Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 2 Kilometer, Suplai Magma Masih Berlangsung dan Potensi Bahaya Tetap Tinggi

Bagikan :
Awan Panas Guguran Gunung Merapi/Kementrian ESDM

KabarJawa.com– Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya pada Selasa (16/6/2026) malam. Gunung api itu memuntahkan awan panas guguran yang meluncur sejauh dua kilometer ke arah barat melalui hulu Kali Sat dan Kali Putih.

Peristiwa yang terjadi pada pukul 19.10 WIB tersebut langsung menjadi perhatian para petugas pemantau gunung api.

Awan Panas Guguran Gunung Merapi

Data Badan Geologi melalui Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menunjukkan awan panas guguran itu memiliki amplitudo maksimum 49,86 milimeter dengan durasi mencapai 145,5 detik.

Luncuran material panas sejauh dua kilometer itu terjadi setelah sepanjang hari Merapi memperlihatkan aktivitas kegempaan dan guguran lava yang cukup intensif.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, mengatakan hasil pemantauan hingga saat ini menunjukkan suplai magma ke tubuh Gunung Merapi masih berlangsung.

“Kondisi ini menyebabkan potensi terjadinya guguran lava maupun awan panas guguran masih tetap ada di dalam kawasan potensi bahaya yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Aktivitas awan panas guguran tersebut menjadi rangkaian dari dinamika Merapi yang terus bergerak. Sejak siang hingga petang, petugas mencatat puluhan kali aktivitas guguran yang berasal dari kubah lava di puncak gunung.

Baca juga  Waspada! Kondisi Terkini Gunung Merapi 18 Januari 2025 dan Titik Rawan Bahaya yang Harus Diperhatikan

Selama periode pengamatan pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, petugas mencatat sebanyak 37 kali gempa guguran dengan amplitudo antara 2 hingga 23 milimeter dan durasi 53 hingga 184 detik.

Selain itu, petugas juga merekam 25 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2 hingga 33 milimeter. Aktivitas kegempaan jenis ini sering menjadi indikator adanya pergerakan fluida maupun magma di dalam tubuh gunung api.

Di saat yang sama, petugas visual juga mengamati 17 kali guguran lava pijar yang mengarah ke sektor barat daya melalui Kali Sat, Kali Putih, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 1.800 meter.

Meski cuaca relatif cerah dan berawan selama pengamatan berlangsung, aktivitas internal Merapi tetap menunjukkan dinamika yang tinggi. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis tampak membumbung sekitar 25 meter dari puncak kawah.

Imbauan BPPTKG

Agus Budi Santosa menegaskan bahwa ancaman utama Merapi saat ini masih berupa guguran lava dan awan panas guguran.

Potensi bahaya pada sektor selatan hingga barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal lima kilometer. Ancaman juga mencakup Sungai Bedog, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng dengan jangkauan hingga tujuh kilometer.

Baca juga  Waduh, BRIN Sebut Tsunami Besar di Selatan Jawa Berulang 600–800 Tahun, Pembangunan Hotel hingga Wisata Baru Bisa Menambah Kerentanan

Sementara itu, pada sektor tenggara, potensi bahaya berada di sepanjang Sungai Woro sejauh tiga kilometer dan Sungai Gendol sejauh lima kilometer dari puncak.

Selain ancaman guguran lava dan awan panas, masyarakat juga perlu mewaspadai kemungkinan lontaran material vulkanik apabila terjadi erupsi eksplosif. Material tersebut dapat menjangkau radius hingga tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Tidak hanya itu, memasuki musim hujan lokal yang masih berpotensi terjadi di kawasan puncak, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya lahar hujan.

Material vulkanik yang menumpuk di lereng gunung dapat sewaktu-waktu terbawa aliran air hujan dan mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di Merapi.

Ancaman lain yang juga perlu diantisipasi ialah sebaran abu vulkanik. Abu hasil erupsi dapat mengganggu kesehatan pernapasan, aktivitas transportasi, hingga kegiatan ekonomi masyarakat apabila terbawa angin ke kawasan permukiman.

Meski demikian, BPPTKG menegaskan status Gunung Merapi saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Otoritas vulkanologi terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam untuk mengamati setiap perkembangan aktivitas gunung tersebut.

Baca juga  Aktivitas Gunung Merapi Hari Ini: Lava Guguran ke Kali Bebeng dan Kali Krasak

Awan panas yang meluncur dua kilometer pada Selasa malam menjadi sinyal bahwa energi di dalam tubuh Merapi belum sepenuhnya mereda.

Selama suplai magma masih berlangsung, ancaman guguran lava dan awan panas tetap menjadi risiko yang harus diwaspadai seluruh masyarakat di kawasan lereng gunung.

Oleh karena itu, BPPTKG meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Selalu ikuti perkembangan resmi dari Badan Geologi dan BPPTKG sebagai sumber informasi kebencanaan yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid