Awan Panas Guguran Gunung Merapi Meluncur 1,5 Km pada Rabu Sore, BPPTKG Tegaskan Status Siaga Level III

Bagikan :
Awan Panas Guguran Merapi Rabu/Foto: Kementrian ESDM

KabarJawa.com– Gunung Merapi kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan dengan terjadinya awan panas guguran sejauh 1,5 kilometer pada Rabu sore, 11 Februari 2026.

Peristiwa ini terjadi pukul 17.05 WIB dan meluncur ke arah barat daya atau hulu Kali Boyong. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan aktivitas ini masih berada dalam kerangka Level III atau Siaga.

Kepala BPPTKG, Agus Budi Santosa, menegaskan bahwa fenomena tersebut merupakan bagian dari dinamika suplai magma yang masih berlangsung di tubuh Gunung Merapi.

Awan Panas Guguran Rabu Terekam Selama 140 Detik

BPPTKG mencatat awan panas guguran dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 140,5 detik. Material vulkanik panas itu meluncur sejauh kurang lebih 1.500 meter ke arah barat daya, tepatnya menuju hulu Kali Boyong.

Peristiwa ini menambah daftar aktivitas guguran yang terjadi sepanjang hari. Dalam laporan periode pengamatan pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, petugas mencatat 28 kali gempa guguran dengan amplitudo 2–5 mm dan durasi 43,7–192,67 detik.

Baca juga  Puluhan Kali Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Terjadi Sepanjang Kamis hingga Jumat Dini Hari

Selain itu, petugas juga merekam 23 gempa Hybrid/Fase Banyak dengan amplitudo 2–36 mm, durasi 13,82–32,52 detik dan 3 gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 23–80 mm dan durasi 14,86–18,6 detik. Data tersebut menunjukkan aktivitas internal Gunung Merapi masih intens dan dinamis.

Pada periode pengamatan, petugas melaporkan kondisi cuaca berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur dengan suhu udara berkisar 23–24,9 derajat Celsius. Kelembapan udara tercatat 74–74,3 persen dan tekanan udara 874,5–917,2 mmHg.

Secara visual, gunung tampak berkabut dengan tingkat 0–II dan tidak terlihat asap kawah. Meski demikian, aktivitas kegempaan menunjukkan suplai magma masih aktif di dalam tubuh gunung.

Gunung Merapi yang memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut ini secara administratif berada di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten, mencakup Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

BPPTKG menegaskan bahwa potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya, meliputi sungai Boyong dengan jarak maksimal 5 km, sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimal 7 km

Baca juga  Destinasi Wisata di Jogja yang Cocok untuk Anak: Menyenangkan dan Edukatif untuk Keluarga

Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi sungai Woro sejauh maksimal 3 km, sungai Gendol sejauh maksimal 5 km. BPPTKG juga mengingatkan bahwa lontaran material vulkanik dapat mencapai radius 3 km dari puncak apabila terjadi letusan eksplosif.

Agus Budi Santosa menegaskan bahwa data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan kondisi tersebut dapat memicu awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.

Imbauan Tegas untuk Masyarakat

BPPTKG mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting. Sebaiknya, masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di daerah potensi bahaya.

Masyarakat juga harus mewaspadai bahaya lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi.

Kemudian masyarakat mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi. BPPTKG akan segera meninjau ulang tingkat aktivitas jika terjadi perubahan signifikan.

Hingga saat ini, Gunung Merapi masih berstatus Level III (Siaga). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui BPPTKG terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam.

Masyarakat di sekitar lereng Merapi sebaiknya tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari BPPTKG dan PVMBG. (ef linangkung)

Baca juga  Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran 1,3 Km ke Arah Kali Krasak pada Senin Siang

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya