
KabarJawa.com – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi Pasar Kangen yang digelar di kawasan Lodji Paris, Kota Yogyakarta, pada Sabtu (28/3/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian event Syawalan 2026 yang berlangsung sejak 23 Maret hingga 5 April 2026.
Kehadiran Fadli Zon menarik perhatian pengunjung yang memadati area pasar. Ia terlihat meninjau berbagai stan yang menawarkan barang-barang lawas, seperti buku dan majalah lama, koleksi barang antik, serta mainan tradisional.
Dalam kunjungannya, Fadli Zon juga membeli sejumlah barang sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Nilai Ekonomi dan Edukasi Budaya
Fadli Zon menilai Pasar Kangen memiliki potensi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Ia menyebut kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga memiliki nilai edukatif.
“Saya melihat ada kuliner, buku-buku tua, majalah, barang-barang jadul, serta mainan tradisional. Ini menjadi bagian dari edukasi dan rekreasi. Sangat tepat dilakukan di masa liburan Lebaran,” ujarnya.
Menurutnya, konsep pasar berbasis nostalgia seperti Pasar Kangen dapat menjadi ruang interaksi budaya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif.
Fadli Zon juga membandingkan Pasar Kangen dengan konsep pasar barang antik di Eropa, khususnya di Prancis yang dikenal dengan istilah brocante. Ia menyebut kegiatan serupa di Eropa diselenggarakan secara rutin dan memiliki sistem yang terorganisasi.
“Di negara-negara Eropa, kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin setiap minggu. Di Prancis, mereka menyebutnya brocante. Pasarnya berpindah-pindah lokasi dan sudah memiliki asosiasi. Ini bisa menjadi inspirasi agar Pasar Kangen juga berkembang lebih besar,” jelasnya.
Konsep dan Pengembangan Pasar Kangen
Ketua Pasar Kangen, Ong Hari Wahyu, menjelaskan bahwa penyelenggaraan di Lodji Paris memiliki konsep berbeda dibandingkan Pasar Kangen di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) yang menjadi agenda tahunan.
Ia menyebut selain event utama di TBY, Pasar Kangen juga digelar dalam skala lebih kecil di beberapa lokasi lain, seperti kawasan Polda dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).
“Nah, di samping itu ada juga Pasar Kangen kecil-kecil, seperti di Polda, di UNY, dan termasuk di sini,” ujarnya.
Dengan tingginya antusiasme pengunjung, Pasar Kangen diharapkan dapat terus berkembang sebagai bagian dari destinasi wisata budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Yogyakarta.