Apa Itu ‘Super Flu’ yang Sedang Ramai Jadi Sorotan? Ini Penjelasan Dinkes Jogja

Bagikan :
Ilustrasi mengenal apa itu Super Flu (Pexels// Polina Tankilevitch)

KabarJawa.com – Memasuki awal tahun 2026 ini, warga masyarakat kembali dibuat waswas dengan munculnya istilah kesehatan baru yaitu “Super Flu”.

Istilah ini mendadak ramai dibicarakan di media sosial, dan memicu kekhawatiran akan adanya gelombang penyakit baru.

Rupanya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta telah memberikan penjelasan mengenai hal tersebut. Dinkes pun tidak memungkiri bahwa memang terjadi fenomena penularan flu yang masif di awal tahun ini.

Namun, apakah “Super Flu” itu benar-benar jenis penyakit baru yang mematikan?

Asal-Usul Istilah “Super Flu”

Dinkes Jogja menjelaskan bahwa sebenarnya istilah “Super Flu” tidak pernah dipakai dalam dokumen ilmiah maupun pedoman medis resmi mana pun, termasuk oleh Centers for Disease Control (US CDC).

Sebutan ini bermula dari bahasa media dan publik saat menanggapi musim flu yang melanda Amerika Serikat dan Eropa pada akhir tahun 2025 lalu. Kala itu, terjadi lonjakan kasus flu yang sangat tajam akibat virus Influenza A (H3N2) subclade K.

Karena jumlah kasus infeksinya sangat tinggi, angka rawat inap melonjak, dan dampaknya terasa lebih parah dibandingkan musim flu biasanya, publik kemudian menyematkan label “super” pada fenomena ini.

Baca juga  Puncak Becici Jadi Tempat Pas Buat Menenangkan Pikiran di Libur Tahun Baru Islam

Jadi, kata “super” di sini merujuk pada tren penyebaran yang cepat dan dampaknya yang luas, bukan merujuk pada mutasi virus raksasa atau jenis baru yang belum pernah ada.

“Adanya kematian menjadikan musim flu tersebut dianggap lebih parah dibanding musim flu sebelumnya sehingga muncul istilah “super” karena dilihat dari tren penyebaran dan dampaknya,” demikian keterangan Dinkes, dilansir KabarJawa.com, pada Selasa, 6 Januari 2026.

Apakah Lebih Berbahaya?

Baik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun US CDC tidak pernah menyatakan secara resmi bahwa virus H3N2 subclade K ini lebih berbahaya secara intrinsik dibandingkan virus flu lainnya.

Namun, CDC menekankan satu hal penting. Meskipun secara klinis gejalanya mirip dengan flu biasa, tingkat keparahan, durasi sakit, dan dampak yang dirasakan pasien memang lebih besar dibandingkan dengan varian influenza lainnya.

Inilah yang membuat penderitanya merasa sakit luar biasa, seolah-olah terkena flu yang sangat berat.

Gejala Khas yang Perlu Diwaspadai

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes, infeksi H3N2 subclade K atau si “Super Flu” ini memiliki beberapa gejala klinis yang sering ditemukan pada pasien. Gejala tersebut meliputi:

  • Demam Tinggi Mendadak: Suhu tubuh bisa naik drastis dalam waktu singkat.
  • Nyeri Otot dan Sendi Hebat: Badan terasa nyeri atau sakit luar biasa pada bagian sendi.
  • Lemas Ekstrem (Prostration): Penderita akan merasa sangat lelah hingga tidak bertenaga untuk beraktivitas.
  • Sakit Kepala Berat: Pusing yang mencengkeram.
  • Batuk Persisten: Batuk yang terus-menerus dan mengganggu.
  • Durasi Sakit Lebih Panjang: Waktu penyembuhan memakan waktu lebih lama dari flu biasa.
Baca juga  Cahaya Pradipta Antarkan Marcelo Diaz Octavianus, Alumni Arsitektur UAJY Juara 1 Sayembara Pradesain Penanda Perbatasan DIY 2026

Risiko Komplikasi

Meskipun pada dasarnya adalah flu, masyarakat tetap diminta waspada. Kondisi infeksi tertentu akibat virus ini dapat memicu komplikasi serius seperti pneumonia virus.

Selain itu, bagi penderita asma atau Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), virus ini bisa menyebabkan eksaserbasi atau serangan kambuhan yang parah.

Kelompok lansia (lanjut usia) juga masuk dalam kategori risiko tinggi yang lebih sering membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit jika terpapar virus ini.

Sebutan Kasus Influenza A

Jadi kesimpulannya, berdasarkan penjelasan Dinkes Jogja, Super Flu adalah sebutan populer untuk lonjakan kasus Influenza A (H3N2) subclade K.

Istilah ini menggambarkan tingkat penyebaran yang cepat dan gejala yang terasa lebih berat serta durasi sakit yang lebih lama dibandingkan flu musiman biasa, namun bukan merupakan istilah medis resmi.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid