
KABARJAWA – Libur panjang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025 menjadi berkah besar bagi pariwisata Bantul.
Belasan ribu wisatawan mengalir ke berbagai destinasi, terutama kawasan pantai selatan, sejak Sabtu hingga Senin. Arus pengunjung terus meningkat dan menciptakan suasana meriah di hampir semua titik wisata.
Lonjakan Kunjungan Wisatawan
Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi atau akrab dipanggil Ipung, menjelaskan bahwa data kunjungan wisatawan mencatat lonjakan signifikan.
Ia menyebut, pada Sabtu (9/8/2025), sebanyak 5.618 orang berlibur ke Bantul. Angka itu naik menjadi 6.289 orang pada Minggu (10/8/2025), sebelum turun di hari Senin (11/8/2025) dengan 1.697 orang.
Momentum libur panjang berikutnya, yakni Sabtu (16/8/2025), jumlah pengunjung tercatat 4.172 orang. Angka tersebut melonjak tajam pada Minggu (17/8/2025) dengan kedatangan 7.735 orang. Lonjakan terus berlanjut pada Senin (18/8/2025), ketika 5.039 wisatawan memadati kawasan wisata Bantul.
“Puncak kunjungan terjadi pada Minggu (17/8). Ribuan orang tumpah ruah menikmati pantai selatan. Suasana sangat ramai, bahkan sampai Senin malam (18/8) jam 20.00, pengunjung masih padat,” ujar Ipung.
Pantai Parangtritis, Depok, Samas, dan Kuwaru menjadi magnet utama. Wisatawan berbondong-bondong menikmati deburan ombak, pasir luas, hingga kuliner khas laut.
Dinas Pariwisata mencatat, sepanjang tiga hari libur panjang, total kunjungan wisatawan menembus belasan ribu orang. Angka itu menjadi sinyal positif bagi geliat ekonomi masyarakat pesisir.
Dampak Ekonomi dan Kesiapan Pengelola
Ipung menegaskan bahwa ramainya wisatawan juga mendukung perputaran ekonomi lokal. Pedagang kuliner, penyedia jasa parkir, pemandu wisata, hingga pemilik homestay merasakan dampak langsung dari lonjakan pengunjung.
“Setiap libur panjang selalu membawa dampak ekonomi signifikan. Tahun ini terlihat sekali gairahnya. Wisatawan tidak hanya datang, tapi juga belanja, makan, dan menginap di sekitar kawasan wisata,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Dinas Pariwisata terus mendorong kesiapan pengelola destinasi agar mampu memberikan layanan maksimal. Pihaknya berkoordinasi dengan SAR, relawan pantai, hingga petugas kebersihan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pengunjung.
“Kami tidak hanya mengejar jumlah kunjungan, tapi juga kualitas pengalaman wisatawan,” ucapnya.
Dinas Pariwisata Bantul optimistis tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun. Agenda-agenda budaya dan event lokal yang digelar di Bantul diyakini mampu menarik lebih banyak wisatawan.
“Libur panjang kemerdekaan menjadi pemanasan. Kami yakin momentum ini akan terus berlanjut,” tutup Ipung.