terlaporkan saat ini hanya sebagian kecil dari jumlah sebenarnya yang beredar di masyarakat.

Menurutnya, banyak penderita TBC yang belum terdeteksi karena tidak menunjukkan gejala berat atau tidak segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Kondisi ini memperkuat urgensi pelaksanaan ACF sebagai strategi untuk menemukan kasus tersembunyi sebelum penyakit menyebar lebih luas.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, S.Si.T., M.Kes., mengungkapkan bahwa capaian penemuan kasus TBC di wilayah Gunungkidul baru mencapai 43 persen dari estimasi target.

Ia menjelaskan bahwa selama ini petugas kesehatan lebih banyak mengandalkan metode passive case finding, yakni menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan. Namun, pendekatan tersebut belum cukup untuk menemukan seluruh kasus yang ada di masyarakat.

Baca juga  Gunung Merapi Alami Perubahan Morfologi, BPPTKG Peringatkan Potensi Awan Panas Guguran

“ACF ini melengkapi metode passive case finding yang selama ini dilakukan,” jelas Ismono.

Dengan kombinasi dua pendekatan tersebut, pemerintah daerah berharap dapat mempercepat peningkatan angka penemuan kasus sekaligus mempercepat pengobatan pasien.

Program ACF oleh Zero TB Yogyakarta memanfaatkan teknologi Rontgen dada sebagai alat utama skrining awal. Direktur Zero TB Yogyakarta, dr. Rina Triasih, M.Med (Paed), Ph.D, Sp.A(K), menjelaskan bahwa metode ini memungkinkan deteksi TBC bahkan pada individu tanpa gejala.

“Orang-orang yang bahkan tidak bergejala, nanti bisa ketahuan dari Rontgen-nya,” ujarnya.

Jika hasil Rontgen menunjukkan adanya indikasi TBC, petugas kesehatan kemudian melanjutkan pemeriksaan dengan tes dahak untuk memastikan diagnosis secara medis. Langkah ini memastikan akurasi hasil sekaligus mempercepat proses penanganan pasien.

dr. Rina menegaskan bahwa ACF menjadi salah satu strategi penting dalam upaya mencapai target eliminasi TBC tahun 2030. Ia menjelaskan bahwa tanpa deteksi aktif, banyak kasus akan terus tersembunyi dan berpotensi menularkan penyakit di masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa penanganan TBC tidak cukup hanya dengan deteksi, tetapi harus diikuti dengan pengobatan yang tepat dan terstandar.

Baca juga  Peringati Hari Kartini di Gunungkidul: Bupati hingga Panewu Ikut Peragaan Busana Adat Dan Flashmob Tari Tradisional

Selain itu, ia mendorong penerapan Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi individu yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC. Langkah ini bertujuan mencegah perkembangan penyakit sebelum muncul gejala klinis.

Strategi Tiga Pilar: Deteksi, Pengobatan, dan Pencegahan

Para pemangku kepentingan sepakat bahwa eliminasi TBC hanya dapat tercapai melalui pendekatan terpadu. Strategi tersebut mencakup tiga pilar utama.

  1. Penemuan kasus secara aktif melalui skrining massal berbasis teknologi.
  2. Pengobatan yang cepat, tepat, dan terpantau bagi pasien terdiagnosis TBC.
  3. Pencegahan penularan melalui pemberian TPT kepada kelompok berisiko tinggi.

Dengan kombinasi ketiga strategi tersebut, pemerintah daerah optimistis angka penularan TBC dapat ditekan secara signifikan.

Kegiatan ACF di Puskesmas Karangmojo II menjadi simbol komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dalam mempercepat eliminasi TBC.

Melalui kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan teknologi modern, dan pendekatan jemput bola, pemerintah berupaya memastikan tidak ada lagi kasus TBC yang luput dari deteksi.

Bupati Endah menegaskan bahwa perjuangan melawan TBC membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk memanfaatkan layanan skrining tanpa rasa takut dan tanpa biaya.

Dengan langkah sistematis dan berkelanjutan, Gunungkidul menargetkan diri menjadi daerah yang semakin sehat dan bebas dari ancaman TBC menuju target eliminasi nasional tahun 2030. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid