
KabarJawa.com— Hujan deras dan angin kencang kembali terjadi di wilayah Kota Yogyakarta pada Jumat siang dan memicu insiden di kawasan Jl. Taman Siswa, Kelurahan Wirogunan, Kecamatan Mergangsan.
Peristiwa mendadak itu mengundang kepanikan warga dan pengguna jalan. Suara keras membuat sejumlah orang berhamburan keluar dari pertokoan sekitar.
Insiden Papan Nama di Taman Siswa
Sekira pukul 13.30 WIB, sebuah papan nama besar yang menempel pada dinding bangunan toko tiba-tiba roboh dan menimpa dua orang petugas parkir serta dua unit mobil yang sedang terparkir di bawahnya.
PS Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Gandung H, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi akibat cuaca ekstrem Kota Yogyakarta siang ini. Papan nama roboh karena hujan deras disertai angin kencang.
“Kondisi cuaca yang tidak stabil membuat papan yang menempel pada dinding bangunan tidak mampu menahan hembusan angin kuat,” ujarnya.
Dua korban petugas parkir bernama Erwan Setiawan (32), warga Taman Siswa, yang mengalami luka robek pada bagian hidung dan mulut, serta Iman Purwanto, warga Wirogunan, yang menderita luka lecet pada mata kaki kiri.
Anggota piket Polsek Mergangsan segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Dengan sigap, petugas mengevakuasi kedua korban ke RS PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta.
Selain menimpa korban manusia, papan nama besar itu juga menghantam dua mobil yang sedang parkir di lokasi kejadian.
Satu unit Toyota Innova plat merah warna hitam dengan nomor polisi B-1476-SOQ mengalami penyok pada bagian pintu kiri dan kap depan.
Hyundai warna putih dengan nomor polisi AE-1049-TN mengalami kerusakan cukup parah dengan pecah di bagian kap atas.
Setelah situasi terkendali, pihak kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti robohnya papan nama tersebut.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa material penyangga papan sudah mengalami pelapukan sehingga tidak kuat menahan tekanan angin ekstrem.
Hasil Musyawarah
Pihak toko tempat papan nama tersebut menempel segera berkoordinasi dengan para korban dan pihak kepolisian.
Hasil musyawarah menyepakati penyelesaian akan berlangsung secara kekeluargaan. Pihak toko bersedia menanggung seluruh biaya perbaikan kendaraan serta biaya pengobatan korban di RS PKU Muhammadiyah.
Iptu Gandung menegaskan bahwa langkah cepat semua pihak patut diapresiasi. Dia mengimbau seluruh pemilik bangunan dan tempat usaha untuk memeriksa ulang kondisi papan reklame atau papan nama.
“Keselamatan publik harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Insiden ini menambah daftar kejadian akibat cuaca ekstrem yang melanda Yogyakarta dalam beberapa hari terakhir. BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini potensi hujan deras disertai angin kencang di wilayah DIY.
Cuaca ekstrem yang terjadi siang ini terbukti membawa dampak serius terhadap keselamatan warga dan infrastruktur ringan di kawasan perkotaan.
Masyarakat perlu tetap waspada, menghindari berteduh di bawah papan reklame, pohon besar, maupun baliho saat hujan deras dan angin kencang melanda.
Pemerintah Kota Yogyakarta melalui BPBD juga tengah meningkatkan patroli mitigasi bencana untuk mencegah terulangnya insiden serupa.
Dengan kondisi cuaca yang masih labil, kewaspadaan menjadi kunci utama agar kejadian seperti robohnya papan nama di Jl. Taman Siswa tidak lagi menimbulkan kerugian di masa mendatang. (ef linangkung)