
KabarJawa.com – Aktivitas Gunung Merapi menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat empat kali awan panas guguran, ratusan guguran lava, serta lonjakan kegempaan yang mencapai 1.504 kejadian selama periode 26 Juni hingga 2 Juli 2026.
Meski mengalami peningkatan, status Gunung Merapi masih dipertahankan pada Level III atau Siaga. Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menjelaskan bahwa suplai magma hingga kini masih berlangsung.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga masih dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya. Oleh karena itu, status aktivitas Gunung Merapi tetap berada pada Level III atau Siaga,” kata Agus Budi Santoso, Jumat, 3 Juli 2026
Jarak Luncur Awan Panas dan Guguran Lava
Selama periode pengamatan sepekan, petugas merekam empat kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum dua kilometer ke arah hulu Kali Krasak dan Kali Sat/Putih.
Aktivitas guguran lava juga mendominasi dengan rincian arah luncuran sebagai berikut:
-
Kali Sat/Putih: 88 kali guguran
-
Kali Krasak: 47 kali guguran
-
Kali Bebeng: 13 kali guguran
-
Kali Boyong: 8 kali guguran
Seluruh guguran lava tersebut meluncur hingga jarak maksimum dua kilometer dari puncak Merapi. Secara visual, gunung api aktif ini mengeluarkan asap putih dengan intensitas tipis hingga sedang berwujud tinggi kolom 10 hingga 400 meter.
Volume Kubah Lava Barat Daya Bertambah
Berdasarkan hasil survei menggunakan pesawat nirkabel (drone) pada 29 Juni 2026, analisis foto udara menunjukkan volume Kubah Lava Barat Daya bertambah sekitar 1.600 meter kubik.
Saat ini, volumenya telah mencapai 4.013.500 meter kubik, sedangkan volume Kubah Tengah tetap bertahan di angka 2.368.800 meter kubik.
Meskipun volume kubah barat daya bertambah, hasil pengukuran suhu melalui foto termal menunjukkan kondisi yang relatif stabil, yakni sama-sama berada di angka 243°C untuk kedua kubah.
Peningkatan aktivitas Merapi juga tecermin dari total kegempaan yang mencapai 1.504 kejadian dalam sepekan, yang terdiri atas:
-
900 gempa guguran
-
543 gempa fase banyak
-
42 gempa vulkanik dangkal
-
14 gempa tektonik
-
4 gempa awan panas guguran
-
1 gempa low frequency
Rekomendasi Radius Bahaya dari BPPTKG
BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya dari guguran lava dan awan panas masih berada pada sektor selatan hingga barat daya. Kawasan yang masuk dalam radius bahaya tersebut meliputi:
-
Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng: Jarak maksimal 7 kilometer.
-
Sungai Boyong: Jarak maksimal 5 kilometer.
Sementara untuk sektor tenggara, potensi bahaya mencakup:
-
Sungai Gendol: Jarak maksimal 5 kilometer.
-
Sungai Woro: Jarak maksimal 3 kilometer.
BPPTKG meminta pemerintah daerah di Kabupaten Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten untuk terus memperkuat langkah mitigasi kebencanaan.
Masyarakat diimbau agar tidak melakukan aktivitas di kawasan rawan serta selalu mewaspadai potensi bahaya lahar hujan maupun abu vulkanik.