
KabarJawa.com– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gunungkidul sejak Rabu siang hingga malam, 18 Februari 2026, memicu rangkaian bencana cuaca ekstrem.
Angin kencang merobohkan belasan pohon, menutup akses jalan, merusak rumah warga, hingga memutus jaringan listrik dan internet di sejumlah titik. Tanah longsor juga menghantam perbukitan dan mengancam hunian warga di beberapa kapanewon.
Laporan Situasi (Situation Report) yang dirilis PUSDALOPS PB BPBD Gunungkidul pada pukul 23.50 WIB mencatat dampak bencana tersebar di 8 kapanewon dan 16 kalurahan, dengan total kerugian sementara mencapai sekitar Rp35.900.000.
Dampak Cuaca Ekstrem Gunungkidul
Angin kencang datang tiba-tiba dan merobohkan pohon-pohon besar yang selama ini berdiri teduh di pekarangan dan tepi jalan. Di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, pohon perindang kantor tumbang dan menimpa pagar pembatas serta bangunan rumah warga.
Lalu, di Putat I, Kapanewon Patuk, pohon jati menimpa rumah Maryoto. Pohon tumbang juga merusak jaringan listrik dan internet milik Rahmat Nur Jaya. Gangguan ini sempat membuat warga kehilangan aliran listrik dan koneksi komunikasi.
Di Kedungpoh, Nglipar, pohon tumbang menghantam dapur dan kamar mandi rumah Tugiman. Sementara di Ngawis, Karangmojo, pohon roboh menimpa atap rumah Wagino dan menjalar ke jaringan listrik. Warga harus bergerak cepat mengevakuasi batang pohon agar tidak menimbulkan korsleting.
Angin kencang juga merusak atap kios di Pasar Hewan Munggi, Semanu. Di sejumlah titik seperti Tegalmulyo, Sanglor, Gunungmanuk, Baran, hingga Pengkol, pohon tumbang merusak jaringan listrik dan menyebabkan pemadaman di beberapa padukuhan.
Di Pengkok, Patuk, rangkaian kejadian terjadi hampir bersamaan. Pohon jati dan sono roboh menutup akses jalan, menimpa teras rumah, warung, hingga kandang ternak. Warga setempat langsung melakukan kerja bakti untuk menyingkirkan batang pohon agar aktivitas kembali berjalan.
Angin kencang, hujan deras juga memicu tanah longsor di sejumlah titik perbukitan Gunungkidul. Di Kedokploso, Pengkol, Nglipar, material longsor menutup akses jalan utama padukuhan. Warga harus memutar arah hingga pembersihan selesai dilakukan.
Di Jatibungkus dan beberapa titik di Hargomulyo, Gedangsari, longsor menutup akses jalan yang digunakan sedikitnya tujuh kepala keluarga. Di Suruh, longsor mengancam rumah warga dan bahkan mengenai dinding dapur serta kandang ternak.
Talud jalan kabupaten di Suru Kidul dan Suru Lor ambrol akibat tergerus air hujan. Di Danyangan, Pilangrejo, Nglipar, longsor sepanjang delapan meter menimpa kamar mandi dan dapur rumah Dasar Sutaryanto.
Warga yang tinggal di lereng perbukitan mengaku cemas setiap kali hujan turun deras. Mereka khawatir tanah kembali bergerak dan mengancam keselamatan keluarga.
BPBD Lakukan Asesmen dan Koordinasi Lintas Sektor
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, menegaskan bahwa tim langsung bergerak setelah menerima laporan warga.
“Kami melakukan asesmen cepat melalui TRC untuk meminimalisir dampak dan memastikan tidak ada korban jiwa. Kami juga berkoordinasi dengan TNI, Polri, PLN, Tagana, pemerintah kalurahan, relawan, serta masyarakat,” tegasnya.
Tim gabungan melakukan pemotongan pohon tumbang, pembersihan material longsor, serta pengamanan jaringan listrik. Beberapa warga juga menerima dukungan peralatan dan permakanan untuk mendukung penanganan darurat.
Purwono mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras disertai angin kencang. Ia meminta warga mengakses informasi peringatan dini cuaca dari BMKG melalui laman web dan aplikasi resmi.
Di tengah reruntuhan ranting dan tanah basah, solidaritas warga terlihat kuat. Mereka saling membantu membersihkan puing, memperbaiki atap yang rusak, dan memastikan tetangga dalam kondisi aman.
Bencana ini memang tidak menelan korban jiwa, tetapi meninggalkan rasa waswas yang mendalam. Setiap suara angin yang berdesir keras kini terasa berbeda bagi warga yang baru saja menyaksikan pohon besar tumbang di depan mata.
Situasi di Gunungkidul berangsur kondusif. Namun, pemerintah daerah tetap membuka kemungkinan pembaruan data apabila terdapat perkembangan situasi.
BPBD Gunungkidul mengajak seluruh masyarakat untuk aktif melaporkan kejadian dan memperbarui data agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran. (ef linangkung)