
Kabarjawa – Insiden keracunan makanan terjadi di Dusun Mandingan, Ringinharjo, Bantul, setelah acara buka puasa bersama. Puluhan warga mengalami gejala diare dan sakit perut, yang diduga disebabkan oleh bahan makanan yang kurang segar.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul pun turun tangan untuk menelusuri kejadian ini.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini bermula saat tiga RT di Mandingan mengadakan buka puasa bersama di musala pada Minggu (16/3) sore.
Menu takjil yang disajikan meliputi nasi, ayam ungkep, galantin pedas, dan capcay. Makanan tersebut bukan berasal dari katering, melainkan hasil masakan warga yang dijadwalkan secara bergiliran.
Menjelang waktu sahur pada Senin (17/3) dini hari, beberapa warga mulai merasakan gejala diare. Hingga Senin siang, sekitar pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, jumlah warga yang mengeluh sakit perut dan diare terus bertambah hingga mencapai sekitar 60 orang.
Dugaan Penyebab Keracunan
Dugaan sementara mengarah pada olahan ayam yang digunakan dalam menu buka puasa tersebut. Warga mencurigai bahan baku ayam yang kurang segar menjadi penyebab utama keracunan. Ayam yang digunakan dikabarkan berbau tidak sedap sebelum dimasak, namun tetap disajikan kepada warga.
Penanganan dan Tindak Lanjut
Beruntung, meskipun puluhan warga mengalami gejala keracunan, tidak ada yang memerlukan perawatan inap di puskesmas. Sebagian besar warga sudah mulai pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa.
Dinas Kesehatan Bantul segera merespons dengan melakukan penelusuran. Namun, mereka menghadapi kesulitan untuk mengambil sampel makanan karena laporan kejadian baru diterima beberapa hari setelah insiden.
Sebagai langkah antisipasi ke depannya, Dinkes Bantul mengeluarkan edaran kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bantul.
Edaran ini mengimbau takmir masjid untuk selalu menyisakan satu paket takjil setiap acara buka puasa bersama agar dapat dijadikan sampel jika terjadi kasus serupa.
Kasus keracunan makanan di Mandingan menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kualitas bahan makanan, terutama dalam acara yang melibatkan banyak orang.
Diharapkan dengan adanya edaran dari Dinkes Bantul, kejadian serupa tidak terulang lagi, dan kewaspadaan terhadap kebersihan makanan semakin meningkat.(Kabarjawa)