
KabarJawa.com – Pemerintah Kota Pekalongan menargetkan setiap pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) mampu menggraduasi sedikitnya 24 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) setiap tahun.
Dengan jumlah pendamping PKH yang saat ini mencapai 23 orang, total keluarga yang ditargetkan keluar dari kepesertaan program karena telah mandiri secara ekonomi mencapai 552 KPM dalam setahun.
Target tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos-P2KB) Kota Pekalongan, Nur Agustina.
Menurutnya, pencapaian target tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi seluruh pendamping PKH di wilayah Kota Pekalongan melalui proses pendampingan yang berkelanjutan.
Setiap Pendamping PKH Dibebani Target Graduasi 24 KPM per Tahun
Nur Agustina menjelaskan bahwa setiap pendamping PKH memiliki tanggung jawab untuk mendorong keluarga penerima bantuan agar mampu mencapai kemandirian ekonomi sehingga tidak lagi bergantung pada program bantuan sosial.
“Targetnya setiap pendamping mampu menggraduasi 24 KPM dalam setahun atau rata-rata dua KPM setiap bulan. Graduasi bisa dilakukan melalui graduasi mandiri maupun melalui Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi sesuai kondisi masing-masing keluarga,” ujarnya.
Dengan target rata-rata dua keluarga setiap bulan, seluruh pendamping diharapkan dapat bersama-sama mencapai sasaran 552 KPM yang berhasil lulus dari program PKH dalam satu tahun.
Capaian hingga Pertengahan 2026 Dinilai Berjalan Positif
Dinsos-P2KB Kota Pekalongan menilai perkembangan capaian pendamping PKH hingga pertengahan tahun 2026 menunjukkan hasil yang cukup baik.
Berdasarkan evaluasi sementara, rata-rata setiap pendamping telah berhasil menggraduasi sekitar enam Keluarga Penerima Manfaat.
Capaian tersebut menjadi indikator bahwa proses pendampingan yang dilakukan di lapangan telah memberikan hasil positif dalam mendorong peningkatan kemandirian keluarga penerima bantuan.
Meski demikian, pemerintah daerah tidak menerapkan target secara kaku. Para pendamping tetap diberikan ruang untuk menyesuaikan pelaksanaan program dengan kondisi nyata masyarakat di wilayah masing-masing.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perkembangan usaha ekonomi keluarga serta berbagai kondisi sosial yang dihadapi oleh setiap KPM selama menjalani proses pendampingan.
Pendampingan Rutin Menjadi Faktor Penentu Keberhasilan Graduasi
Menurut Nur Agustina, keberhasilan proses graduasi tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya target angka, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas pendampingan yang diberikan kepada setiap keluarga penerima manfaat.
Ia menegaskan bahwa pendamping PKH memiliki peran penting dalam membimbing, mengedukasi, sekaligus memantau perkembangan keluarga agar mampu meningkatkan kesejahteraan secara bertahap.
“Kunci keberhasilan graduasi ada pada pendampingan yang dilakukan secara rutin. Dalam setiap pertemuan kelompok, pendamping tidak hanya melakukan validasi, tetapi juga memberikan edukasi agar KPM semakin mandiri dan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui pendampingan yang berkesinambungan, keluarga penerima manfaat diharapkan mampu membangun ketahanan ekonomi secara mandiri sehingga dapat keluar dari program bantuan sosial sesuai mekanisme graduasi yang telah ditetapkan.
Dinsos-P2KB Dorong Kemandirian Keluarga Penerima Manfaat
Target graduasi yang ditetapkan Dinsos-P2KB Kota Pekalongan menjadi bagian dari upaya mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Program Keluarga Harapan.
Selain memastikan bantuan sosial tepat sasaran, pemerintah juga mendorong agar penerima manfaat memiliki kemampuan untuk mengembangkan ekonomi keluarga sehingga dapat hidup lebih mandiri.
Dengan dukungan pendamping PKH yang aktif melakukan pembinaan, edukasi, serta pemantauan secara rutin, diharapkan semakin banyak Keluarga Penerima Manfaat yang berhasil memenuhi syarat graduasi dan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara berkelanjutan.***