Kronologi Penemuan Jasad Bayi di Sleman: Tinggal Kerangka, Polisi Buru Pelaku

Bagikan :
Baru-baru ini ditemukan jasad bayi di Dusun Muron, Sleman, berikut kronologi lengkapnya, foto ilustrasi (Pexels// cottonbro studio)

KABAR JAWA – Belakangan ini, warga Jogja digegerkan dengan temuan jasad bayi di wilayah Dusun Muron, Padukuhan Nayan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman.

Penemuan itu terjadi pada Jumat, (25/7),  dan langsung menjadi sorotan warga sekitar hingga aparat kepolisian.

Jasad bayi tersebut sudah dalam kondisi rusak parah dan kabarnya menyisakan tulang serta kulit.

Lebih mengejutkannya lagi, tubuh mungil itu ditemukan terbungkus kain hitam, dimasukkan ke dalam ember putih, dan kemudian dibalut lagi dengan karung plastik warna putih.

Awal Mula Penemuan

Adapun kronologi penemuan ini berawal dari seorang buruh tani bernama Septiati, warga RT 05 RW 26 Dusun Muron.

Pada pukul 17.00 WIB, perempuan berusia 61 tahun itu kembali ke kebunnya untuk melanjutkan panen ubi.

Ia mengaku bahwa empat hari lalu dirinya menggali sebagian tanah untuk mencabut ubi, namun pekerjaan itu belum rampung sehingga galian dibiarkan terbuka.

Anehnya, saat kembali ke lokasi, Septiati mendapati lubang tersebut sudah tertutup rapi, seperti telah sengaja ditimbun oleh orang lain.

Baca juga  Titik Lokasi Nobar Piala Dunia 2026 di Jogja: Ada di Mana Saja?

Rasa curiga pun muncul, dan ia memutuskan untuk menggali kembali tanah itu. Tidak lama setelah menggali, tangannya menyentuh sesuatu yang asing.

Ia menarik keluar sebuah karung putih yang terasa berat dan mencurigakan.

Septiati kemudian memanggil dua warga lain yakni Wiji S berusia 78 tahun dan Sagino berusia 54 tahun untuk menyaksikan isi karung tersebut.

Mereka kemudian membukanya perlahan-lahan, mereka melihat sosok bayi dalam kondisi yang memprihatinkan.

Penanganan Cepat oleh Warga dan Aparat Kepolisian

Tanpa butuh waktu lama, ketiga warga tersebut segera melapor kepada Ketua RT setempat.

Ketua RT langsung meneruskan laporan itu kepada petugas piket Polsek Depok Timur.

Beberapa saat kemudian, polisi datang ke lokasi bersama relawan dari Palang Merah Indonesia untuk melakukan penanganan awal.

Garis polisi pun segera dipasang untuk mengamankan area temuan.

Warga menyalakan penerangan seadanya agar proses investigasi dapat berjalan lancar.

Tidak berselang lama, tim Inafis dari Polresta Sleman yang dipimpin Aiptu Aris Yunianto tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi forensik. Proses tersebut dimulai sekitar pukul 18.30 WIB.

Baca juga  Prakiraan Cuaca Kota Yogyakarta dan Sekitarnya untuk 20 Januari 2025

Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa jasad bayi tersebut kemungkinan telah meninggal lebih dari satu hari.

Bau menyengat dari tubuhnya menjadi salah satu indikasi kuat. Tim forensik bekerja secara teliti agar semua bukti dapat dikumpulkan tanpa rusak.

Sekitar pukul 19.30 WIB, ambulans dari PMI Kabupaten Sleman tiba untuk mengevakuasi jasad bayi ke rumah sakit.

Proses evakuasi berjalan lancar, meskipun suasana di sekitar lokasi masih dipenuhi kesedihan dan tanda tanya besar.

Polisi Buru Pelaku Pembuangan Bayi

Kepolisian langsung melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap siapa pelaku yang tega membuang jasad bayi tersebut.

AKP Salamun, selaku Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Sleman, membenarkan peristiwa tragis ini dan memastikan bahwa proses investigasi tengah berlangsung.

“Saat ini, tim sedang menelusuri kemungkinan siapa yang bertanggung jawab atas pembuangan bayi tersebut,” ujarnya dilansir dari TuguJogja.id pada Minggu, 27 Juli 2025.

Menurut keterangan sementara dari pihak kepolisian, besar kemungkinan bayi tersebut merupakan hasil dari hubungan di luar nikah.

Dengan demikian, kasus ini diduga mengarah pada upaya pelaku untuk menyembunyikan kehamilan dan kelahiran dari lingkungan sosial, yang akhirnya berujung pada pembuangan bayi tersebut.

Baca juga  Sleman Kawinkan Dua Emas di Renang Perairan Terbuka, Dominasi Panggung Lomba di Pantai Gesing

Kepolisian kini bergerak cepat memburu pelaku, sementara jasad akan diotopsi serta dites DNA.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya