
KabarJawa.com– Ribuan tenaga kesehatan dari berbagai penjuru Kabupaten Bantul mengikuti apel bersama tenaga kesehatan se-Kabupaten Bantul Tahun 2026, Sabtu (03/02/2026).
Di hadapan mereka, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyuarakan tekad besar: meratakan dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Bantul.
Abdul Halim Muslih memimpin apel dengan penuh keyakinan. Ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh berjalan biasa-biasa saja.
Pemerintah Kabupaten Bantul, menurutnya, harus membangun komitmen baru yang lebih kuat, lebih humanis, dan lebih profesional agar setiap warga mendapatkan hak kesehatan yang setara tanpa terkecuali.
Amanat Bupati Bantul
Dalam amanatnya, Halim secara langsung mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk memperbarui niat, semangat, dan ikhtiar dalam menjalankan tugas mulia sebagai pelayan masyarakat.
Ia menilai pergantian tahun menjadi momentum paling tepat untuk melakukan refleksi mendalam sekaligus menyusun langkah strategis demi masa depan layanan kesehatan yang lebih berkualitas dan merata di Bantul.
Halim mengingatkan seluruh peserta apel bahwa tahun 2025 telah meninggalkan jejak sejarah penting bagi Pemerintah Kabupaten Bantul.
Berbagai capaian kinerja dan prestasi yang berhasil diraih sebagai buah dari kerja keras kolektif seluruh elemen, termasuk tenaga kesehatan.
“Baru saja kita melewati tahun 2025, sebuah tahun dengan catatan sejarah penting, baik secara individu maupun secara kolektif sebagai bagian dari organisasi Pemerintah Kabupaten Bantul. Berbagai capaian kinerja dan prestasi telah kita torehkan, dan semua itu lahir dari kerja keras bersama,” ujar Halim dengan nada tegas.
Ajakan pada Tenaga Kesehatan
Namun, Halim menolak sikap puas diri. Ia menegaskan bahwa keberhasilan justru harus menjadi bahan bakar untuk melangkah lebih jauh.
Menurutnya, tantangan pelayanan kesehatan di tahun 2026 akan semakin kompleks seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap layanan yang cepat, adil, dan berkualitas.
Ia menempatkan sektor kesehatan sebagai urusan pemerintahan yang selalu berada di garis prioritas. Halim menyampaikan bahwa keberhasilan sektor lain sangat bergantung pada kualitas kesehatan masyarakat. Tanpa layanan kesehatan yang kuat, pembangunan tidak akan berjalan optimal.
“Urusan lain sangat bergantung pada kesehatan. Karena itu, seluruh civitas yang menerima amanah menjalankan fungsi layanan kesehatan harus terus memperbaiki diri dan organisasi,” tegasnya di hadapan ribuan tenaga kesehatan.
Lebih jauh, Halim mengajak tenaga kesehatan untuk menjadikan setiap pengalaman sebagai bahan pembelajaran.
Ia menilai dinamika pelayanan kesehatan, mulai dari keterbatasan sarana hingga meningkatnya kebutuhan masyarakat, justru dapat membentuk sistem yang lebih tangguh jika disikapi dengan sikap terbuka dan inovatif.
Halim menekankan bahwa pengalaman lapangan sering kali menjadi guru terbaik dalam memperbaiki sistem pelayanan.
Ia mendorong seluruh jajaran kesehatan untuk berani melakukan evaluasi, memperbaiki pola kerja, dan mengembangkan inovasi yang berpihak pada masyarakat.
Di akhir amanatnya, Halim menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh tenaga kesehatan Kabupaten Bantul.
Ia mengakui dedikasi, pengabdian, dan kerja keras mereka yang selama ini berdiri di garis terdepan menjaga derajat kesehatan masyarakat.
Ia berharap pada tahun 2026 seluruh tenaga kesehatan semakin solid, adaptif, dan profesional. Halim juga menekankan pentingnya pelayanan yang tidak hanya mengedepankan keahlian medis, tetapi juga empati dan pendekatan kemanusiaan.
Apel bersama tenaga kesehatan tersebut menjadi simbol penguatan komitmen antara Pemerintah Kabupaten Bantul dan seluruh tenaga kesehatan.
Momentum ini menandai langkah awal menuju pemerataan layanan kesehatan yang lebih adil, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat Bantul. (ef linangkung)