Aksi Protes di Pembukaan ARTJOG 2026, Pria Berbaju Hitam Tebar Bunga dan Semprot Cat 

Bagikan :
Aksi Protes di Pembukaan ARTJOG 2026/Istimewa

KabarJawa.com – Malam pembukaan ARTJOG 2026 yang seharusnya menjadi panggung perayaan seni kontemporer terbesar di Indonesia mendadak berubah menjadi ruang ketegangan.

Di tengah kerumunan tamu undangan, seniman, kolektor, akademisi, hingga pecinta seni yang memadati Jogja National Museum (JNM), seorang pria berbaju hitam tiba-tiba muncul dan melakukan aksi teatrikal.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (19/6) malam. Saat atmosfer perayaan seni tengah menghangat, pria yang mengenakan pakaian serba hitam dan menutupi sebagian wajahnya dengan sebo itu melangkah menuju area pintu masuk utama galeri.

Aksi Protes di Pembukaan ARTJOG 2026

Tanpa banyak bicara, ia mengambil posisi tepat di bawah logo ARTJOG yang terpasang di tembok depan area pameran.

Langkahnya terlihat tenang. Namun, gerak-geriknya segera menyita perhatian pengunjung yang berada di sekitar lokasi.

Pria tersebut kemudian memulai sebuah monolog teatrikal. Ia menyampaikan serangkaian kalimat yang terdengar seperti kritik dan kegelisahan terhadap dunia seni.

Beberapa pengunjung berhenti berjalan. Sebagian lainnya mengeluarkan telepon seluler untuk merekam momen yang tidak biasa itu.

Baca juga  Cara Asyik Menghabiskan Long Weekend di Jogja dengan Tur Sepeda Keliling Desa yang Menyegarkan

Suasana yang semula santai perlahan berubah. Orang-orang mulai berkerumun. Sorot mata pengunjung mengarah ke satu titik yang sama.

Tidak lama kemudian, pria itu mengeluarkan bunga dan mulai menebarkannya di sekitar area pintu masuk.

Kelopak-kelopak bunga berjatuhan di lantai, menciptakan pemandangan yang sekilas tampak seperti bagian dari pertunjukan seni performans.

Namun, aksi itu ternyata belum mencapai puncaknya. Setelah menebar bunga, pria tersebut mengeluarkan cat semprot.

Beberapa detik kemudian, ia melakukan gerakan yang membuat suasana malam pembukaan ARTJOG 2026 berubah drastis.

Dari arah timur, ia melemparkan cat berwarna merah muda ke arah plakat ARTJOG yang menempel di tembok.

Lemparan pertama mengenai sasaran. Petugas keamanan mulai bergerak dan memperhatikan situasi.

Namun pria itu tidak menghentikan aksinya. Ia kembali melakukan lemparan kedua.

Warna merah muda semakin terlihat mencolok di permukaan plakat. Ketika lemparan ketiga mengenai area yang sama, petugas keamanan langsung mengambil tindakan.

Langkah Petugas Keamanan

Sejumlah petugas bergegas menuju lokasi. Mereka menyergap pria tersebut di tengah kerumunan pengunjung yang mulai bereaksi. Beberapa orang tampak terkejut.

Baca juga  ARTJOG 2026 Diguncang Aksi Protes Seniman, Koalisi ARTJOKES Tuntut Permintaan Maaf atas Dugaan Represi di JNM Yogyakarta

Sebagian lainnya terus merekam peristiwa itu menggunakan telepon seluler.

Dalam hitungan detik, petugas menguasai situasi. Petugas kemudian membawa pria itu menuju pos penjagaan untuk menjalani interogasi awal.

Sementara itu, sejumlah panitia dan petugas keamanan berupaya menenangkan suasana agar rangkaian pembukaan ARTJOG 2026 tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Insiden tersebut menjadi bahan pembicaraan di berbagai sudut area pameran.

Banyak pengunjung mempertanyakan identitas pria itu sekaligus motif di balik aksinya.

Sekitar 20 menit kemudian, pria tersebut keluar dari proses pemeriksaan dan tidak lagi berada dalam pengawasan ketat petugas.

Kepada sejumlah pihak di lokasi, pria itu memperkenalkan diri dengan nama Ayik.

Ayik kemudian menjelaskan bahwa aksinya bukan tindakan spontan. Ia menyebut aksi tersebut merupakan bentuk protes gerakan kolektif seniman bernama ARTJOKES.

Menurutnya, aksi itu menyuarakan keberatan terhadap penyelenggaraan ARTJOG 2026 yang mendapat dukungan sponsor dari Didit Hediprasetyo Foundation.

Ayik menegaskan bahwa kelompoknya ingin menyampaikan kritik terkait relasi antara dunia seni, kekuasaan, dan dukungan institusional yang menurut mereka perlu mendapat perhatian publik.

Baca juga  Kemiskinan DIY Maret 2025 Turun jadi 10,40 %: Hidup Rakyat Masih Berat meski Angka Menurun

Tidak hanya itu, Ayik juga menyayangkan tindakan petugas keamanan yang menurutnya bersikap represif saat mengamankan aksi tersebut.

Pernyataan itu kemudian memunculkan diskusi baru di kalangan pengunjung maupun pegiat seni yang hadir dalam malam pembukaan.

Sebagian menilai aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi artistik sekaligus kritik sosial yang lazim muncul dalam ruang seni.

Namun, sebagian lainnya menganggap tindakan melempar cat ke area instalasi dan identitas acara telah melampaui batas ekspresi yang dapat diterima.

Di tengah perdebatan itu, satu hal tidak terbantahkan. Aksi Ayik berhasil mengalihkan perhatian publik dari kemeriahan pembukaan ARTJOG 2026.

Video dan foto kejadian tersebut dengan cepat beredar di berbagai platform media sosial. Dalam waktu singkat, rekaman aksi teatrikal itu menyebar luas dan memancing beragam komentar dari warganet. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid