
KabarJawa.com– Sebanyak 150 peserta dari 23 daerah di Pulau Jawa, Bali, Kalimantan, hingga Sumatra berkumpul dengan satu tujuan besar.
Mereka akan belajar langsung dari kesuksesan Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Yogyakarta. MPP kota ini menjadi salah satu model terbaik pelayanan publik di Indonesia.
Kunjungan belajar dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI ini menjadi momentum penting bagi daerah-daerah yang ingin mempercepat kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).
Mal Pelayanan Publik Kota Yogyakarta
Ahli Madya Penata Kelola Penanaman Modal BKPM RI, Wahyono, menyebut alasan pemilihan Kota Yogyakarta.
Menurutnya, MPP Kota Yogyakarta telah terbukti unggul dalam tata kelola layanan publik. Bahkan, MPP kota ini meraih beragam penghargaan nasional atas inovasi dan efisiensinya.
“Tujuan kami ke sini karena MPP Yogyakarta ini sudah menjadi percontohan. Sudah berhasil dan bahkan sudah mendapatkan penghargaan. Ini bisa menjadi motivasi atau contoh bagi DPMPTSP di daerah lain yang masih berproses,” ujar Wahyono.
Rombongan besar yang hadir terdiri dari perwakilan Dinas Penanaman Modal dan PTSP dari kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Mereka benar-benar ingin memahami bagaimana MPP Yogyakarta bisa menjalankan integrasi lintas sektor dan digitalisasi layanan publik dengan efektif.
Di hadapan peserta, Wahyono menjelaskan bahwa tantangan utama banyak daera. Biasanya, tatangan terletak pada keterbatasan sarana prasarana serta belum lengkapnya keterlibatan organisasi perangkat daerah (OPD) dalam sistem pelayanan terpadu.
“Biasanya kendalanya soal sarpras dan sektor-sektor yang belum tergabung. Tapi kalau di Yogyakarta ini semuanya sudah lengkap dan memadai untuk melayani masyarakat,” jelasnya.
MPP Kota Yogyakarta memang memiliki sistem layanan yang terintegrasi dengan puluhan instansi, baik dari pemerintah pusat, daerah, BUMN, hingga lembaga vertikal lain.
Semua bekerja dalam satu atap, menghadirkan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengurus perizinan, administrasi, atau layanan publik lainnya.
Bagi BKPM, model semacam ini sangat strategis karena dapat memangkas birokrasi, mempercepat investasi, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Transformasi Pelayanan Tak Boleh Berhenti
Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, menyambut langsung para tamu dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BKPM RI memilih Yogyakarta sebagai tuan rumah.
Ia menegaskan bahwa tantangan pelayanan publik di era digital semakin kompleks. Pemerintah, katanya, tak bisa hanya mengandalkan sistem konvensional.
Pihaknya harus terus bergerak karen tantangan pelayanan publik kini menuntut efisiensi, aksesibilitas, transparansi, dan akuntabilitas yang tinggi.
“Karena itu, Pemkot Yogyakarta mendorong transformasi pelayanan publik melalui inovasi digital dan pendekatan multi kanal, baik tatap muka, mandiri, jemput bola, maupun elektronik,” ujarnya.
Kadri menambahkan, MPP Yogyakarta adalah ruang publik inklusif yang bertujuan agar semua warga dapat mengakses layanan dengan mudah.
Mal Pelayanan Publik Kota Yogyakarta akan menjadi ruang pelayanan yang inklusif dan adaptif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok rentan, penyandang disabilitas, pelaku UMKM, dan lansia. (ef linangkung)