
KABARJAWA – Gunungkidul kembali membuktikan diri sebagai magnet wisata utama di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pada momen long weekend peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, belasan ribu wisatawan memadati kawasan pantai, gua, hingga destinasi pegunungan yang tersebar di 18 kecamatan.
Dinas Pariwisata Gunungkidul mencatat lonjakan kunjungan yang signifikan, sekaligus memberi harapan baru bagi capaian target pendapatan retribusi tahun 2025.
Data per 15 Agustus
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, mengungkapkan data per 15 Agustus 2025 menunjukkan bahwa capaian pariwisata Gunungkidul terus bergerak positif.
Hingga pertengahan Agustus, pihaknya mencatat realisasi pendapatan sebesar Rp17,6 miliar dengan jumlah wisatawan mencapai 1,69 juta orang.
“Angka itu akan terus bertambah setelah kami menghitung laporan long weekend 16–18 Agustus,” kata Oneng.
Lonjakan Wisatawan saat Long Weekend Kemerdekaan
Gelombang wisatawan mulai terasa sejak Sabtu, 16 Agustus 2025. Pada hari itu, tercatat 5.366 orang berlibur ke Gunungkidul dengan kontribusi retribusi Rp53,3 juta.
Arus wisatawan terus meningkat pada Minggu, 17 Agustus 2025. Sebanyak 7.701 orang memadati destinasi unggulan seperti Pantai Baron, Pantai Krakal, HeHa Ocean View, hingga Gua Pindul, sehingga menghasilkan retribusi Rp78,8 juta.
Sementara pada Senin, 18 Agustus 2025, kunjungan masih tetap tinggi meski aktivitas kerja dan sekolah sudah dimulai.
Sebanyak 4.275 orang tetap memilih menghabiskan libur panjang di Gunungkidul, menyumbang retribusi Rp47,6 juta.
Total selama tiga hari libur panjang itu, tercatat 17.342 wisatawan masuk ke destinasi Gunungkidul dengan pemasukan lebih dari Rp179,8 juta.
Dinas Pariwisata Gunungkidul menargetkan kenaikan pendapatan retribusi tahun 2025 sebesar Rp33,54 miliar dengan target kunjungan mencapai 2,95 juta wisatawan.
Target tersebut naik Rp1,5 miliar dibanding proyeksi awal yang dipasang sebesar Rp32,04 miliar dengan jumlah kunjungan 2,94 juta wisatawan.
Menurut Oneng, optimisme itu lahir dari tren kunjungan yang terus naik pada momen libur panjang, termasuk peringatan HUT Kemerdekaan kali ini.
Libur panjang kemerdekaan selalu menjadi momentum strategis. Wisatawan tidak hanya datang dari Yogyakarta, tetapi juga dari Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta.
“Kondisi itu mendorong kami menargetkan pendapatan lebih tinggi,” ujarnya.
Kehadiran belasan ribu wisatawan selama long weekend kemerdekaan tidak hanya berdampak pada pendapatan retribusi daerah, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal.
Warga sekitar destinasi wisata merasakan peningkatan omzet, mulai dari pengusaha kuliner, pedagang oleh-oleh, hingga penyedia homestay.
Oneng menegaskan bahwa Dinas Pariwisata Gunungkidul terus berkomitmen mengelola destinasi dengan baik agar wisatawan merasa nyaman.
Pihaknya tidak hanya mengejar angka kunjungan, tetapi juga menjaga kualitas layanan dan kelestarian lingkungan.
“Kami ingin wisata Gunungkidul menjadi tujuan utama yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dengan capaian sementara yang sudah mencapai Rp17,6 miliar dari target Rp33,54 miliar, optimisme untuk menutup tahun 2025 dengan sukses semakin besar.
Gunungkidul pun terus menegaskan posisinya sebagai kabupaten wisata unggulan di DIY, yang tidak hanya menawarkan panorama alam memukau, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah. (ef linangkung)