Defisit Mengintai, DIY Prioritaskan Tahun 2026 pada 6 Fokus Strategis Pembangunan

Bagikan :
Sri Sultan Hamengku Buwono X/Foto: Pemda DIY

KABARJAWA– Ketegangan politik dan ekonomi terasa di ruang sidang DPRD DIY ketika Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan arah kebijakan pembangunan daerah untuk tahun 2026.

Dengan nada tegas, Sri Sultan menekankan bahwa meski APBD DIY mengalami defisit hingga Rp282,69 miliar, pemerintah tetap memprioritaskan enam fokus pembangunan demi kesejahteraan rakyat.

6 Fokus Strategis Pembangunan

Enam prioritas itu meliputi hal-hal berikut.

  1. Penurunan tingkat kemiskinan
  2. Pengembangan kehidupan ekonomi yang layak
  3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia
  4. Pengurangan ketimpangan sosial dan kewilayahan
  5. Penguatan tata kelola pemerintahan yang baik
  6. Peningkatan kualitas lingkungan hidup yang aman dan berkelanjutan

 

“Pembangunan yang kita arahkan bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan. Kita ingin pertumbuhan yang merata, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ucap Sri Sultan di hadapan anggota dewan, Senin (8/9/2025), dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD DIY.

Tema Pembangunan 2026: Ekonomi, Produktivitas, dan Teknologi

Pemerintah DIY menetapkan tema pembangunan tahun 2026 Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi melalui Penguatan Produktivitas Sektor Unggulan serta Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi.

Baca juga  Pangastho Aji 2025: Pameran Temporer yang Sajikan Kisah Sejarah Sri Sultan HB VIII

Sri Sultan menegaskan, tema ini bukan jargon kosong, melainkan arah kebijakan yang harus diwujudkan melalui langkah konkret.

Ia memaparkan tiga kunci besar: percepatan pertumbuhan ekonomi agar selaras dengan target nasional, penguatan produktivitas sektor unggulan seperti pariwisata, pertanian, dan industri manufaktur, serta pemanfaatan teknologi informasi untuk meningkatkan efisiensi lintas sektor.

“Tanpa teknologi, kita akan tertinggal. Tanpa produktivitas sektor unggulan, kita akan stagnan. Dan tanpa pertumbuhan inklusif, rakyat tidak akan merasakan manfaat pembangunan,” tegas Sri Sultan yang didampingi Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X.

Sri Sultan menyampaikan proyeksi indikator makro ekonomi DIY tahun 2026. Target pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,1–5,9 persen.

Perkiraan tingkat inflasi stabil pada angka 2,1–3,5 persen. Namun, angka kemiskinan masih menjadi pekerjaan rumah besar, prediksinya berada di kisaran 9,97–10,38 persen.

“Angka kemiskinan ini harus kita tekan dengan kerja nyata, bukan sekadar rencana,” ujar Sri Sultan.

Defisit Mengintai APBD 2026

Di tengah semangat pembangunan, ancaman defisit tak terhindar. Dari total target Pendapatan Daerah sebesar Rp5,22 triliun, DIY merencanakan Belanja Daerah sebesar Rp5,50 triliun. Artinya, terjadi selisih negatif Rp282,69 miliar.

Baca juga  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1 Kilometer Senin Petang, Aktivitas Vulkanik Kian Mengkhawatirkan

Rancangan pendapatan daerah 2026 berasal dari Pendapatan Asli Daerah (Rp1,79 triliun), Pendapatan Transfer (Rp3,41 triliun), dan lain-lain pendapatan sah (Rp7,85 miliar).

Sementara itu, proyeksis belanja daerah mencakup Belanja Operasi (Rp3,60 triliun), Belanja Modal (Rp794,91 miliar), Belanja Tak Terduga (Rp15 miliar), dan Belanja Transfer (Rp1,08 triliun).

Untuk menutup defisit, Sri Sultan mengandalkan penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp442,69 miliar, meski tetap harus mengeluarkan Rp160 miliar untuk pengeluaran pembiayaan.

“Kebijakan pembiayaan akan diarahkan pada penguatan investasi daerah, khususnya melalui BUMD. Tidak hanya mencari profit, tetapi juga meningkatkan layanan publik dan memberi kontribusi nyata pada pembangunan,” tegasnya.

Sri Sultan menekankan bahwa penyusunan APBD 2026 memakai pendekatan performance-based budgeting atau anggaran berbasis kinerja. Setiap perangkat daerah wajib menunjukkan hasil nyata, bukan sekadar laporan formalitas.

Belanja daerah juga mendukung prioritas pembangunan nasional sekaligus menjawab kebutuhan khas tiap kabupaten/kota di DIY. Dengan pendekatan berbasis hasil, pemerintah ingin memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menyentuh rakyat.

“Akuntabilitas dan efisiensi menjadi kunci. Kita tidak boleh boros di tengah defisit. Anggaran harus tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya,” tegas Sri Sultan.

Baca juga  Perjuangan Tanpa Batas Poniyem: Mengasuh Anak Lumpuh dan Buta di Tengah Himpitan Hidup

Dalam penutup pidatonya, Sri Sultan berharap pembahasan RAPBD 2026 di DPRD DIY berjalan konstruktif, penuh kesepahaman, dan berpihak pada rakyat. Ia menegaskan bahwa arah pembangunan DIY harus berlandaskan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan kelompok tertentu.

“Semoga keputusan yang kita hasilkan bersama mampu membawa Daerah Istimewa Yogyakarta lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih berdaya,” pungkasnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya