
KabarJawa.com – Layanan Commuter Line Wilayah 6 Yogyakarta mencatat total 10.131.789 pengguna sepanjang Januari–Desember 2025. Data tersebut terdiri atas 9.015.768 penumpang Commuter Line relasi Yogyakarta–Palur dan 1.116.021 penumpang Commuter Line Prambanan Ekspres (Prameks).
Capaian ini menempatkan Commuter Line sebagai salah satu moda utama mobilitas masyarakat di wilayah Yogyakarta, Solo, Karanganyar, hingga Kutoarjo.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menyatakan bahwa peningkatan volume penumpang mencerminkan tingginya tingkat pemanfaatan layanan kereta komuter oleh masyarakat di kawasan aglomerasi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Puncak Penggunaan pada Periode Lebaran
KAI Commuter mencatat puncak jumlah pengguna harian terjadi pada 3 April 2025 bertepatan dengan masa libur Lebaran. Pada tanggal tersebut, sebanyak 45.536 penumpang menggunakan Commuter Line Yogyakarta–Palur, sementara 6.179 penumpang tercatat menggunakan layanan Prameks.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 30 persen dibandingkan rata-rata volume penumpang pada hari libur lainnya sepanjang tahun 2025.
“Masyarakat memanfaatkan Commuter Line sebagai moda utama pada momen libur Lebaran karena kemudahan akses, keterjangkauan tarif, serta kepastian jadwal,” kata Karina.
Selain pada periode libur panjang, Commuter Line juga mencatat tingkat penggunaan yang stabil pada hari kerja.
Sepanjang 2025, rata-rata jumlah penumpang harian Commuter Line Yogyakarta–Palur mencapai 22.504 orang. Sementara itu, layanan Prameks melayani rata-rata 2.772 penumpang per hari kerja.
Data tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta komuter digunakan secara rutin oleh pekerja, pelajar, dan masyarakat umum dalam aktivitas harian.
Pertumbuhan Dibanding Tahun Sebelumnya
KAI Commuter mencatat tren peningkatan jumlah penumpang dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023, jumlah pengguna tercatat sebanyak 7.335.145 orang.
Angka tersebut meningkat menjadi 8.928.183 orang pada 2024. Dengan total lebih dari 10,13 juta penumpang pada 2025, pertumbuhan pengguna mencapai sekitar 13 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Karina menyebut pertumbuhan ini sebagai indikator meningkatnya peran Commuter Line dalam sistem transportasi kawasan Yogyakarta, Solo, Karanganyar, dan Kutoarjo.
Seiring diberlakukannya Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) Februari 2025, KAI Commuter menambah jumlah perjalanan Commuter Line Yogyakarta–Palur dari 24 menjadi 27 perjalanan per hari.
Pada masa libur panjang, jumlah perjalanan dapat mencapai hingga 31 perjalanan per hari. Untuk layanan Prameks, jumlah perjalanan tetap sebanyak 10 perjalanan per hari.
Penambahan perjalanan tersebut memperluas jam operasional layanan, yakni mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.35 WIB.
Pengembangan Fasilitas Stasiun
Sepanjang 2025, KAI Commuter melakukan peningkatan fasilitas di sejumlah stasiun. Pembangunan dan peningkatan ruang tunggu dilakukan di Stasiun Yogyakarta, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Palur.
Selain itu, peron tinggi dibangun di Stasiun Purwosari, serta penambahan kursi tunggu dilakukan di Stasiun Kutoarjo.
Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung kenyamanan dan aksesibilitas pengguna layanan.
Dari sisi operasional, Commuter Line Wilayah 6 Yogyakarta mencatat tingkat ketepatan waktu yang tinggi sepanjang 2025. Bersama KAI Daop 6 Yogyakarta, layanan ini beroperasi berdampingan dengan lebih dari 30 perjalanan kereta api jarak jauh.
KAI Commuter mencatat ketepatan waktu keberangkatan sebesar 99,4 persen dan ketepatan waktu kedatangan sebesar 98,5 persen.
Sistem Pembayaran Non-Tunai
Untuk mendukung kelancaran layanan, KAI Commuter menerapkan sistem pembayaran non-tunai menggunakan Kartu Multi Trip (KMT), kartu perbankan, serta QR Code. Sistem ini digunakan di seluruh stasiun layanan Commuter Line Wilayah 6 Yogyakarta.
Karina menyampaikan bahwa capaian jumlah penumpang sepanjang 2025 menjadi dasar bagi KAI Commuter untuk terus menjaga kinerja operasional dan kualitas pelayanan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah menggunakan Commuter Line sebagai sarana transportasi. KAI Commuter akan terus melakukan peningkatan layanan sesuai kebutuhan pengguna,” ujar Karina Amanda.