
KabarJawa.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Gunungkidul menorehkan capaian membanggakan. Hingga 20 Oktober 2025 pukul 09.00 WIB, pelaksanaan Bulan Dana PMI tahun 2025 berhasil melampaui target, menembus angka Rp585.122.742 atau 117,02 persen dari target yang ditetapkan.
Ketua PMI Kabupaten Gunungkidul, Sunyoto, berdiri tegap di hadapan peserta rapat. Dengan nada bangga ia menyampaikan kabar baik yang dinanti—capaian Bulan Dana PMI 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan.
“Capaian kita melampaui target sebesar 117,02 persen,” tegas Sunyoto.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, kontribusi dari berbagai sektor terus mengalir. Dari penerimaan sumbangan melalui Pajak Kendaraan Bermotor roda dua, tiga, dan empat yang disalurkan lewat SAMSAT Kabupaten Gunungkidul, tercatat perolehan sebesar Rp56.300.000. Meski belum mencapai target Rp80 juta, pihaknya tetap mengapresiasi dukungan tersebut sebagai bentuk nyata partisipasi masyarakat.
Sementara itu, dari pengunjung destinasi wisata melalui Dinas Pariwisata Gunungkidul, sumbangan mencapai Rp30 juta, masih di bawah target Rp50 juta.
“Ini menjadi catatan penting bagi kami untuk memperkuat kolaborasi di sektor pariwisata agar partisipasi publik semakin meningkat,” terang Sunyoto.
Rapat Strategis untuk Mengevaluasi dan Menyusun Langkah Lanjutan
Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, yang hadir dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa Rapat Rekonsiliasi II bukan sekadar forum administratif, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi mendalam atas perjalanan penggalangan dana kemanusiaan di wilayahnya.
“Dari rapat inilah kita mendapatkan gambaran nyata tentang capaian yang telah kita raih, sekaligus mengidentifikasi tantangan dan hambatan yang masih kita hadapi di lapangan,” ujar Joko.
Ia menekankan bahwa Bulan Dana PMI bukan hanya tentang angka dan nominal, tetapi juga tentang semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang menjadi napas kehidupan masyarakat Gunungkidul.
“Semangat gotong royong dan kepedulian sosial adalah jiwa dari Bulan Dana PMI. Setiap rupiah yang kita kumpulkan menjadi napas bagi kelangsungan program-program kemanusiaan PMI,” tegasnya.
Dana yang Dihimpun, Harapan yang Dihidupkan
Joko Parwoto menambahkan, semangat solidaritas ini harus terus dijaga hingga akhir periode penggalangan dana, bahkan bisa diperpanjang bila diperlukan. Ia menilai setiap sumbangan, sekecil apa pun, memiliki arti besar bagi masyarakat yang sedang membutuhkan.
“Dana ini sangat bermanfaat untuk pelayanan transfusi darah, penanggulangan bencana, hingga bakti sosial. Semua itu kembali kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dengan nada optimistis, Joko mengajak seluruh perangkat daerah, lembaga, dan masyarakat luas untuk tetap menyalakan api kepedulian hingga Desember mendatang.
Kepala Inspektorat Kabupaten Gunungkidul, Saptoyo, menegaskan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana. Ia mengingatkan bahwa dana yang dihimpun dari masyarakat harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.
“Sejak proses awal, pengelolaan dana harus berjalan transparan dan akuntabel, dengan regulasi yang jelas serta pertanggungjawaban yang objektif,” paparnya.
Ia juga menekankan bahwa setiap rupiah harus memiliki jejak bukti yang sah, di mana setiap rupiah yang dikumpulkan dari masyarakat harus disertai bukti transaksi yang sah.
“Sehingga ketika diminta pertanggungjawaban, seluruh bukti baik angka maupun material dapat dipertunjukkan dengan lengkap,” ujarnya.