
Kabarjawa – Banjarnegara kembali dilanda bencana alam setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Akibatnya, Sungai Kalibanteng meluap dan menyebabkan banjir bandang yang membuat jembatan penghubung putus sehingga menerjang permukiman warga di Desa Sirukem, Kecamatan Kalibening, Banjarnegara.
Kejadian ini berlangsung pada Kamis (6/3/2025) sore, membuat warga panik dan harus segera mengamankan diri dari terjangan air.
Dampak Banjir Bandang di Desa Sirukem
Banjir yang datang secara tiba-tiba ini sempat terekam oleh warga dan beredar di media sosial, memperlihatkan derasnya arus yang membawa material lumpur ke permukiman.
Meski kejadian ini berlangsung singkat dan air cepat surut, dampaknya cukup signifikan. Sejumlah rumah warga terendam dan fasilitas umum mengalami kerusakan seperti jembatan penghubung putus.
Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, mereka masih melakukan pendataan terkait jumlah kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana ini.
Bencana Lain di Kalibening dan Karangkobar
Selain banjir bandang di Desa Sirukem, bencana lain juga terjadi di beberapa titik di Kecamatan Kalibening dan Kecamatan Karangkobar.
Salah satu dampak paling serius adalah putusnya jembatan penghubung antar kecamatan setelah diterjang banjir. Kejadian ini semakin memperparah kondisi warga yang terdampak karena akses transportasi menjadi terganggu.
BPBD Banjarnegara terus melakukan pemantauan dan langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.
Mereka juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat intensitas hujan di wilayah ini masih tinggi hingga akhir April 2025, berdasarkan laporan dari BMKG.
Kesimpulan dan Imbauan untuk Warga
Banjir bandang di Desa Sirukem menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem. Meskipun tidak ada korban jiwa, dampak kerusakan cukup besar, termasuk putusnya jembatan penghubung antar kecamatan.
BPBD bersama pemerintah daerah terus melakukan langkah-langkah mitigasi dan penanganan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan segera melapor kepada pihak berwenang jika terjadi tanda-tanda potensi bencana.
Dengan kerja sama antara pemerintah dan warga, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir dan pemulihan dapat berjalan lebih cepat.(Kabarjawa)