Bupati Gunungkidul Tolak Mobil Dinas Baru Rp1,5 Miliar, Pilih Utamakan Kepentingan Rakyat

Bagikan :
Ilustrasi Mobil Dinas Baru Bupati Gunungkidul/Foto: Freepik

KabarJawa.com– Gunungkidul kembali menjadi sorotan publik setelah keputusan tegas Bupati Endah Subekti Kuntariningsih yang menolak pengadaan mobil dinas baru.

Di tengah alokasi anggaran sebesar Rp1,5 miliar dalam APBD 2026, keputusan ini menghadirkan narasi kepemimpinan yang berbeda, lebih sederhana, efisien, dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Langkah tersebut tidak hanya menjadi kebijakan administratif semata, tetapi juga mencerminkan sikap politik anggaran yang penuh pertimbangan dan sensitivitas terhadap kondisi daerah.

Anggaran Mobil Dinas Baru Bupati Gunungkidul

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) sebenarnya telah menyiapkan anggaran untuk pengadaan dua unit mobil dinas baru.

Kepala BKAD, Putro Sapto Wahyono, menjelaskan bahwa masing-masing kendaraan direncanakan memiliki nilai sekitar Rp700 juta. Menurutnya, anggaran tersebut masih berada di kas daerah dan belum digunakan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya hanya bertugas memfasilitasi kebutuhan operasional kepala daerah, sementara keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan bupati dan wakil bupati.

“Untuk pembelian mobil dinas bagi Bupati dan Wakil Bupati, masing-masing unit di kisaran Rp700 jutaan. Namun, realisasinya menunggu keputusan,” jelasnya.

Baca juga  Cuaca Ekstrem Yogyakarta, Papan Nama di Taman Siswa Timpa Petugas Parkir dan  Mobil

Putro juga membuka kemungkinan bahwa anggaran tersebut tidak akan digunakan, sebagaimana yang pernah terjadi sebelumnya.

Rencana pengadaan mobil dinas baru muncul bukan tanpa alasan. Pemerintah daerah menilai kendaraan yang ada saat ini sudah berusia lebih dari lima tahun.

Sebagian besar merupakan peninggalan dari periode kepemimpinan sebelumnya, termasuk saat era Badingah dan Immawan Wahyudi.

Selain itu, pada masa kepemimpinan Sunaryanta, pemerintah daerah juga tidak melakukan pembelian kendaraan dinas baru, sehingga kebutuhan peremajaan semakin mendesak secara administratif.

“Karena di periode sebelumnya tidak ada pengadaan, maka kami siapkan anggaran untuk peremajaan,” tambah Putro.

Sikap Tegas Bupati Endah

Di tengah argumentasi tersebut, Bupati Endah justru mengambil sikap yang kontras. Ia dengan tegas menyatakan tidak akan menggunakan fasilitas mobil dinas baru.

“Tidak akan mengambilnya,” tegasnya singkat.

Keputusan ini bukan yang pertama. Sejak awal menjabat, Endah memang konsisten menolak fasilitas baru yang belum mendesak. Ia memilih menggunakan kendaraan dinas yang masih tersedia dan layak pakai.

Saat ini, ia masih mengandalkan beberapa kendaraan operasional seperti Toyota Hiace, Toyota Fortuner, dan Toyota Camry. Menurutnya, kondisi kendaraan tersebut masih sangat baik dan tidak membutuhkan penggantian dalam waktu dekat.

Baca juga  Pemkot Yogyakarta Bakal Tata Kawasan Jalan Tentara Pelajar Bumijo: Wujudkan Wajah Kota yang Lebih Tertib dan Indah

“Mobil dinas yang ada masih bagus-bagus,” ujarnya.

Sikap ini bukan keputusan spontan. Setahun sebelumnya, tepat di awal masa jabatannya, Endah juga menolak pengadaan mobil dinas baru. Bahkan, anggaran yang semula dialokasikan untuk kendaraan tersebut dialihkan ke sektor infrastruktur.

Langkah itu memperkuat citra kepemimpinan yang mengutamakan kebutuhan publik dibandingkan fasilitas pribadi pejabat.

Keputusan Bupati Endah kini menjadi simbol kuat tentang bagaimana seorang pemimpin dapat menentukan prioritas di tengah keterbatasan anggaran daerah. Di saat banyak daerah berlomba memperbarui fasilitas pejabat, Gunungkidul justru menunjukkan arah berbeda.

Penolakan mobil dinas senilai Rp1,5 miliar ini tidak hanya berdampak pada penghematan anggaran, tetapi juga memberikan pesan moral kepada birokrasi dan masyarakat luas. Jabatan bukan soal fasilitas, melainkan tanggung jawab. (ef linangkung)

 

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid