
KabarJawa.com — Arus kendaraan menuju Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Data kepolisian mencatat belasan ribu kendaraan masuk dan keluar wilayah DIY melalui sejumlah pintu keluar tol yang menghubungkan provinsi tersebut dengan wilayah Jawa Tengah.
Berdasarkan data kepolisian, sejak 15 Maret hingga 17 Maret 2026 pukul 06.00 WIB tercatat sebanyak 13.529 kendaraan masuk ke wilayah DIY. Dalam periode yang sama, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah tersebut mencapai 17.003 unit.
Kasubditangsel Kompol Widya Mustikaningrum mengatakan peningkatan mobilitas kendaraan terlihat di sejumlah titik exit tol yang menjadi akses utama menuju Yogyakarta.
“Selama periode 15 Maret hingga 17 Maret pukul 06.00 WIB, kami mencatat total kendaraan yang masuk ke DIY sebanyak 13.529 unit, sementara kendaraan yang keluar mencapai 17.003 unit,” ujar Widya.
Kepolisian terus memantau pergerakan kendaraan di jalur-jalur utama untuk memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar.
Exit Tol Prambanan Catat Volume Kendaraan Tertinggi
Dari sejumlah pintu tol yang menjadi akses menuju wilayah Yogyakarta, Exit Tol Prambanan tercatat sebagai jalur dengan volume kendaraan tertinggi.
Polisi mencatat sebanyak 6.886 kendaraan masuk ke wilayah DIY melalui gerbang tol tersebut. Sementara kendaraan yang keluar dari DIY melalui jalur yang sama mencapai 8.592 unit.
Tingginya volume kendaraan di jalur ini berkaitan dengan posisi strategis kawasan Prambanan yang menjadi pintu utama menuju pusat aktivitas di Yogyakarta, termasuk kawasan wisata dan wilayah perkotaan di Kabupaten Sleman.
“Banyak pengendara memanfaatkan akses ini karena jalurnya lebih dekat menuju pusat kota serta kawasan wisata populer di wilayah Sleman dan sekitarnya,” kata Widya.
Pergerakan Kendaraan di Exit Tol Klaten dan Polanharjo
Selain Prambanan, pergerakan kendaraan juga terpantau melalui Exit Tol Klaten. Dalam periode yang sama, kepolisian mencatat sebanyak 1.334 kendaraan masuk menuju wilayah DIY melalui jalur tersebut.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang keluar dari wilayah DIY melalui exit tol ini tercatat sebanyak 1.548 unit.
Meskipun volume kendaraan tidak sebesar Prambanan, jalur Klaten tetap menjadi salah satu alternatif akses bagi pengendara yang menuju Yogyakarta dari berbagai arah.
Di Exit Tol Polanharjo, kepolisian juga mencatat arus kendaraan yang cukup tinggi. Sebanyak 2.221 kendaraan masuk ke wilayah DIY melalui jalur ini.
Adapun jumlah kendaraan yang keluar melalui exit tol Polanharjo mencapai 2.880 unit.
Data tersebut menunjukkan bahwa jalur Polanharjo juga dimanfaatkan oleh pengendara sebagai alternatif untuk menghindari kepadatan di jalur utama.
Ribuan Kendaraan Melintas di Exit Tol Banyudono
Exit Tol Banyudono juga mencatat pergerakan kendaraan dalam jumlah besar menuju wilayah DIY.
Data kepolisian menunjukkan sebanyak 3.088 kendaraan masuk melalui jalur tersebut. Sementara kendaraan yang keluar dari wilayah DIY melalui exit tol Banyudono mencapai 3.983 unit.
Angka tersebut menunjukkan bahwa jalur Banyudono turut berperan sebagai akses mobilitas kendaraan antara wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.
Polisi Lakukan Pemantauan Arus Lalu Lintas
Kompol Widya Mustikaningrum menyampaikan bahwa kepolisian terus melakukan pemantauan terhadap arus kendaraan di berbagai titik akses menuju Yogyakarta.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi lalu lintas tetap aman, tertib, dan lancar, terutama pada jalur-jalur yang mengalami peningkatan volume kendaraan.
Selain pemantauan, petugas juga menyiagakan personel di sejumlah lokasi strategis guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas pada waktu tertentu.
“Kami terus melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas agar mobilitas kendaraan tetap lancar dan masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman,” ujar Widya.
Mobilitas Kendaraan Diperkirakan Masih Dinamis
Pergerakan kendaraan menuju maupun keluar dari wilayah DIY diperkirakan masih akan berlangsung dinamis dalam beberapa waktu ke depan.
Peningkatan mobilitas masyarakat, aktivitas ekonomi, serta pergerakan wisatawan menjadi faktor yang mempengaruhi volume kendaraan di jalur tol yang menghubungkan Yogyakarta dengan wilayah sekitarnya.
Dengan adanya jaringan tol yang semakin memudahkan perjalanan antarwilayah, arus kendaraan menuju Yogyakarta dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan sekitarnya terus mengalami peningkatan.