Dari Balik Tembok Lapas Wonosari, Warga Binaan Menyemai Harapan Lewat Budidaya Tanaman Pangan

Bagikan :
Panen di Lapas Kelas IIB Wonosari/Foto: Ditjenpas DIY

KabarJawa.com– Matahari pagi menyinari hamparan hijau di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonosari.

Melalui budidaya tanaman pangan dan perikanan, warga binaan Lapas Wonosari membuktikan bahwa pembinaan kemandirian mampu melahirkan harapan, keterampilan, dan masa depan yang lebih baik.

Lapas Kelas IIB Wonosari mulai menggelar Panen Raya Ketahanan Pangan bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Daerah Istimewa Yogyakarta serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan ini menjadi bagian dari Panen Raya Serentak Pemasyarakatan Tahun 2026 yang diinisiasi oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

Panen Raya Ketahanan Pangan Lapas Kelas IIB Wonosari

Sejak pagi, warga binaan dengan penuh semangat memanen berbagai komoditas hasil kerja keras mereka.

Mereka memetik sawi hijau, memanen kangkung, mengumpulkan kacang panjang, serta memanen cabai. Tidak hanya itu, mereka juga memanen ikan lele dari kolam budidaya yang mereka kelola secara mandiri.

Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas DIY, Lili, menegaskan bahwa jajaran pemasyarakatan secara konsisten mengajak seluruh warga binaan untuk menciptakan kemandirian pangan di lingkungan lapas.

Baca juga  7.607 Narapidana di Jawa Tengah Dapat Remisi Idul Fitri, 84 Orang Langsung Bebas

Ia menyampaikan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan mental dan kedisiplinan, tetapi juga sebagai ruang belajar keterampilan hidup.

“Selama ini kami mengoptimalkan lahan sempit di area lapas untuk penanaman tanaman pangan dan budidaya ikan. Hari ini kami memanen sawi, kangkung, kacang panjang, cabai, serta ikan lele. Kegiatan ini bertujuan membangun keterampilan, kemandirian, dan rasa tanggung jawab warga binaan,” ujar Lili kepada awak media.

Manfaat Program

Ia menjelaskan bahwa program ketahanan pangan di dalam lapas memberikan manfaat nyata. Warga binaan juga memahami proses produksi pangan dari awal hingga panen. Menurutnya, pengalaman ini akan menjadi modal penting ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Lili menyampaikan bahwa hasil panen tersebut tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan ekonomi.

Sebagian hasil panen dimanfaatkan langsung untuk mencukupi kebutuhan konsumsi warga binaan, sehingga membantu meningkatkan kualitas permakanan di dalam lapas.

“Sebagian hasil panen kami salurkan untuk kebutuhan internal, sementara sebagian lainnya kami jual ke pihak luar. Hasil penjualan tersebut kami manfaatkan untuk kegiatan sosial, termasuk membantu wilayah terdampak bencana sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,” jelasnya.

Baca juga  Saka Yoga Festival 2026 Hadir di Candi Prambanan: Angkat Spiritualitas dan Kesehatan Jiwa-Raga dalam Satu Gerakan

Ia menambahkan bahwa pembinaan dan pendampingan terus berjalan secara berkelanjutan agar seluruh unsur pemasyarakatan berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Wonosari, Renharet Ginting, menegaskan bahwa program budidaya tanaman pangan ini merupakan bagian dari strategi pembinaan jangka panjang bagi warga binaan.

Menurutnya, lapas tidak hanya mempersiapkan warga binaan untuk menjalani masa pidana, tetapi juga membekali mereka agar mampu mandiri setelah bebas.

“Sebagian hasil panen kami gunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi internal warga binaan. Sisanya kami jual kepada pelaku UMKM di sekitar lapas. Hasil penjualan tersebut kami kelola sebagai tabungan bagi warga binaan,” ungkap Renharet.

Ia menekankan bahwa melalui program ini, warga binaan memperoleh lebih dari sekadar keterampilan teknis bercocok tanam. Mereka juga belajar mengelola hasil produksi, memahami nilai ekonomi, serta membangun pola pikir produktif.

“Program ini memberikan bekal nyata. Warga binaan mendapatkan keterampilan pertanian, pengetahuan ekonomi sederhana, dan pengalaman kerja yang bisa mereka terapkan ketika kembali ke masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga  KAI Daop 6 Yogyakarta Beri Diskon Akhir Tahun hingga 30 Persen, Cek Daftar Keretanya

Melalui budidaya tanaman pangan dan perikanan, warga binaan tidak hanya memanen sayur dan ikan, tetapi juga memanen harapan, kemandirian, dan kepercayaan diri. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid