
KabarJawa.com— Seorang pensiunan carik, Tawiya (65), warga Sidorejo, Ponjong, meningg*l dunia setelah terlibat dalam kecelakaan beruntun.
Kecelakaan terjadi di Dusun Kranggan, Kalurahan Ngeposari, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa (7/10/2025) sekitar pukul 17.55 WIB.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gunungkidul, Ipda Nur Ikhwa, menjelaskan secara rinci kronologi kejadian tragis tersebut.
Kronologi Kecelakaan Mantan Carik di Ponjong
Ia menyebut kecelakaan bermula ketika sepeda motor Honda Supra bernomor polisi AD-6835-DC yang dikendarai oleh korban Tawiya melaju dari arah timur, tepatnya dari Bedoyo, menuju ke arah barat atau Semanu.
“Sesampainya di jalan lurus kawasan Dusun Kranggan, motor yang dikendarai korban tertabrak kendaraan tak dikenal dari arah belakang,” ujar Ipda Nur Ikhwa.
Akibat benturan tersebut, motor dan pengendaranya terjatuh ke badan jalan. Naas, tak lama kemudian, dari arah belakang datang sepeda motor Honda Beat bernomor polisi AE-5122-YH.
Ari Andrianto (30), warga Pacitan, mengendarai motor tersebut bersama pemboncengnya Slamet Anwar (20), warga Magelang.
Karena jarak yang terlalu dekat, motor Beat itu tidak sempat menghindar dan langsung menabrak motor korban yang sudah lebih dulu terjatuh di badan jalan. Motor BeAt kaget ada motor jatuh.
Korban Kecelakaan
Benturan keras membuat ketiga pengendara terpental ke sisi jalan. Warga sekitar yang mendengar suara tabrakan segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Namun, Tawiya meninggal dunia di tempat kejadian.
“Korban mengalami luka sobek di dahi kanan, benjol di kepala bagian belakang, dan tidak sadarkan diri. Saat diperiksa oleh petugas medis, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia di lokasi,” jelas Ipda Nur Ikhwa.
Sementara itu, Ari Andrianto selaku pengendara Honda Beat mengalami patah tulang di kaki kanan dan segera dilarikan ke RS Panti Rahayu Karangmojo.
Slamet Anwar, pemboncengnya, mengalami luka lecet di lutut kanan dan juga mendapat perawatan di rumah sakit yang sama.
Pihak kepolisian masih menelusuri identitas kendaraan misterius yang pertama kali menabrak motor korban dari arah belakang. Dugaan sementara, kendaraan tersebut melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum meninggalkan lokasi tanpa berhenti.
“Kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi di sekitar lokasi untuk mengungkap kendaraan yang kabur itu,” tambahnya.
Kecelakaan ini menambah daftar kecelakaan di jalur Semanu–Bedoyo. Jalur ini memiliki kontur jalan lurus tapi rawan tabrakan dari arah belakang, terutama pada sore hari saat lalu lintas padat dan pencahayaan mulai berkurang.
Polisi mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk lebih berhati-hati saat melintas di jalur Semanu–Bedoyo, menjaga jarak aman, serta mengurangi kecepatan di wilayah pemukiman.
“Kecelakaan bisa terjadi kapan saja. Kesadaran dan kehati-hatian pengendara menjadi kunci utama keselamatan,” tutup Ipda Nur Ikhwa. (ef linangkung)